Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Kajian Pengembangan Terminal Penumpang Bandar Udara Sultan Babullah - Ternate Winahyu, Sri Hapsari
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 11 (2010): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3990.117 KB) | DOI: 10.25104/warlit.v22i11.1148

Abstract

BasU: infrastructure for passenger aircraft is passenger terminal building. The increase in the numberof passengers at airports by Sultan Babullah necessarily requires an increase in the service of passengers,namely the development of passenger terminals or through optimization of the existing infrastnicture.From the data processing, estimated passenger Babullah Sultan Ternate Airport in 2014 will amountto 643,756 people, with the number of passengers at peak hours as mam; as 202 people. VVith resultslike these, then in 2014 the passenger terminal area required by the Sultan of Ternate BabullahAirport is 2828 m2.
Strategi Pengembangan Bandar Udara Komodo Labuan Bajo Subekti, Sitti; Winahyu, Sri Hapsari
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 5 (2015): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.617 KB) | DOI: 10.25104/warlit.v27i5.800

Abstract

Bandar udara merupakan komponen penting dalam pelayanan transportasi udara. Bandar Udara Komodo Labuan Bajo sangat berperan sebagai pintu/akses wisatawan untuk mengunjungi Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan Bandar Udara Komodo Labuan Bajo dalam mengantisipasi peningkatan pergerakan pesawat dan penumpang. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Oktober 2014. Metode analisis data dengan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan nilai IFAS sebesar 2.925 dan nilai EFAS sebesar 2.95, matrik internal eksternal menunjukkan bahwa posisi relatif Bandar Udara Komodo Labuan Bajo terletak pada koordinat (1.55 ; 1.525) dan berada di kuadran 1 (satu) dengan mendukung strategi agresif dan strategi pengembangan Bandar Udara Komodo Labuan Bajo berdasarkan analisis SWOT : a) perlunya memanfaatkan sumber daya dalam meningkatkan produksi angkutan udara, (b) perlunya mensinergikan Peraturan Daerah, Peraturan Pemerintah Pusat untuk menumbuhkan investasi di Bandar Udara dan (c) perlunya mengoptimalkan produksi bandar udara dan potensi pasar angkutan udara dengan subsidi penerbangan perintis dan penambahan rute penerbangan.
Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Penurunan Jumlah Penumpang Pesawat Udara di Bandar Udara Tunggul Wulung Cilacap Winahyu, Sri Hapsari; Wahyudi, Dian; Puspaningrum, Henny
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 4 (2013): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1866.923 KB) | DOI: 10.25104/warlit.v25i4.730

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan jumlah penumpang di BandaraTunggul Wulung - Cilacap. Bagaimana dampak dari faktor-faktor tersebut terhadap penurunan jumlah penumpang untuk selanjutnya menetapkan kebijakan di bidang transportasi udara. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 100 orang, dengan menggunakan teknik sampling purposive. Variabel-variabel yang mempengaruhi keputusan penumpang adalah harga tiket, promosi, pelayanan dan kenyamanan, keamanan dan keselamatan, waktu perjalanan, dan referensi dari anggota kelompoknya. Variabel penelitian digambarkan dengan statistic deskriptif Sedangkan analisis data penelitian menggunakan analisis multiple regression Hasil pengolahan data menunjukkan mayoritas penumpang setuju bahwa harga tiket, promosi, pelayanan dan kenyamanan, keamanan dan keselamatan, waktu perjalanan dan referensi dari kelompok mempengaruhi keputusan penumpang untuk menggunakan transportasi udara sebesar 58,1 %.
Analisis Rasio Beban Kerja Teknisi Penerbangan di Bandar Udara Husein Sastranegara Winahyu, Sri Hapsari
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 4 (2015): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1098.034 KB) | DOI: 10.25104/warlit.v27i4.788

Abstract

Fasilitas keamanan penerbangan merupakan fasilitas penunjang keamanan dan keselamatan penerbangan yang disediakan oleh bandar udara dan unit penyelenggara bandar udara. Demikian pula terkait dengan Sumber Daya Manusia di bidang penerbangan, khususnya bidang teknis peralatan bandar udara. Penyediaan dan pengembangan Sumber Daya Manusia ditujukan untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia yang profesional, kompeten, disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki integritas. Seiring dengan berkembangnya industri penerbangan di Indonesia, maka dibutuhkan teknisi fasilitas keamanan penerbangan yang mencukupi dari sisi kuantitas maupun kualitas, karena itu diperlukan kajian untuk mengetahui kebutuhan teknisi fasilitas keamanan penerbangan  di Indonesia pada umumnya dan di Bandar Udara Husein Sastranegara khususnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beban kerja teknisi penerbangan di Bandara Husein Sastranegara untuk mendukung keselamatan dan keamanan penerbangan. Setelah melalui serangkaian penghitungan sejumlah formula melalui metode deskriptif kualitatif dapat diketahui beban kerja personel teknisi keamanan adalah 1.27 jam per peralatan per tahun dan jumlah kebutuhan minimum personel teknisi keamanan penerbangan di Bandar Udara Husein Sastranegara adalah sebanyak 7 orang. Sehingga dengan demikian jumlah personel teknisi fasilitas peralatan keamanan penerbangan di Bandar Udara Husein Sastranegara yang saat ini berjumlah sebanyak 10 orang telah mencukupi kebutuhan minimum tersebut.
Evaluasi Pelayanan Bandar Udara Hang Nadim Batam Dengan Analisis Kesenjangan (GAP) Dan Model Kano Winahyu, Sri Hapsari; Subekti, Sitti
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 1 (2016): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v28i1.699

Abstract

Bandar udara merupakan salah satu bagian dari sistem jaringan transportasi udara. Perkembangan informasi mendorong pengguna jasa tranportasi semakin kritis terhadap pelayanan publik.Kualitas pelayanan menjadi isu yang penting dalam pengelolaan layanan transportasi, termasuk pada jasa  transportasi udara. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kesenjangan (gap) antara persepsi dan harapan penumpang terhadap pelayanan Bandar Udara Hang Nadim Batam dan (2) variabel jasa yang perlu mendapatkan perbaikan/peningkatan pelayanan dari pengelola Bandar Udara Hang Nadim berdasarkan model Kano. Data primer diperoleh dari kuesioner dari 33 responden dan  pengambilan sampel dilakukan pada Desember 2013. Analisis data penelitian dilakukan dengan metode kesenjangan (gap) dan model Kano. Berdasarkan hasil analisis diketahui (1) seluruh variabel penelitian mempunyai nilai kesenjangan negatif, hal ini berarti pelayanan Bandar Udara Hang Nadim masih kurang memuaskan berdasarkan kesenjangan (gap) persepsi dan harapan penumpang dan (2) berdasarkan model Kano terdapat 8 (delapan) variabel jasa yang perlu ditingkatkan pelayanannya oleh pengelola Bandar Udara Hang Nadim Batam. Variabel 10 (Fasilitas bagi penyandang cacat cukup memadai) merupakan variabel dengan nilai gap tertinggi sebesar -1,24 dan termasuk dalam basic factor model Kano sebagai kebutuhan dasar konsumen yang harus dipenuhi oleh penyedia jasa.
Kajian Analisis Kompetensi Pilot Di Indonesia Winahyu, Sri Hapsari; Tazkiyah, Tazkiyah
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 10 (2010): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v22i10.1141

Abstract

In the air transport sector, a pilot specially required in order to rontrol the aircraft perfectly to gavepeaceful condition to all stakeholders who enjm; travel and to be trusted to prauide safety and comfortin the process of that journey.In order to realize it is neressary to prauide education and competenct; based -training. In addition tomaintain competence that has been awned btJ a pilot,~ proficiency test should be done at thetime will extend his license.Keywords : pilot competence
Evaluasi Pelayanan Bandar Udara Hang Nadim Batam Dengan Analisis Kesenjangan (GAP) Dan Model Kano Winahyu, Sri Hapsari; Subekti, Sitti
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 1 (2016): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v28i1.699

Abstract

Bandar udara merupakan salah satu bagian dari sistem jaringan transportasi udara. Perkembangan informasi mendorong pengguna jasa tranportasi semakin kritis terhadap pelayanan publik.Kualitas pelayanan menjadi isu yang penting dalam pengelolaan layanan transportasi, termasuk pada jasa  transportasi udara. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kesenjangan (gap) antara persepsi dan harapan penumpang terhadap pelayanan Bandar Udara Hang Nadim Batam dan (2) variabel jasa yang perlu mendapatkan perbaikan/peningkatan pelayanan dari pengelola Bandar Udara Hang Nadim berdasarkan model Kano. Data primer diperoleh dari kuesioner dari 33 responden dan  pengambilan sampel dilakukan pada Desember 2013. Analisis data penelitian dilakukan dengan metode kesenjangan (gap) dan model Kano. Berdasarkan hasil analisis diketahui (1) seluruh variabel penelitian mempunyai nilai kesenjangan negatif, hal ini berarti pelayanan Bandar Udara Hang Nadim masih kurang memuaskan berdasarkan kesenjangan (gap) persepsi dan harapan penumpang dan (2) berdasarkan model Kano terdapat 8 (delapan) variabel jasa yang perlu ditingkatkan pelayanannya oleh pengelola Bandar Udara Hang Nadim Batam. Variabel 10 (Fasilitas bagi penyandang cacat cukup memadai) merupakan variabel dengan nilai gap tertinggi sebesar -1,24 dan termasuk dalam basic factor model Kano sebagai kebutuhan dasar konsumen yang harus dipenuhi oleh penyedia jasa.
Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Penurunan Jumlah Penumpang Pesawat Udara di Bandar Udara Tunggul Wulung Cilacap Winahyu, Sri Hapsari; Wahyudi, Dian; Puspaningrum, Henny
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 4 (2013): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v25i4.730

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan jumlah penumpang di BandaraTunggul Wulung - Cilacap. Bagaimana dampak dari faktor-faktor tersebut terhadap penurunan jumlah penumpang untuk selanjutnya menetapkan kebijakan di bidang transportasi udara. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 100 orang, dengan menggunakan teknik sampling purposive. Variabel-variabel yang mempengaruhi keputusan penumpang adalah harga tiket, promosi, pelayanan dan kenyamanan, keamanan dan keselamatan, waktu perjalanan, dan referensi dari anggota kelompoknya. Variabel penelitian digambarkan dengan statistic deskriptif Sedangkan analisis data penelitian menggunakan analisis multiple regression Hasil pengolahan data menunjukkan mayoritas penumpang setuju bahwa harga tiket, promosi, pelayanan dan kenyamanan, keamanan dan keselamatan, waktu perjalanan dan referensi dari kelompok mempengaruhi keputusan penumpang untuk menggunakan transportasi udara sebesar 58,1 %.
Analisis Rasio Beban Kerja Teknisi Penerbangan di Bandar Udara Husein Sastranegara Winahyu, Sri Hapsari
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 4 (2015): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v27i4.788

Abstract

Fasilitas keamanan penerbangan merupakan fasilitas penunjang keamanan dan keselamatan penerbangan yang disediakan oleh bandar udara dan unit penyelenggara bandar udara. Demikian pula terkait dengan Sumber Daya Manusia di bidang penerbangan, khususnya bidang teknis peralatan bandar udara. Penyediaan dan pengembangan Sumber Daya Manusia ditujukan untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia yang profesional, kompeten, disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki integritas. Seiring dengan berkembangnya industri penerbangan di Indonesia, maka dibutuhkan teknisi fasilitas keamanan penerbangan yang mencukupi dari sisi kuantitas maupun kualitas, karena itu diperlukan kajian untuk mengetahui kebutuhan teknisi fasilitas keamanan penerbangan  di Indonesia pada umumnya dan di Bandar Udara Husein Sastranegara khususnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beban kerja teknisi penerbangan di Bandara Husein Sastranegara untuk mendukung keselamatan dan keamanan penerbangan. Setelah melalui serangkaian penghitungan sejumlah formula melalui metode deskriptif kualitatif dapat diketahui beban kerja personel teknisi keamanan adalah 1.27 jam per peralatan per tahun dan jumlah kebutuhan minimum personel teknisi keamanan penerbangan di Bandar Udara Husein Sastranegara adalah sebanyak 7 orang. Sehingga dengan demikian jumlah personel teknisi fasilitas peralatan keamanan penerbangan di Bandar Udara Husein Sastranegara yang saat ini berjumlah sebanyak 10 orang telah mencukupi kebutuhan minimum tersebut.
Strategi Pengembangan Bandar Udara Komodo Labuan Bajo Subekti, Sitti; Winahyu, Sri Hapsari
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 5 (2015): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v27i5.800

Abstract

Bandar udara merupakan komponen penting dalam pelayanan transportasi udara. Bandar Udara Komodo Labuan Bajo sangat berperan sebagai pintu/akses wisatawan untuk mengunjungi Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan Bandar Udara Komodo Labuan Bajo dalam mengantisipasi peningkatan pergerakan pesawat dan penumpang. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Oktober 2014. Metode analisis data dengan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan nilai IFAS sebesar 2.925 dan nilai EFAS sebesar 2.95, matrik internal eksternal menunjukkan bahwa posisi relatif Bandar Udara Komodo Labuan Bajo terletak pada koordinat (1.55 ; 1.525) dan berada di kuadran 1 (satu) dengan mendukung strategi agresif dan strategi pengembangan Bandar Udara Komodo Labuan Bajo berdasarkan analisis SWOT : a) perlunya memanfaatkan sumber daya dalam meningkatkan produksi angkutan udara, (b) perlunya mensinergikan Peraturan Daerah, Peraturan Pemerintah Pusat untuk menumbuhkan investasi di Bandar Udara dan (c) perlunya mengoptimalkan produksi bandar udara dan potensi pasar angkutan udara dengan subsidi penerbangan perintis dan penambahan rute penerbangan.