Dewasa ini pornografi menjadi isu besar yang seringkali tidak terlalu digubris dalam masyarakat dibanding isu-isu sosial lainnya. Banyak masyarakat yang menganggap bahwa konsumsi pornografi merupakan hal yang wajar dan tidak terlalu penting untuk diberikan perhatian tinggi. Bahkan sebagian besar masyarakat dunia yang merupakan kalangan dewasa muda mulai mentoleransi dan memaklumi konsumsi pornografi sebagai usaha pemenuhan kebutuhan seksual manusia yang memang seharusnya diterima sejak dulu. Padahal kalangan ini yang berada pada posisi paling ideal untuk memutus ikatan rantai adiksi ini karena mereka yang sedang memegang peranan besar dalam berbagai profesi di dalam masyarakat. Memang ada beberapa kelompok profesi yang menolak pornografi secara terang-terangan, salah satunya adalah profesi guru, namun kenyataannya banyak guru dalam kehidupan pribadinya tetap mengkonsumsi pornografi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka. Oleh sebab itu muncul pertanyaan tentang bagaimana guru seharunya memposisikan dirinya sebagai penuntun generasi berikutnya.
Copyrights © 2024