Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MODEL TERINTEGRASI MEWUJUDKAN SUSTAINABLE TOURISM DI BALI BERBASIS PADA PELESTARIAN BUDAYA DAN DIGITAL MARKETING Agus Mahendra, I Made; Ardani, Wayan; Ari Sudiartini, Ni Wayan; Hignasari, L. Virginayoga
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jiv.v8i1.1244

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membangun sebuah model terintegrasi untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan di Bali, dengan mengeksplorasi pengaruh pemerintah pusat, pemerintah daerah, desa adat, pemberdayaan masyarakat, badan usaha milik negara (BUMN) perusahaan swasta, kearifan lokal, Sad Kerthi, dan digital marketing terhadap pelestarian budaya Bali dan pariwisata berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematic Literature review (SLR). Hasil penelitian ini menunjukkan pemerintah berperan dalam promosi baik pada tingkat internasional dan nasional, menyusun dan menerapkan kebijakan regulasi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, infrastruktur, perlindungan situs dan budaya serta pemberian insentif. Desa Adat merupakan landasan dalam pembentukan karakter dan jati diri masyarakat. Pariwisata berbasis masyarakat bertujuan untuk melibatkan masyarakat dalam pengembangan pariwisata untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat saat ini dan di masa yang akan datang. BUMN dan perusahaan swasta dapat membantu pengembangan pariwisata dalam bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, khususnya dalam pelestarian budaya. Selain itu, digital marketing merupakan cara yang sangat efektif untuk promosi pariwisata untuk terwujudnya pariwisata berkelanjutan.  Melalui penerapan enam prinsip yang tercantum dalam Sad Kerthi, masyarakat Bali dapat memelihara tradisi, ritual, dan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan secara turun-temurun, yang sangat relevan dengan unsur-unsur penting dalam mewujudkan sustainable tourism di Bali.
Pendidikan Holistik sebagai Sintesis Multidisipliner yang Komprehensif bagi Pembentukan Manusia Masyarakat Bima Yamin, Muhammad; Hignasari, L. Virginayoga; Sriartha, I Putu; Pageh, I Made
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 12 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i12.5410

Abstract

This study aims to examine holistic education as a multidisciplinary approach with strong potential for human development within the Bima community. Holistic education is conceptualized as an educational paradigm that integrates cognitive, affective, psychomotor, moral, social, spiritual, and ecological dimensions in a balanced and interconnected manner. In the context of Bima society, this approach is particularly relevant because it aligns with local philosophical values such as Maja Labo Dahu and Ngaha Aina Ngoho, which emphasize integrity, ethical conduct, diligence, social responsibility, and environmental stewardship. The research employs a descriptive qualitative method through an extensive literature review and phenomenological analysis of educational practices in Bima. The findings indicate that holistic education functions as a multidisciplinary synthesis, drawing upon pedagogy, anthropology, developmental psychology, sociology, and ecopedagogy to support comprehensive human formation. The integration of local wisdom into educational processes has been shown to effectively strengthen character education and ecological awareness, enabling learners to develop competitiveness and global readiness without eroding their cultural identity. Furthermore, holistic education provides a strategic framework for responding to contemporary educational challenges, including moral degradation, environmental crises, and the fragmentation of knowledge. By positioning local culture as the core of educational integration, this approach fosters sustainable human development rooted in local values while remaining responsive to global demands. The study concludes that holistic education represents a viable and contextually grounded strategy for advancing sustainable human development in the Bima community in the era of globalization.