Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Urgensitas Bimbingan Konseling terhadap Remaja Broken Heart Sustikasari, Sustikasari
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.2032

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya urgensitas bimbingan konseling terhadap remaja broken heart. Hal tersebut disebabkan karena Sesuatu yang baru apabila berimplikasi kepada perbuatan yang positif tentu tidak masalah, namun apabila mengarah kepada perbuatan yang negatif ini akan menimbulkan masalah. Remaja yang memiliki masalah dan dapat menyelesaikan masalahnya sendiri maka hal tersebut bernilai positif. Namun, sebaliknya kalau memiliki masalah dan tidak dapat menyelesaikannya sendiri serta melampiaskannya kepada perbuatan yang negatif ini berarti perlu bantuan orang lain. Secara sederhana dalam perspektif bimbingan dan konseling, orang yang membantu menyelesaikan permasalahan orang lain disebut sebagai konselor. Konselor inilah yang diharapkan dapat membantu remaja yang bermasalah untuk dicarikan solusinya yang terbaik sesuai dengan ringan dan beratnya problematika yang dihadapi oleh remaja tersebut. banyaknya masalah diatas maka yang harus di rumuskan dalam penelitian ini adalah apakah yang dimaksud remaja, apakah ada peran orang tua dalam mendampingi orang tua terhadap anak yang merasa broken heart tersebut, dan apa yang di maksud broken heart serta apa yang mengakibat kan seorang remaja merasakan broken heart. Dari ayat diatas sudah jelas menjelaskan ketegasan untuk memelihara badan dan pandangan dan menjaga dari maksiyat. Akan tetapi masyakat dan tidak sedikit pula peran orang tua yang tidak menggalakkan hal tersebut karena minimnya pengetahuan tentang agamadan oleh karena itu kita sebagai orang tua harus tegas menjaga anak remaja nya agar tidak terjadi broken heart. Dan untuk itu sangat penting adanya urgensitas layanan bimbingan konseling bagi remaja.
Menyikapi Tantrum Anak Usia Dini terhadap Kecanduan Sosial Media Persepsi Orang Tua di Desa Kubu Sustikasari, Sustikasari
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.2033

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya anak usia dini yang mengalami tantrum karena kecanduan memainkan sosial media. Beberapa faktor yang memengaruhi munculnya perilaku tantrum pada anak termasuk (1) faktor fisiologis, (2) pola asuh, dan (3) lingkungan sosial. Penggunaan smartphone juga memiliki dampak yang signifikan, melibatkan pembatasan perkembangan kecerdasan emosional, risiko dari paparan radiasi, risiko ketidaknyamanan pada leher dan perubahan anatomi tulang, serta kemungkinan penghambatan pertumbuhan anak secara keseluruhan. Terlebih lagi, dampaknya juga mencakup kesulitan dalam memahami pelajaran, potensi risiko terhadap perkembangan psikologis anak, dan perubahan perilaku seperti penurunan motivasi, pembantahan terhadap orang tua, penggunaan kata-kata kasar, serta resistensi untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Pengawasan dan ketegasan orang tua itu sangat lah penting bagi pertumbuhan anak usia dini. Dan orang tua juga tidak boleh lepas kontrol terhadap anak-anaknya.
Upaya Meningkatkan Kualitas Membaca Anak dengan Menggunakan Metode Tempel Label di Forniture:: Studi kasus TK IRA FUN KIDS Pekanbaru Sustikasari, Sustikasari
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.2034

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh upaya meningkatkan kualitas membaca anak dengan menggunakan metode tempel label pada barang forniture, baik itu dengan barang yang ada disekolah ataupun barang yang ada dirumah masing-masing. Dapat dilihat dari perkembangan anak bahwa dengan memakai metode tempel lebel di furniture sangat efisien karena pada suatu kerta tersebut terdapat kata atau nama barang yang dituju serta terdapat gambar dengan barang yang akan dituju. Dari hasil pemberi tindakan yaitu penggunaan penempelan label di forniture dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada anak usia 5 – 6 tahun.Penggunaan metode penempelan lebel pada forniture di berikan agar anak dapat membaca secara keseluruhan yakni mengenal huruf, merangkai huruf menjadi sebuah kata bahkan kalimat, anak juga dapat membaca buku cerita yang memiliki suku kata terbuka. Selain itu, anak belajar membaca dengan menyenangkan. Kesenangan anak dalam membaca tersebut kemudian berkembang dalam kegiatan pembelajaran membaca. Anak semakin memperhatikan minat dan ketertarikan akan pembelajaran membaca beriring dengan rutinnya pemberian tindakan.