Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISA KEGAGALAN TRACK LINK EXCAVATOR Febriyanti, Eka; Gafar, Abdul; Suhartono, Hermawan Agus
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 12 No. 3 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : Deputi TIRBR-BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1112.897 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v12i3.2886

Abstract

Track link merupakan salah satu jalur kunci dalam system ekskavator selama penggalian dengan beban berlebih. Fungsi dari track link pada excavatoryaitu mengubah gerakan putar menjadi gulungan dan menjadi tumpuan bagi track roller sehingga memungkinkan unit dapat berjalan.Selanjutnya setelah dilakukan pemeriksaan di tempat kejadian menunjukkan bahwapin yang merupakan salah satu komponen utama dari track link mengalami patah sehingga menyebabkan excavator berhenti beroperasi. Hasil pemeriksaan visual menunjukkan bahwa pada daerah pin sebagai penyambung antar rantai terjadi retak dimanaretak awal dimulai dari sisi luar dan penjalaran retak dimulai dari material bagian tipis ke tebal. Hasil pemeriksaan tersebut juga dikonfirmasi dengan pemeriksaan metalografi yang menunjukkan adanya inklusi pengotor di lokasi pin yang patah. Oleh karena itu, cacat inklusi akibat proses manufaktur berperan sebagai inisiasi perambatan retak, lalu menjalar akibat pembebanan dinamis dari perputaran track rollersampai akhirnya material pin patah. Analisis kimia dari material pin menunjukkan bahwa material pinyang diperiksa merupakan jenis low alloy steel yang tidak sesuai dengan spesifikasi standard sehingga menyebabkan material pin rentan terhadap serangan korosi setelah retak timbul di permukaan akibat pembebanan fatik.
UJI PROFISIENSI ANTAR LABORATORIUM UJI TARIK BAJA TULANGAN SIRIP Suhartono, Hermawan Agus; Febriyanti, Eka
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 13 No. 1 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : Deputi TIRBR-BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.308 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v13i1.1798

Abstract

Karakteristik  paling mendasar untuk desain struktur mekanik adalah kekuatan tarik. Perkembangan teknologi mengarah pada konstruksi yang ringan tetapi dapat diandalkan, [1,2] sehingga keakuratan pengukuran merupakan suatu hal yang sangat diperlukan. Uji profisiensi antar laboratorium menjamin keamanan dan kehandalan hasil uji. Laboratorium wajib memverifikasi prosedur pengujian dan kapasitasnya  untuk mendapatkan hasil uji yang dapat diandalkan. Dalam penelitian ini, benda uji adalah baja tulangan sirip dengan dimensi yang berbeda. Benda uji yang dipilih secara acak memiliki dimensi tertentu dikirim ke masing-masing laboratorium peserta, kemudian diuji dan hasilnya dianalisis sesuai dengan parameter yang ditetapkan sebelumnya. Setiap laboratorium diterapkan tes tarik pada benda uji sesuai dengan prosedur yang diberikan dalam SNI 2052-2002 dan standar uji tarik yang biasa dipergunakan masing-masing laboratorium. Hasil uji dievaluasi sesuai dengan prosedur yang dijelaskan dalam standar terkait. Hasil yang dikumpulkan dievaluasi sesuai dengan metode statistik Robust kemudian Z-skor dari laboratorium peserta disajikan.
Effect of forging pressure and rotational speed on the quality of rotary friction welding of Al 6063 and copper joints Zulaida, Yeni Muriani; Anis, Muhammad; Al Huda, Mahfudz; Kirman, Kirman; Suhartono, Hermawan Agus
Mechanical Engineering for Society and Industry Vol. 6 No. 1 (2026): Issue in Progress
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/mesi.14491

Abstract

This study investigates the effect of forging/upset pressure and high rotational speed on the quality of dissimilar metal joints between aluminum 6063 (Al6063) and copper (Cu). The method uses solid-state rotary friction welding (RFW) method. Joining dissimilar metals poses challenges due to significant differences in thermal conductivity, melting point, and mechanical properties. At high rotational speeds, the increased heating rate and higher frictional pressure result in greater deformation of the aluminum component. A novel aspect of this research lies in its systematic evaluation of the combined effects of forging pressure and rotational speed in an area that has received limited attention in prior RFW studies. Despite not achieving full joint efficiency, the results demonstrate that increasing forging pressure significantly enhanced joint strength up to an optimum level. Consequently, higher rotational speeds led to larger and more irregular flash due to rapid heat generation. However, a well-balanced combination between pressure and speed produced stronger joints with less flash. Excessive pressure was found to widen flash formation, while the heat generation from high rotational speeds diminished after material deformation. The RFW process in this study reached temperatures approaching 300°C; a very few intermetallic phases were detected at the Al/Cu interface. These findings contribute valuable insights into improving the weldability and mechanical performance of dissimilar Al-Cu through parameter optimization in RFW parameters.