Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya urgensitas bimbingan konseling terhadap remaja broken heart. Hal tersebut disebabkan karena Sesuatu yang baru apabila berimplikasi kepada perbuatan yang positif tentu tidak masalah, namun apabila mengarah kepada perbuatan yang negatif ini akan menimbulkan masalah. Remaja yang memiliki masalah dan dapat menyelesaikan masalahnya sendiri maka hal tersebut bernilai positif. Namun, sebaliknya kalau memiliki masalah dan tidak dapat menyelesaikannya sendiri serta melampiaskannya kepada perbuatan yang negatif ini berarti perlu bantuan orang lain. Secara sederhana dalam perspektif bimbingan dan konseling, orang yang membantu menyelesaikan permasalahan orang lain disebut sebagai konselor. Konselor inilah yang diharapkan dapat membantu remaja yang bermasalah untuk dicarikan solusinya yang terbaik sesuai dengan ringan dan beratnya problematika yang dihadapi oleh remaja tersebut. banyaknya masalah diatas maka yang harus di rumuskan dalam penelitian ini adalah apakah yang dimaksud remaja, apakah ada peran orang tua dalam mendampingi orang tua terhadap anak yang merasa broken heart tersebut, dan apa yang di maksud broken heart serta apa yang mengakibat kan seorang remaja merasakan broken heart. Dari ayat diatas sudah jelas menjelaskan ketegasan untuk memelihara badan dan pandangan dan menjaga dari maksiyat. Akan tetapi masyakat dan tidak sedikit pula peran orang tua yang tidak menggalakkan hal tersebut karena minimnya pengetahuan tentang agamadan oleh karena itu kita sebagai orang tua harus tegas menjaga anak remaja nya agar tidak terjadi broken heart. Dan untuk itu sangat penting adanya urgensitas layanan bimbingan konseling bagi remaja.
Copyrights © 2025