Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tuturan Ritual Hambor Haju pada Masyarakat Manggarai Sebuah Kajian Linguistik Kebudayaan Raru, Gregorius
Paradigma: Jurnal Kajian Budaya Vol. 6, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study explores the cultural imagery in “ritual speech Hambor Haju at Manggaraian society: a cultural linguistic study”, with two problems that should be researched. Those problems are (1) verbal symbols in ritual speech Hambor Haju; (2) imagery in ritual speech Hambor Haju. This qualitative research was carried oiut in Maggarai Regency, Flores, East Nusa Tenggara province. The data were obtained through observation, interview, documentation study, listening, recording, and note taking. The result of the data analysis is informally reported and verbally described. The data were analyzed using a number of theories and paradigms, particularly cultural linguistics theory from Gary B. Palmer. The results of the study indicates that (1) esthetic form of ritual speech Hambor Haju consists of parallelism and metaphor; (2) verbal symbols of ritual speech Hambor Haju includes grammatical aspects, literary style, and discourse scenario; (3) imagery in ritual speech Hambor Haju consists of (a) esthetics imagery; (b) unity/togetherness imagery; (c) respecting imagery; (d) deliberations imagery; (e) sacred imagery; (f) act imagery; (g) loyalty imagery; (h) ideology imagery; (i) emancipation imagery; (j) seriousness imagery; and (k) pro-existence imagery.
Tindak Tutur Ilokusi pada Interaksi Jual Beli di Pasar Inpres Ruteng dalam Bahasa Manggarai: Kajian Pragmatik Stanislaus Hermaditoyo; Yohanes Wendelinus Dasor; Gregorius Raru; Flora Ana Yanti
Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual Vol 7 No 4 (2023): Volume 7, Nomor 4, 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/riset_konseptual.v7i4.880

Abstract

The purpose of this study was to describe illocutionary speech acts in the interaction of selling and buying in the Ruteng Inpres market in Manggarai, pragmatic studies. This type of research is descriptive qualitative. The data obtained were described using words. Sources of data in this study are sellers and buyers of vegetables, fish, bags, and clothes. At the same time, the data is the spoken language spoken by sellers and buyers who are conducting buying and selling transactions at the Inpres market in Ruteng in Manggarai. Data collection using the observation method with record and note techniques. This study's findings indicate that the bargaining interactions in the Ruteng Presidential Market are illocutionary (representative / assertive, directive, expressive, commissive, and declaration). The most dominant speech acts are directive acts (begging, ordering, questioning). In conversation, there is also a structure that is bounded by a pair of adjoining / side by side. There were eight patterns of adjacent / compatible couples found in the bargaining interactions at the Ruteng Presidential Market, including (1) greeting-greeting patterns, (2) call-answer patterns, (3) information-giving request patterns, (4) the complaint-admit pattern, (5) the requestallowance pattern, (6) the offer-acceptance pattern, (7) the offer-rejection pattern (8) the question-answer pattern.
Skenario Wacana Ritual Koso Wancang Masyarakat Todo: Kajian Linguistik Kebudayaan Raru, Gregorius; Yovantus Abut, Eduardus; Gulfani Putri, Sisilia
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v5i2.1690

Abstract

Penelitian ini mengkaji skenario wacana ritual Koso Wancang pada masyarakat Todo kecamatan Satar Mese Kabupaten Manggarai dari kaca mata ilmu linguistik kebudayaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan skenario wacana berdasarkan data bahasa dan makna dari ritual Koso Wancang tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah deskriptif. Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah instrumen panduan simak, panduan wawancara, teknik rekam, dan teknik catat. Skenario wacana dalam ilmu linguistik kebudayaan mencakup kajian tentang siapa berbicara kepada siapa dalam suatu ritus kebudayaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa skenario wacana linguisti kebudayaan dalam Koso Wancang merupakan sebuah istilah yang digunakan oleh masyarakat Manggarai, khususnya masyarakat Todo yang terbagi dalam empat skema, yaitu skema tindak tutur, skema urutan, skema perspektif, dan skema ideasional. Keempat skema wacana ini mengarah pada pemaknaan bahwa Koso Wancang bermakna pada upacara pengangkatan arwah dari orang yang meninggal supaya tidak lagi tinggal di rumah atau pondok yang ditinggali selama hidup dan yang sifatnya hanya untuk sementara untuk pergi agar keluarga yang tinggal di rumah atau pondok tersebut tidak merasa terganggu. Hal ini menunjukkan bahwa ada pemisahakan antara kehidupan orang yang telah meninggal dan yang masih hidup pada masyarakat Todo, kaupaten Manggarai.