Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Glorify God with Your Body: An Exegesis on 1 Corinthians 6:12-20 and Its Implication for the Christian Life during Pandemic Covid-19 Yesaya Adhi Widjaya
Diligentia: Journal of Theology and Christian Education Vol 3, No 3 (2021): September
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/dil.v3i3.4034

Abstract

In the current situation of life which is very difficult because of the pandemic Covid-19 and its consequences, the urgency for Christian to live holy is inevitable. The complexity and the problem of life were also evidence in 1st Corinthians. However, the attempt to exegete the certain passage of 1st Corinthians related to the current situation and considered the 1st Corinthians text as an encouragement for Christians to glorify God with our body has not yet been enough. Thus, it is prominent to ask the question as how Christian should live in this live with their body? This article aims to exegete 1st Corinthians 6:12-20 and demonstrate that this passage will in truly encourage every Christian to glorify God with their body in this difficult time. The first step is to translate the text directly from the Greek text. The second step is to demonstrate the structure and the exegesis of the text by analysing the grammar with its historical context. The third step which is parallel to the second step is to figure out the theological principles and their practical exhortation. The last step is the conclusion of this research and the application for the current life context. This research will employ the literature study by examine the commentary and journal articles which are relevant to the theme.
Kepemimpinan Guru Kristen: Sebuah Tinjauan Etika Kristen Giofany Junetri; Yesaya Adhi Widjaya
BIA': Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual Vol 3, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/b.v3i2.149

Abstract

Abstract: The life in contemporary era is full of challenges that have a big impact to almost all aspects in society, including for the growth and development of students in school. Christian teachers should be a role model who keeps on equiping their competencies and grow spiritually in order to be able to lead students. Student in turn is expected to response properly with a true morality when facing all the challenges. Teaches leadership is prominent to be a model for the student to obtain a true morality. This paper will demonstrate the relationship or Christian teacher’s leadership to the growth of student from the ethical perspectives. This paper will examine the essence or nature of Christian teacher, factors affecting, obstacles to Christian teacher leadership, and strategies that can be applied by Christian teacher. The true leadership model is Jesus who provides the meaning and example of leadership with humility within the purpose of God’s Kingdom. By recognizing the true leadership of Jesus Christ, Christian teacher can help students to living out this life through the Christian ethics. This paper will also provide suggestions for further research which will included other aspects in education field. Key Words: Christian teacher, students, leadership, perspective, ethic.  Abstrak-Konteks kehidupan zaman ini dipenuhi dengan berbagai tantangan yang memiliki pengaruh yang besar hampir kepada semua aspek kehidupan masyarakat, khususnya bagi pertumbuhan dan perkembangan siswa-siswi di sekolah. Seorang guru Kristen sudah seharusnya menjadi seorang teladan yang secara konsisten menjaga kompetensi dan pertumbuhan spiritual sehingga mampu untuk memimpin siswanya. Siswa diharapkan akan menjadi seorang yang mampu menghadapi realitas hidup ini dengan respon dari moralitas yang benar. Guru adalah teladan pertama yang seharusnya memimpin murid untuk menyadari tentang moralitas yang benar. Makalah ini akan memaparkan kepemimpinan guru Kristen dalam hubungannya dengan pertumbuhan siswa yang ditinjau dari etika Kristen. Makalah ini berisi penjelasan tentang esensi dari natur sebagai seorang guru Kristen, faktor yang mempengaruhi, hambatan atau tantangan menjadi seorang guru Kristen, serta strategi yang bisa di aplikasikan oleh guru Kristen. Model kepemimpinan yang sejati adalah Yesus, yang menyediakan arti dan contoh kepemimpinan dengan kerendahatian dengan kerajaan Allah sebagai tujuannya. Mengakui Yesus sebagai pemimpin yang sejati, seharusnya membuat setiap guru Kriten menyadari untuk kemudian menolong siswanya untuk menghidupi hidup ini berdasarkan etika Kristen. Makalah ini juga menyediakan saran untuk penelitiaan lebih jauh termasuk setiap aspek lingkungan Pendidikan. Kata Kunci: Guru Kristen, peserta didik, kepemimpinan, perspektif, etika
Baptisan Anak Dalam Pengakuan Iman Westminster dan Katekismus Heilderberg Deniati Deniati; Yesaya Adhi Widjaya
Jurnal Teologi dan Pelayanan Kerusso Vol 5 No 1: Jurnal Teologi & Pelayanan KERUSSO - Maret 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.203 KB) | DOI: 10.33856/kerusso.v5i1.120

Abstract

Baptisan adalah salah satu sakramen yang diakui oleh gereja dan diyakini sebagai meterai bagi orang-orang percaya, dan tanda kepemilikan Kristus. Namun, jika Anda melihat praktik di gereja, banyak pertanyaan akan muncul, baik mengenai instrumen yang digunakan dalam pembaptisan dan subyek yang akan dibaptis (anak-anak atau orang dewasa). Ini karena kurangnya pemahaman tentang baptisan serta perbedaan dalam penafsiran Alkitab dan pengakuan iman yang digunakan di gereja. Perbedaan ini menghasilkan munculnya konflik antara gereja dan keberanian dari sekte tertentu, sehingga membuat pernyataan bahwa sekte lain salah atau benar. Meskipun percaya atau menggunakan Alkitab dan kredo yang sama, setiap gereja memiliki pemahaman dan cara yang berbeda dalam menerapkan baptisan di gereja. Karena itu, gereja perlu peka terhadap hal ini. Gereja Allah perlu memiliki kesatuan atau standar kebenaran yang sama, sehingga dalam menjalankan disiplin gereja, itu tetap sesuai dengan kebenaran Firman Allah, Alkitab. Melihat celah atau fakta yang terjadi di gereja Allah, tujuan penulisan makalah ini adalah untuk menunjukkan pandangan dua pengakuan iman yang diakui oleh gereja Reformed mengenai baptisan anak dan menunjukkan bagaimana praktik baptisan harus dipraktikkan di komunitas gereja. Tuhan. Abstrak Indonesia Baptisan adalah salah satu sakramen yang diakui oleh gereja dan diyakini sebagai meterai bagi orang-orang percaya, dan tanda kepemilikan Kristus. Namun, jika Anda melihat praktik di gereja, banyak pertanyaan akan muncul, baik mengenai instrumen yang digunakan dalam pembaptisan dan subyek yang akan dibaptis (anak-anak atau orang dewasa). Ini karena kurangnya pemahaman tentang baptisan serta perbedaan dalam penafsiran Alkitab dan pengakuan iman yang digunakan di gereja. Perbedaan ini menghasilkan munculnya konflik antara gereja dan keberanian dari sekte tertentu, sehingga membuat pernyataan bahwa sekte lain salah atau benar. Meskipun percaya atau menggunakan Alkitab dan kredo yang sama, setiap gereja memiliki pemahaman dan cara yang berbeda dalam menerapkan baptisan di gereja. Karena itu, gereja perlu peka terhadap hal ini. Gereja Allah perlu memiliki kesatuan atau standar kebenaran yang sama, sehingga dalam menjalankan disiplin gereja, itu tetap sesuai dengan kebenaran Firman Allah, Alkitab. Melihat celah atau fakta yang terjadi di gereja Allah, tujuan penulisan makalah ini adalah untuk menunjukkan pandangan dua pengakuan iman yang diakui oleh gereja Reformed mengenai baptisan anak dan menunjukkan bagaimana praktik baptisan harus dipraktikkan di komunitas gereja. Tuhan.
Pornografi dan Kualitas Guru Kristen Sebagai Teladan Hidup Bagi Siswa Widjaya, Yesaya Adhi; Tumanggor, Yehuda Adriel
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 2 No. 2 (2024): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v2i2.111

Abstract

Dewasa ini pornografi menjadi isu besar yang seringkali tidak terlalu digubris dalam masyarakat dibanding isu-isu sosial lainnya. Banyak masyarakat yang menganggap bahwa konsumsi pornografi merupakan hal yang wajar dan tidak terlalu penting untuk diberikan perhatian tinggi. Bahkan sebagian besar masyarakat dunia yang merupakan kalangan dewasa muda mulai mentoleransi dan memaklumi konsumsi pornografi sebagai usaha pemenuhan kebutuhan seksual manusia yang memang seharusnya diterima sejak dulu. Padahal kalangan ini yang berada pada posisi paling ideal untuk memutus ikatan rantai adiksi ini karena mereka yang sedang memegang peranan besar dalam berbagai profesi di dalam masyarakat. Memang ada beberapa kelompok profesi yang menolak pornografi secara terang-terangan, salah satunya adalah profesi guru, namun kenyataannya banyak guru dalam kehidupan pribadinya tetap mengkonsumsi pornografi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka. Oleh sebab itu muncul pertanyaan tentang bagaimana guru seharunya memposisikan dirinya sebagai penuntun generasi berikutnya.
Revisiting Culture: Reforming Christian Cultural Identity Widjaya, Yesaya Adhi
Diligentia: Journal of Theology and Christian Education Vol. 7 No. 1 (2025): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/dil.v7i1.9126

Abstract

This paper discusses the impact of Christianity on today’s culture, so it is written from a Christian perspective. Culture, whether we realize it or not, has a powerful impact on human life. It shapes people's worldview, thinking patterns, life habits, goals, pursuits, choices, and desires. This paper aims to recall the engagement and activeness of Christians in culture, for if not, then Christianity will not have any impact in people's lives, rather it is the world that will influence and shape Christianity. The method used is a literature review, specifically the fine and incisive literatures on the cultural engagement of Christianity. This discussion of cultural engagement will use a four-question structure: "Who Am I, Where Am I, What's Wrong, and What's the Remedy." It is intended that the results of this study will reawaken the consciousness of every reader to reflect on the urgency of Christian cultural engagement in the formation of culture today. At the end, when Christians could re-engage in culture again, Christ and His lordship will once again shine, influence and permeate all aspects of human life for the glory of God.