Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Tindak Tutur Ilokusi pada Interaksi Jual Beli di Pasar Inpres Ruteng dalam Bahasa Manggarai: Kajian Pragmatik Stanislaus Hermaditoyo; Yohanes Wendelinus Dasor; Gregorius Raru; Flora Ana Yanti
Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual Vol 7 No 4 (2023): Volume 7, Nomor 4, 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/riset_konseptual.v7i4.880

Abstract

The purpose of this study was to describe illocutionary speech acts in the interaction of selling and buying in the Ruteng Inpres market in Manggarai, pragmatic studies. This type of research is descriptive qualitative. The data obtained were described using words. Sources of data in this study are sellers and buyers of vegetables, fish, bags, and clothes. At the same time, the data is the spoken language spoken by sellers and buyers who are conducting buying and selling transactions at the Inpres market in Ruteng in Manggarai. Data collection using the observation method with record and note techniques. This study's findings indicate that the bargaining interactions in the Ruteng Presidential Market are illocutionary (representative / assertive, directive, expressive, commissive, and declaration). The most dominant speech acts are directive acts (begging, ordering, questioning). In conversation, there is also a structure that is bounded by a pair of adjoining / side by side. There were eight patterns of adjacent / compatible couples found in the bargaining interactions at the Ruteng Presidential Market, including (1) greeting-greeting patterns, (2) call-answer patterns, (3) information-giving request patterns, (4) the complaint-admit pattern, (5) the requestallowance pattern, (6) the offer-acceptance pattern, (7) the offer-rejection pattern (8) the question-answer pattern.
TEKS DESKRIPTIF DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KURIKULUM 2013 Stanislaus Hermaditoyo
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 10 No. 2 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jpkm.v10i2.747

Abstract

Teks Deskriptif dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kurikulum 2013. Teks deskripsi dalam pembelajaran bahasa Indonesia dilaksanakan dengan menerapkan prinsip bahwa (1) bahasa hendaknya dipandang sebagai teks, bukan semata-mata kumpulan kata-kata atau kaidah-kaidah kebahasaan, (2) penggunaan bahasa merupakan proses pemilihan bentuk-bentuk kebahasaan untuk mengungkapkan makna, (3) bahasa bersifat fungsional, yaitu penggunaan bahasa yang tidak pernah dapat dilepaskan dari konteks karena dalam bentuk bahasa yang digunakan itu tercermin ide, sikap, nilai, dan ideologi penggunanya, dan (4) bahasa merupakan sarana pembentukan kemampuan berpikir manusia. Sehubungan dengan prinsip-prinsip itu, perlu disadari bahwa di dalam teks deskripsi terdapat struktur tersendiri yang satu sama lain berbeda. Sementara itu, dalam struktur teks deskripsi tercermin struktur berpikir. Dengan demikian, makin banyak jenis teks yang dikuasai siswa, makin banyak pula struktur berpikir yang dapat digunakannya dalam kehidupan sosial dan akademiknya nanti. Hanya dengan cara itu, siswa kemudian dapat mengonstruksi ilmu pengetahuannya melalui kemampuan mengobservasi, mempertanyakan, mengasosiasikan, menganalisis, dan menyajikan hasil analisis secara memadai.
Tindak Tutur Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Debat Kelas X SMKN 1 Kuwus Stanislaus Hermaditoyo; Maria Ratna Pawung
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 6 No. 1 (2023): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v6i1.1087

Abstract

Tujuan tulisan ini yaitu untuk membahas tentang tiga jenis tindak tutur yang di dalamnya terdapat tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Dari kegita jenis tindak tutur tersebut peneliti juga mendeskripsikan bentuk-bentuk dari ketiga jenis tindak tutur antara lain. a) Tindak tutur lokusi bentuk-bentuknya yaitu pernyataan, pertanyaan, dan perintah. b) Tindak tutur ilokusi bentuk-bentuknya yaitu tindak asertif, direktif, ekspresif, komisif dan deklarasi. c) Tindak tutur perloksui. Dalam melakukan penelitian tentang Tindak Tutur Guru dan Siswa Dalam Pembelajaran Debat kelas X SMKN I Kuwus menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Untuk teknik pengumpulan data yang akan digunakan dalam penelitian yaitu teknik simak, rekam dan catat. Alasan peneliti mengambil judul tentang tindak tutur guru dan siswa dalam pembelajaran debat kelas X SMKN I Kuwus yaitu karena tindak tutur ini sering digunakan oleh guru dan siswa pada saat kegiatan pembelajaran di kelas, tujuan peneliti mengambil judul tentang tindak tutur ini yaitu untuk menambah wawasan dan mengasah kemampuan peneliti untuk mengetahui jenis, bentuk dan makna tindak tutur guru dan siswa, yang harus dilakukan oleh peneliti sesuai dengan judul yaitu peneliti menganalisis jenis, bentuk dan makna tindak tutur yang dilakukan oleh guru dan siswa, dampak judul tindak tutur yaitu peneliti dapat memahami perbedaan jenis, bentuk, dan makna tindak tutur guru dan siswa dalam pembelajaran debat kelas X SMKN I Kuwus. Hasil penelitian menunjukan bahwa tindak tutur guru dan siswa dalam pembelajaran debat terdapat 37 data, yang diantaranya yaitu tindak tutur lokusi ada 14 data karena dalam bertutur guru dan siswa sering menggunakan tindak tutur pertanyaan dan perintah, ilokusi 20 data karena guru dan siswa sering menggunakan tindak tutur direktif, dan perlokusi 3 data. Dengan demikian tindak tutur yang paling dominan digunakan guru dan siswa kelas X SMKN 1 Kuwus yaitu tindak tutur ilokusi.
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Novel Rapijali 1 Mencari Karya Dee Lestari Stanislaus Hermaditoyo; Kresensia Indriana Valti Yulda
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 6 No. 2 (2023): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v6i2.1175

Abstract

Pendidikan karakter adalah bentuk kegiatan manusia yang didalamnya terdapat suau tindakan yang mendidik. Nilai pendidikan karakter merupakan suatu sistem pendidikan yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai karakter tertentu kepada peserta didik yang di dalamnya terdapat komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan serta tindakan untuk melakukan nilai-nilai karakter. Keberhasilan nilai pendidikan karakter bukan hanya karena mendidik, tetapi juga memberikan motivasi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk nilai pendidikan karakter dalam novel Rapijali 1 Mencari karya Dee Lestari mengacu pada teorinya Samani & Hariyanto (2012:51), yaitu jujur, tanggung jawab, cerdas, sehat dan bersih, peduli, kreatif dan gotong royong.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian ini adalah ditemukam bentuk-bentuk nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Rapijali 1 Mencari karya Dee Lestari. Hasil penelitian ini menunjukkan7 nilai karakter yang terdapat dalam novel Rapijali 1 Mencari karya Dee Lestari. Data yang ditemukan oleh penelitisebanyak 50 data dan terdapat 10 data jujur, terdapat 8 data tanggung jawab, terdapat 9 data cerdas, terdapat 2 data sehat dan bersih, terdapat 11 data peduli, terdapat 4 data kreatif dan terdapat 6 data gotong royong.Data yang paling menonjol dalam novel Rapijali 1 Mencari karya Dee Lestari adalah nilai jujur dan nilai peduli karena nilai jujur dan peduli selalu digambarkan oleh setiap karakter tokoh yang ada dalam novel Rapijali 1 Mencari karya Dee Lestari.Berdasarkan beberapa hasil temuan hasil analisis data, peneliti menyimpulkan bahwa bentuk nilai pendidikan karakter dalam novel Rapijali 1 Mencari karya Dee Lestari, yaitu penggambaran nilai pendidikan karakter dalam setiap tokoh