Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN INTEGRATED FARMING SYSTEM MELALUI INOVASI SILASE PAKAN TERNAK BERBASIS BATANG PISANG UNTUK MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN DI DESA ADOLANG KABUPATEN MAJENE Irmayanti, Irmayanti; Haloho, Ruth Dameria; Sari, Dwi Ratna; Herilimiansyah, Herilimiansyah; Suardi, Suardi; Armayanti, Armayanti; Wahid, Abd.; Bulan, Rispa Embong
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 11 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i11.3139

Abstract

Ketersediaan pakan ternak yang berkelanjutan merupakan salah satu tantangan utama dalam pengembangan peternakan rakyat, khususnya di Desa Adolang yang mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai petani dan peternak. Pada musim kemarau, peternak sering mengalami kesulitan memperoleh pakan hijauan sehingga berdampak pada penurunan produktivitas ternak. Desa Adolang memiliki potensi limbah pertanian berupa batang pisang yang melimpah, namun belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber pakan alternatif. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak melalui penerapan Integrated Farming System dengan pemanfaatan batang pisang sebagai bahan baku utama pembuatan silase, sehingga mampu mendukung ketahanan pangan lokal. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi persiapan, penyuluhan, pelatihan, pendampingan, evaluasi, dan monitoring. Penyuluhan dilaksanakan untuk memberikan pemahaman mengenai manfaat pakan silase. Pelatihan dilakukan dengan pendekatan learning by doing melalui praktik langsung pembuatan silase batang pisang yang dicampur dengan dedak padi dan molases. Selanjutnya, pendampingan dilakukan melalui kunjungan lapangan guna memantau hasil fermentasi dan memberikan Solusi terkait kendala teknis. Evaluasi dilakukan untuk menilai peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta kualitas silase yang dihasilkan, sedangkan monitoring dilakukan untuk menjamin keberlanjutan kegiatan. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas peternak pengetahuan dan keterampilan sebesar 90.43%. Peserta mampu memahami konsep dasar silase, terampil melakukan proses pembuatan, dan menghasilkan produk silase. Selain itu, peternak menjadi lebih mandiri dalam memanfaatkan limbah batang pisang sebagai cadangan pakan. Program pengabdian masyarakat berbasis Integrated Farming System melalui pembuatan silase batang pisang terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan peternak, menyediakan pakan alternatif yang berkelanjutan, serta mendukung peningkatan produktivitas ternak kambing di Desa Adolang.
Mengenal Bullying Sejak Dini: Penyebab dan Dampaknya di SD Negeri 1 Sukamaju Desa Mataiwoi Az-zahra, Widiya Saleh; Armayanti, Armayanti; Aulia, Nia; Intan, Nur; Sari, Tri Wulan; Meisaroh, Siti; Albi, Muh; Ahmar, Muh; Saleh, Muh Fadly; S, Ditzan Alfiat; Muslihin, Nisrina; Salsabil, Adinda Amalia
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2026): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i3.6393

Abstract

Bullying merupakan salah satu permasalahan yang masih sering terjadi di lingkungan sekolah dan dapat memberikan dampak negatif terhadap perkembangan psikologis, sosial, maupun akademik peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan upaya preventif melalui kegiatan edukasi sejak usia sekolah dasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peserta didik mengenai penyebab, dampak, serta upaya pencegahan bullying di SD Negeri 1 Sukamaju, Desa Mataiwoi. Metode yang digunakan adalah sosialisasi edukatif dengan pendekatan partisipatif yang meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, tanya jawab, pendekatan personal, dan mediasi sederhana terhadap permasalahan bullying yang terungkap selama kegiatan. Sasaran kegiatan adalah siswa kelas IV, V, dan VI. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta didik mengikuti sosialisasi dengan antusias serta mengalami peningkatan pemahaman mengenai bentuk, penyebab, dampak, dan cara pencegahan bullying. Selain itu, beberapa peserta didik mulai berani mengungkapkan pengalaman yang pernah dialami sehingga mahasiswa KKN dapat memfasilitasi komunikasi dan mediasi secara edukatif antara korban dan pelaku. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran, empati, dan kepedulian peserta didik dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying. Dengan demikian, sosialisasi anti-bullying sejak dini menjadi salah satu upaya preventif yang efektif dalam mendukung pembentukan karakter peserta didik dan budaya sekolah yang ramah anak. Anti-Bullying Socialization from an Early Age at State Elementary School 1 Sukamaju Mataiwoi Village Abstract Bullying remains a common issue in schools and may negatively affect students' psychological, social, and academic development. Therefore, preventive educational efforts should be introduced from the elementary school level. This community service activity aimed to improve students' knowledge and awareness regarding the causes, impacts, and prevention of bullying at SD Negeri 1 Sukamaju, Mataiwoi Village. The program employed a participatory educational approach through presentations, interactive discussions, question-and-answer sessions, personal mentoring, and simple mediation for bullying cases identified during the activity. The participants were fourth-, fifth-, and sixth-grade students. The results showed that the students actively participated in the program and demonstrated improved understanding of the forms, causes, impacts, and prevention of bullying. Several students also gained the confidence to share their personal experiences, allowing the KKN team to facilitate educational communication and mediation between victims and perpetrators. Overall, the activity contributed to improving students' awareness, empathy, and concern for creating a safe, supportive, and bullying-free school environment. Thus, early anti-bullying education can serve as an effective preventive strategy to strengthen character education and promote a child-friendly school culture.