Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Sifat Mekanis dan Fisis Bambu Menggunakan Metode Destruktif Junaid, Annisa; Irawati, Inggar Septhia; Awaluddin, Ali
Jurnal Teknik Sipil MACCA Vol. 7 No. 1 (2022): Jurnal Teknik Sipil MACCA
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/734q4945

Abstract

Peluang bambu sebagai bahan material yang bisa menjadi alternatif pengganti kayu karena mudah ditanam dan tidak memerlukan pemeliharaan secara khusus. Bambu dengan kualitas baik dapat diperoleh pada umur 3-5 tahun. Dengan sifat ini bambu dapat berperan dalam menjaga kestabilan lingkungan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui sifat fisis dan mekanis pada bambu. Pengujian dilakukan pada Bambu Petung (Dendrocalamus asper), Bambu Wulung (Gigantochloa atroviolacea), dan Bambu Apus (Giganthochloa apus), masing-masing sebanyak 12 batang yang dipilih acak di toko bambu. Pengujian lentur bambu (destruktif) dilakukan dengan menggunakan Universal Testing Machine (UTM) untuk memperoleh nilai modulus elastisitas (MOE) dan modulus patah (MOR) bambu. Hasil yang diperoleh, modulus elastisitas (MOE) rata-rata dan kuat lentur patah (MOR) rata-rata seluruh bambu berturut-turut 17009 MPa dan 77 MPa. Hubungan modulus elastisitas statis (MOE) dan kuat lentur patah (MOR) menunjukkan korelasi yang baik, yaitu sebesar 0,6228. Sehingga nilai MOE dapat digunakan untuk memprediksi nilai MOR suatu bambu. Hasil kadar air diperoleh yaitu rata-rata 13,68%. Sedangkan berat jenis bambu rata-rata 656,03 kg/m3. Pada bambu jenis petung, kadar air lebih banyak dibanding bambu jenis apus dan wulung.
Pengaruh Bahan Pengawet Boraks dan Ekstrak Tembakau terhadap Perilaku Rekatan Bambu Laminasi Perekat Polymer Isocyanate Mahawan Sumawa, I Wayan Avend; Awaluddin, Ali; Irawati, Inggar Sheptia
Jurnal Permukiman Vol 14 No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2019.14.104-111

Abstract

Bambu Petung (Dendrocalamus asper) dengan sifat mekanik yang dapat disejajarkan dengan kayu masih sangat rentan terserang organisme perusak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik, sifat mekaniknya, pola kerusakan bambu laminasi Petung pasca pengujian mekanik serta metode pengawetan yang efektif terkait dengan retensi pengawet. Penelitian mengacu pada Standar Nasional Indonesia dan American Standard Testing and Material dengan menguji retensi bahan pengawet, sifat fisik (kadar  air dan kerapatan) serta sifat mekanik bambu laminasi (keteguhan geser perekat dan uji lentur) hingga benda uji mencapai pembebanan maksimum (failure). Hasil uji kemudian dibandingkan antara bambu sebelum dan setelah diawetkan yang kemudian dianalisis secara statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kerusakan balok bambu laminasi cenderung mengalami kerusakan geser horizontal pada garis rekatnya (delaminasi). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perlakuan pengawetan memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap Penurunan keteguhan geser perekat.Â