Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM 2013 Siregar, Raja Lottung
HIKMAH: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : STAI Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55403/hikmah.v11i1.315

Abstract

ABSTRAKDalam sebuah kurikulum tidak akan mungkin terlepas dari landasan pengembangan kurikulum. Sebab landasan ini merupakan dasar ataupun pijakan dari kurikulum itu sendiri. Landasan pengembangan kurikulum yang pertama yaitu, landasan filosofis. Landasan filosofis maksudnya, pentingnya filsafat dalam mengembangkan kurikukulum lembaga pendidikan. Pendidikan berintikan interaksi antar manusia, terutama antar pendidik dan peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan. Kedua, landasan yuridis. Landasan yuridis maksudnya Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan undang-undang lainnya. Ketiga, Landasan Empiris. Landasan empiris maksudnya kurikulum dikembangkan atas dasar pertimbangan berbagai pengalaman yang diperoleh dalam proses pengembangan kurikulum sebelumnya, yang siklusnya mulai dari perencanaan, penyusunan, implementasi, dan evaluasi kurikulum. Keempat, Landasan teoretis. Landasan teoretis maksudnya kurikulum 2013 dikembangkan atas dasar teori “pendidikan berlandaskan standar” (standar based education), dan teori kurikulum berbasis kompetensi (competency-based-curriculum). Kelima, Landasan konseptual. Landasan konseptual maksudnya Secara konseptual kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan prinsip relevansi.
Al-Af’idah dan Qulub serta Kaitannya dengan Pendidikan Siregar, Raja Lottung
Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 13 No. 1 (2016): Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan (AJAIP)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.675 KB) | DOI: 10.25299/al-hikmah:jaip.2016.vol13(1).1514

Abstract

Al-Af’idah dan qulub merupakan kedua anugrah yang Allah berikan kepada manusia yang hidup di dunia ini. Af’idah bentuk jamak dari kata “fuad” yang berarti aneka hati. Para ulama banyak memahaminya akal. Berbicara masalah akal tentu tidak akan pernah selesai. Sebab dengan adanya akal ataupun pikiran maka manusia bisa menemukan penemuan-penemuan baru terhadap perkembangan ilmu dan teknologi. Seperti halnya kurikulum pendidikan saat ini, selalu ada inovasi untuk ke arah yang lebih maju lagi. Ekistensi akal ini, memang benar-benar kita rasakan fungsinya. Sehingga dunia pendidikan di negeri kita ini cukup pesat perkembangannya. Kemanusiaan manusia berada di dalam hatinya. Sebab hatilah yang mengendalikan diri manusia itu sendiri. Karena itu pendidikan seharusnya mengutamakan pembinaan hati. Supaya hati berkembang menjadi hati yang baik, hati itu harus berisi kebaikan. Tuhan adalah kebaikan tertinggi. Karena itu agar hati menjadi baik hati itu harus berisi Tuhan.
Teori Belajar Perenialisme Siregar, Raja Lottung
Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 13 No. 2 (2016): Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan (AJAIP)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.911 KB) | DOI: 10.25299/al-hikmah:jaip.2016.vol13(2).1522

Abstract

Perenialisme, sesuai dengan namanya yang berarti segala sesuatu yang ada sepanjang sejarah, melihat bahwa teradisi perkembangan intelektual yang ada pada zaman yunani kuno dan abad pertengahan yang telah terbukti dapat memberikan solusi bagi berbagai problem kehidupan masyarakat perlu digunakan dan diterapkan dalam menghadapi alam modern yang sarat dengan problem kehidupan. Dalam hal pendidikan, perenialisme memandang bahwa tujuan utama pendidikan adalah untuk membantu siswa dalam memperoleh dan merealisasikan kebenaran abadi. Aliran ini menilai bahwa kebenaran itu bersifat universal dan konstan. Maka jalan untuk mencapainya adalah melatih intelek dandisiplin mental. Tujuan pendidikan tersebut terurai dalam format kurikulum yang berpusat pada materi (contend based, subject-centered) dan mengutamakan disiplin ilmu sastra, matematika, bahasa, humaniora, sejarah dan lain-lain. Kata Kunci: Teori,