Widiastuti, Tiara Ratih
Fakultas Psikologi, Universitas Padjajaran

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Studi Eksplorasi : Analisis Faktor Pendorong Ibu dari Keluarga Penerima Manfaat Bantuan Program Keluarga Harapan dalam Mencapai Graduasi Mandiri Armalid, Ikhwanul Ihsan; Purboningsih, Eka Riyanti; Widiastuti, Tiara Ratih; Ninin, Retno Hanggarani
Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 19, No 3 (2020): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial
Publisher : Babes Litbang Yankessos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/jpks.v19i3.2027

Abstract

Pemerintah sudah membuat program pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan dan pendampingan, menggunakan program keluarga harapan (PKH) sejak tahun 2007. Menurut BPS program ini menjadi program yang efektif dalam mengurangi angka kemiskinan. Terdapat beberapa ibu dari keluarga penerima manfaat (KPM) yang berhasil keluar dari kemiskinan dan berhenti mendapatkan bantuan PKH (Graduasi Mandiri). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif studi eksploratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ibu dari KPM bantuan PKH dapat melalukan graduasi mandiri atau keluar dari kepesertaan PKH. Penelitian dilakukan dengan wawancara mendalam kepada ibu dari KPM bantuan PKH yang berhasil keluar dari kepesertaan PKH karena sudah merasa sejahtera secara ekonomi dan pendamping PKH yang mendampinginya. Penelitian dilakukan di Kabupaten Bandung Barat. Penelitian ini melibatkan 6 responden yang terdiri dari 3 orang ibu KPM bantuan PKH yang sudah tidak mendapatkan bantuan PKH, dan 3 orang pendamping PKH yang mendampingi ibu tersebut. Analisis data menggunakan analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan terdapat faktor internal dan eksternal yang menyebabkan ibu KPM keluar dari bantuan PKH. Faktor internal yang mempengaruhi mereka keluar dari PKH adalah kesadaran diri, perasaan malu, kepercayaan dan motivasi untuk memiliki usaha yang maju. Faktor eksternal yang menyebabkan mereka keluar dari PKH adalah karena adanya dukungan sosial dari keluarga dan pendamping PKH nya.
HUBUNGAN BELIEF IN AFTERLIFE DENGAN KECEMASAN TERHADAP KEMATIAN (Studi pada Individu Muslim Usia 18-21 Tahun) Kayisa Zariayufa; Retno Hanggarani Ninin; Tiara Ratih Widiastuti
Psikoislamedia : Jurnal Psikologi Vol 4, No 1 (2019): PSIKOISLAMEDIA : JURNAL PSIKOLOGI
Publisher : State Islamic University (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.002 KB) | DOI: 10.22373/psikoislamedia.v4i1.6352

Abstract

The purpose of this study was to determine the relationship between belief in afterlife and death anxiety. The subjects of this study were 481 muslims ranging in age from 18 to 21 who came from various cities in Indonesia such as Bandung, Jakarta, Pekanbaru and others. Belief in afterlife was measured using Afterlife Belief Scale for Muslims consisting of three dimensions, positive afterlife belief (7 items); negative afterlife belief (5 items) and extinction (11 items) and death Anxiety Scale-Extended (52 items) was used to measure the death anxiety level. The results of this study indicated no negative relationship between positive afterlife belief and death anxiety. The results of this study also also found a positive relationship between negative afterlife belief and death anxiety but the relationship was classified as a weak relationship (r = 0.115). For the third dimension, the results of also indicated a positive relationship between extinction and death anxiety (r = 0.081). Due to the correlation coefficient, the relationshipwas also classified as weak relationship.
ANALISIS DYADIC RELATIONSHIP MAINTENANCE BEHAVIOR PADA PASANGAN YANG MENJALANI HUBUNGAN PERNIKAHAN JARAK JAUH Galih Khumaeni Elbaliem; Tiara Ratih Widiastuti; Eka Riyanti Purboningsih
Psycho Idea Vol 18, No 2 (2020): Psycho Idea
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.144 KB) | DOI: 10.30595/psychoidea.v18i2.7340

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui noninependensi relationship maintenance behavior pada pasangan suami istri yang menjalani hubungan jarak jauh. Partisipan terdiri dari 52 pasangan. Data diambil dengan teknik snowball sampling. Relationship maintenance behavior diukur dengan skala Relational Maintenance Behavior Measure (RMBM) dari Stafford (2011). Teknik analisis yang digunakan adalah dyadic analysis. Hasil analisis menunjukkan adanya nonindependensi relationship maintenance behavior pada pasangan suami istri yang menjalani hubungan jarak jauh. Dengan demikian, dapat disimpulkan adanya saling ketergantungan dan kesamaan perilaku relationship maintenance behavior pada pasangan yang menjalani hubungan jarak jauh. 
Gambaran kesejahteraan subjektif pada perempuan dewasa yang merawat orang tua dengan demensia Arina Shabrina; Eka Riyanti Purboningsih; Tiara Ratih Widiastuti
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 8 No 2 (2021)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu149

Abstract

Demensia adalah penyakit neurodegeneratif yang berhubungan dengan memori, bahasa, pemecahan masalah, dan kemampuan kognitif lainnya. Tidak hanya pada pasien demensia, anggota keluarga yang menjadi pendamping juga dapat mengalami beban psikologis yang terkait dengan kesejahteraan subjektifnya. Di Indonesia, anak secara budaya diharapkan untuk merawat orang tuanya yang lansia dan ekspektasi tersebut lebih ditekankan pada anak perempuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan kesejahteraan subjektif . Studi kualitatif ini merupakan studi kasus yang menggunakan wawancara semi terstruktur kepada empat anak perempuan dewasa (berusia antara 30-60 tahun) yang merawat orang tua lansia penderita demensia. Dua tema muncul dari komponen kognitif kesejahteraan subjektif: pengaturan hidup bersama dan hubungan sosial dengan pasien. Pendamping seringkali mengalami emosi negatif yang berkaitan dengan peran mereka sebagai pendamping. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa dinamika kesejahteraan subjek berhubungan dengan sikap penerimaan terhadap peran pendamping orang tua dengan demensia.
HUBUNGAN BELIEF IN AFTERLIFE DENGAN KECEMASAN TERHADAP KEMATIAN (Studi pada Individu Muslim Usia 18-21 Tahun) Zariayufa, Kayisa; Ninin, Retno Hanggarani; Widiastuti, Tiara Ratih
Psikoislamedia: Jurnal Psikologi Vol. 4 No. 1 (2019): PSIKOISLAMEDIA : JURNAL PSIKOLOGI
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/psikoislamedia.v4i1.6352

Abstract

The purpose of this study was to determine the relationship between belief in afterlife and death anxiety. The subjects of this study were 481 muslims ranging in age from 18 to 21 who came from various cities in Indonesia such as Bandung, Jakarta, Pekanbaru and others. Belief in afterlife was measured using Afterlife Belief Scale for Muslims consisting of three dimensions, positive afterlife belief (7 items); negative afterlife belief (5 items) and extinction (11 items) and death Anxiety Scale-Extended (52 items) was used to measure the death anxiety level. The results of this study indicated no negative relationship between positive afterlife belief and death anxiety. The results of this study also also found a positive relationship between negative afterlife belief and death anxiety but the relationship was classified as a weak relationship (r = 0.115). For the third dimension, the results of also indicated a positive relationship between extinction and death anxiety (r = 0.081). Due to the correlation coefficient, the relationshipwas also classified as weak relationship.