Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

TRADISI TURUN-TEMURUN PEMBUATAN BATIK MASYARAKAT KAMPOENG BATIK LAWEYAN SURAKARTA (SEBUAH TINJAUAN BUDAYA) Wibowo, Prasetyo Adi Wisnu
Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/kawruh.v1i1.238

Abstract

Batik, yang sejak ratusan tahun silam dikenal sebagai jarit 'kain panjang' untuk kaum bangsawan Indonesia (Jawa), kini telah meluas dalam produksi maupun arti fungsi pemakaiannya. Dalam tulisan ini akan dipaparkan bagaimana proses pembuatan batik di kampung Laweyan. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah prosesi membatik di kampung batik Laweyan, informan perajin batik di kampung batik Laweyan, serta naskah lama. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik catat, rekam, dan wawancara mendalam. Teknik analisis data menggunakan langkah-langkah reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Proses pembatikan suatu kain memerlukan tahapan-tahapan khusus yang dimulai dari pemilihan kain mori yang baik, membuat pola dengan ceceg, nembok sampai proses terakhir yaitu mababar. Untuk membuat satu lembar kain dengan motif batik memerlukan alat-alat khusus, antara lain wajan, gawangan, canthing, bandhul, dan lilin atau malam. Banyak sekali jenis-jenis motif kain batik antara lain sidamukti, sidaraja, parangrusak dan sebagainya. Pada jaman dahulu seorang wanita Jawa diharuskan untuk mampu membatik. Adapun kampung yang terkenal sebagai sentra industri kerajinan batik adalah kampung Laweyan di Surakarta dan telah ada sejak zaman kerajaan Pajang. Kata-kata Kunci: Laweyan, batik, tradisi turun-temurun.
Kearifan Lokal Jawa Dalam Tradisi Mitoni Di Kota Surakarta (Sebuah Tinjauan Etnolinguistik) Abdullah, Wakit; Wibowo, Prasetyo Adi Wisnu; Hidayati, Inke Wahyu; Nurkayatun, Siti
Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/kawruh.v2i2.907

Abstract

Mitoni masih eksis di masyarakat Jawa dan mengandung pesan luhur bagi pendukungnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kearifan lokal dalam budaya Jawa mitoni ‘selamatan tujuh bulan wanita hamil’ di Kota Surakarta secara etnolinguistik. Data penelitian meliputi data verbal (istilah, ungkapan, unit lingual yang lain) dan nonverbal (simbol, lambang, sesaji). Sumber data meliputi primer dan skunder. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam dan observasi berpartisipasi menurut ketentuan metode etnografi. Validitas data dijaga dengan teknik triangulasi (metode, teori, peneliti, data). Teknik analisis data dimulai dengan langkah-langkah yaitu reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk teks naratif, meliputi kearifan lokal wanita Jawa di Kota Surakarta, meliputi (1) kearifan religius (religious wisdom), (2) kearifan kultural (cultural wisdom), (3) kearifan ekspresif (expresive wisdom).
A.S Pushkin Influence in Russian Literary Literature Naini, Margarita Olegovna; Sudardi, Bani; Wibowo, Prasetyo Adi Wisnu
Jurnal Sosial, Politik dan Budaya (SOSPOLBUD) Vol. 3 No. 1 (2024): January, 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/sospolbud.v3i1.6517

Abstract

This paper discusses the influence of Alexander Sergeevich Pushkin in the development of Russian Classical Literature. A.S. Pushkin, a great Russian writer in the 1800s. His contribution to the development of Russian literature cannot be seen as an eye. A.S. Pushkin was not only a poet, but also the greatest Russian writer. Alexander Pushkin's work is not only favored by literary activists, but his works are able to make changes to Russian literature. The development of Russian language literature until now has never fallen away from a Pushkin. Great Russian writer who has been recognized all over the world until now.
Deconstructing aesthetics of shadow puppet art in Wahyu Katentreman by Cahyo Kuntadi Santoso, Eko Herry; Mibtadin, Mibtadin; Wibowo, Prasetyo Adi Wisnu
LITE: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol. 21 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/lite.v21i2.12515

Abstract

Abstract This study analyzes the aesthetic deconstruction in wayang kulit (shadow puppet) performances, focusing on the Wahyu Katentreman play performed by puppeteer Cahyo Kuntadi. The study aims to identify the causes, processes, and implications of aesthetic deconstruction in wayang kulit performances and their impact on the sustainability of this traditional art form in the modern era. Using Jacques Derrida’s deconstruction theory as the primary approach, this research also references Jakob Sumardjo’s paradoxical aesthetic theory and Sunardi’s concepts of nuksma and mungguh. A qualitative research method with an interpretative analysis technique was employed, utilizing both primary and secondary data sources. The findings indicate that aesthetic deconstruction in this wayang kulit performance is driven by changing audience preferences influenced by materialism and hedonism. The deconstruction process is evident in the transition from sacred to profane elements, the fusion of various performance styles from Surakarta, Yogyakarta, and East Java, as well as the integration of spontaneous humor within the Punakawan characters. The implications of this deconstruction include the emergence of new references for young puppeteers, increased appreciation of wayang kulit among the millennial generation, and economic benefits for karawitan music groups and local communities. Thus, this study asserts that aesthetic deconstruction in wayang kulit not only contributes to innovation in performing arts but also plays a crucial role in maintaining the relevance of traditional culture amidst dynamic social changes.
Moral Value Analysis in Serat Kitab Kalam Qodrat for Women’s Moral Education Juniarti, Anugrah Putri; Saddhono, K.; Wibowo, Prasetyo Adi Wisnu
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 22, No 1 (2020): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/el.v22i1.8643

Abstract

Morality is a personal guide of distinguishing goodness from badness with their mind. Indonesian women, especially Javanese, are perceived to be moral when they possess noble character reflected in gentle, polite, loyal, and religious attitudes. Many Indonesian cultural products portray the ideal female figure in terms of physical to a moral image. One of the cultural products dedicated to illustrate the typical moral for women is Tambang Macapat. Macapat songs containing moral values for women are the song in Serat Kitab Kalam Qodrat (KKQ). This study focuses on examining the content and moral values of Serat KKQ using gender perspective, with a primary emphasis on women’s gender. The results can be used as a model for Indonesian women and their character education support. This research is qualitative descriptive with a content analysis method. The primary data are the literary works in KKQ from Mpu Tantular Museum collection, Sidoarjo and the thesis of Sri Sulistianingsih (2016) titled Kalam Qodrat book: text edits and structural analysis. The study results are related to women’s morals, respect to parents and a husband (obedient to a husband, loyal, and harmonious), determination, maintaining self-esteem (honor) and the motivation of study. Moralitas merupakan upaya untuk membimbing manusia menggunakan akalnya untuk membedakan kebaikan dan keburukan. Wanita Indonesia khususnya wanita Jawa disebut bermoral ketika memiliki budi pekerti luhur yang tercermin dari sikap lembut, santun, setia dan taat beragama. Banyak produk budaya Indonesia yang menggambarkan sosok perempuan ideal dari segi fisik hingga moralitas. Salah satu produk budaya yang didedikasikan untuk menggambarkan moral ideal bagi perempuan adalah tembang macapat. Salah satu tembang macapat yang memuat nilai moral bagi perempuan adalah tembang macapat yang ada di dalam serat Kitab Kalam Qodrat (KKQ). Fokus studi ini mengkaji isi dan nilai moral dari Serat KKQ menggunakan perspektif gender, dengan fokus utama pada gender perempuan. Hasil kajian dapat digunakan sebagai model bagi perempuan Indonesia serta untuk mendukung pendidikan karakter perempuan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, dengan objek kajian serat KKQ. Menggunakan metode analisis isi. Data utama penelitian ini adalah serat KKQ koleksi museum Mpu Tantular Sidoarjo dan skripsi Sri Sulistianingsih (2016) dengan judul Kitab Kalam Qodrat: suntingan teks dan analisis struktural. Hasil dari penelitian berkaitan dengan moral (akhlak) perempuan, hormat pada orang tua, hormat kepada suami (sikap patuh pada suami, tidak durhaka, setia dan rukun), akhlak berpendirian teguh, menjaga harga diri (kehormatan) serta semangat menuntut ilmu.