Tandan kosong umumnya dimanfaatkan sebagai pembenah tanah, disisi lain potensi tandan kosong kelapa sawit dapat dimanfaatkan menjadi berbagai produk yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Limbah dapur berupa nasi, buah dan sayur banyak ditemukan di tempat pembuangan sampah yang berasal dari pemukiman maupun pasar. Limbah tersebut diklaim sebagai salah satu sumber gas rumah kaca. Penelitian bertujuan untuk mengetahui potensi tandan kosong kelapa sawit dan limbah dapur sebagai pakan maggot pada tiap fase perkembangbiakannya. Penelitian dilakukan di Basmallah BSF Farm Kabupaten Deli Serdang, menggunakan rancangan acak lengkap faktorial, dengan dua faktor perlakuan yaitu tandan kosong kelapa sawit yang disusun tiga taraf (tandan kosong utuh, tandan kosong dipotong menjadi empat bagian, tandan kosong yang telah dicacah) dan faktor limbah dapur dengan dua taraf (tanpa limbah dapur, menggunakan limbah dapur), masing-masing 3 ulangan. Hasil pengujian parameter disusun pada daftar sidik ragam dan hasil yang berbeda nyata diuji dengan DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan baby maggot tidak dapat hidup pada pakan kering seperti pada tandan kosong tanpa bahan tambahan yang lembab. Tandan kosong utuh yang dicampur dengan limbah dapur sangat berpotensi dijadikan sebagai pakan baby maggot. Massa maggot, pra pupa, pupa dan lalat dewasa yang dihasilkan lebih besar pada pakan campuran tandan kosong utuh dan limbah dapur dibanding perlakuan lainnya. Semakin besar massa maggot, semakin besar kemampuan maggot mengkonversi pakan menjadi bahan organik