Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Illustrations for Encyclopedia Erupting Mountain Theme Purmaningrum Maeni
JOMANTARA Vol 1 No 1 (2021): Vol. 1 No. 1 January 2021
Publisher : Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.745 KB) | DOI: 10.23969/jijac.v1i1.3529

Abstract

Indonesia is a country that has a great potential for natural disasters, because of the location of geographic and others. Indonesia's geographical location in the growth zone of three plates namely Eurasia, Indo-Australia and Pacifica or commonly known as ring of fire, causes Indonesia to have many active volcanoes. This makes Indonesia vulnerable to natural disasters earthquakes, erupting mountains, tsunamis and others. To collect detailed actual information that describes the symptoms of nature as well as the situation of social symptom conditions then this research is carried out with descriptive qualitative and quantitative research methods. Illustration design is conveyed through drawings, illustrations, or photos about disaster situations and conditions that are equipped with narratives though effective language. It is expected that by the illustrations through visual images and combined with the narrative the interest of students, especially children can be more aroused so that the information presented can be more quickly captured and understood. The design of an encyclopedic book illustration that is useful as a support for Social Science lessons themed on natural disasters, especially erupting mountains. With the availability of the book Encyclopedia of Mount Erupting for elementary school students, it is expected that knowledge about the erupting mountain can be conveyed interestingly so that children can have better understanding of the causes and how to deal with the disaster of erupting mountains.
SOCIAL CAMPAIGN DESIGN ABOUT THE STORY OF SUNDANESE PANTUN CIUNG WANARA FOR TEENAGERS IN BANDUNG Purmaningrum Maeni; Hastami Sekar Zahtia; Hadiansyah Hedi
JOMANTARA Vol. 3 No. 1 (2023): Vol. 3 No. 1 January 2023
Publisher : Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jijac.v3i1.7066

Abstract

Teenagers are the next generation that will have to bequeath culture to the next generation. Without sufficient understanding, the influence of incoming foreign cultures could replace the local culture. The era of digitalization and culture that also continues to develop should be harmonized. In the sphere of literacy, the era of digitalization brings influence and change to comics. Digital comics that elevate the stories and cultural traditions of a particular region is one example of a form of cultural rejuvenation. Like Metalu Kyoyuzuki's digital comics, 7 Wonders which tells the story of Jaka Tarub, has been liked 9.7 million times with a rating of 9.82 out of 10 since its first airing in July 2016 (cnnindonesia.com: 2020). Folklore itself is a cultural expression of a society through the language of speech that is directly related to various aspects of culture. Broadly speaking, the values in Sundanese culture are reflected through the daily life of the people who live the philosophy of living silih asah, silih asih and silih asuh. In addition, unlike Pantun Melayu, Sundanese pantun story is part of mythical folklore and is considered sacred because it contains a moral message; emotionally; and other life values. The data supporting this research were obtained through literature studies and interviews of resource persons to understand about Ciung Wanara culture and stories. While the determination and data of target audience segmentation is obtained through questionnaires and observations. The rejuvenation of the form and media that packaged the story was conveyed through a social campaign aimed at the late teenagers in Bandung. This campaign is a forum to remind, invite and encourage targets to pay more attention and understand the local culture through exciting new forms of media.
Visualisasi Buku Self Healing Overthinking Is My Hobby, And I Hate It Karya Alvi Syahrin Melalui Komik Strip Di Instagram Salamah, Nauroh; Nurmalinda, Erna; Maeni, Purmaningrum
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 6, No 3 (2024): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v6i3.11184

Abstract

Overthinking merupakan sebuah kecenderungan pada seseorang dalam memikirkan suatu skenario, permasalahan, atau kejadian dengan durasi yang berlebihan dan tanpa henti. Orang yang mengalami overthinking sering kali terperangkap dalam siklus berpikir yang berulang, fokus pada setiap detail, menganalisa skenario tentang kemungkinan terburuk, meragukan keputusan sendiri, dan kesulitan menghentikan atau mengalihkan isi pikiran mereka kepada hal lain. Dalam buku self healing Overthinking is my hobby, and I hate it karya Alvi Syahrin membahas berbagai hal yang sering kali dipikirkan secara berlebihan oleh orang-orang terlebih remaja akhir yang memasuki masa transisi menuju dewasa. Hal-hal seperti hubungan dengan orang lain, pendidikan, karir, dan sebagainya merupakan persoalan umum yang dipikirkan dan dibahas dengan cukup baik dalam buku ini. Namun tidak semua orang menikmati kegiatan membaca buku terutama dengan perkembangan sosial media yang semakin pesat, orang-orang cenderung lebih menyukai media visual seperti gambar dan video yang bisa dilihat dengan waktu yang singkat. Setelah dilakukan pengamatan untuk mendapatkan kesimpulan dan solusi berkaitan dengan upaya penyebaran informasi dari buku self healing tersebut menggunakan metode 5W+2H, bisa ditarik kesimpulan bahwa komik merupakan media yang belakangan ini mengalami peningkatan pada peminat yang terutama berasal dari kalangan anak muda, ditambah dengan semakin mudahnya penyebaran informasi di sosial media seperti Instagram, X atau Twitter, Tiktok, dan semacamnya. Solusi yang pada akhirnya diputuskan untuk dipergunakan adalah komik strip. Komik strip merupakan solusi yang dipilih karena merupakan media visual yang simpel, menarik perhatian, juga bisa dilihat dengan waktu yang singkat. Dengan menggunakan Instagram sebagai media penyebaran informasi, diharapkan informasi tersebut bisa menjangkau target secara lebih luas dari sebelumnya.Kata kunci: Overthinking, self-healing, Informasi, Komik strip
Perancangan Aplikasi Digital Sebagai Media Komunikasi Antara Nondifabel Dengan Penyandang Tuli Fadhly Abdillah; Purmaningrum Maeni; Dwi Ario Abadi
ArtComm Vol 1 No 2 (2018): ArtComm
Publisher : Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.814 KB) | DOI: 10.37278/artcomm.v1i2.118

Abstract

Komunikasi merupakan salah satu faktor utama dalam menunjang ketercapaiannyasebuah visi misi suatu perusahaan, tak terlepas penyandang disabilitas tuli,penyandang tuli memiliki keterbatasan dalam pendengaran, sehingga komunikasiyang terjalin sampai saat ini belum berjalan dua arah. Maka dari itu dibutuhkan sebuahmedia untuk menjembatani permasalahan yang terjadi di sebuah perkantoran/perusahaan. Tujuan dari perancangan ini adalah untuk memecahkanmasalah ketika terjadinya banyak gangguan komunikasi atau sulitnya komunikasiantara penyandang tuli dengan rekan kerja nondifabel. Metode yang digunakan dalamperancangan ini adalah penelitian kualitatif, instrument yang digunakan dengan caraobservasi, wawancara dan kajian pustaka dengan pendekatan Human Centred Design.Dalam perancangan ini menawarkan solusi berupa aplikasi digital yang dapatdigunakan oleh penyandang tuli dan rekan kerja nondifabel, kesimpulnan daripenelitian ini menujukkan bahwa aplikasi digital mampu memjembatani proseskomunikasi dalam lingkup perusahaan, namun perlu mengembangkan fitur-fitur lainsehingga aplikasi dapat bekerja lebih efektif.
Perancangan Buku Dongeng Telaga Warna Purmaningrum Maeni; Hedi Hadiansyah; Annisa Insyirah
ArtComm Vol 2 No 1 (2019): ArtComm
Publisher : Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1275.248 KB) | DOI: 10.37278/artcomm.v2i1.167

Abstract

Keluarga merupakan tempat pertama anak untuk mengedukasi diri salah satunya mengenai nilaipositif kehidupan, Menanamkan nilai-nilai positif kehidupan kepada anak tidaklah mudah namundapat dilakukan dari usia prasekolah, salah satu alternatif untuk membantu orang tua dalammenanamkan nilai positif kepada anak adalah melalui dongeng, karena dengan dongeng akanmempermudah untuk menyampaikan pesan positif yang terkandung dalam cerita tersebut. Salah satucara untuk memudahkan penyampaiannya dapat dibantu dengan menggunakan gambar ilustrasi dalamberbagai media. Ilustrasi semi realis lebih mudah dipahami oleh anak2 sebagai target audiance untukmembantu menyampaikan pesan moral. Media alternative berupa buku dongeng Interaktif dianggapsebagai media yang ramah bagi anak dan praktis dan dengan tambahan interaksi sederhana akanmenambah interaksi yang terjadi antara orang tua dan anak. Tema yang diangkat dalam perancanganini adalah mengenai dongeng telaga warna, karena banyak orang tua yang tidak tahu mengenaidongeng telaga warna serta pesan positif dalam dongeng telaga warna tersebut, meski lebih banyakyang tahu bahwa telaga warna merupakan tempat wisata.
Perancangan Motion Graphic Mengenai Pubertas Bagi Remaja di Kampung KB Gugunungan Kabupaten Bandung Salsabila Firdausiah; Nichi Hana Karlina; Purmaningrum Maeni
ArtComm Vol 6 No 1 (2023): ArtComm
Publisher : Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37278/artcomm.v6i1.601

Abstract

Remaja merupakan masa transisi perubahan dari anak anak menjadi dewasa. Dalam prosesnya terdapat berbagai macam perubahan yang terjadi dalam tubuhnya baik secara fisik, psikis dan seksualitas. Selama fase ini berlansung remaja menjadi memiliki rasa keingin tahuan yang besar, menyukai petualangan dan tantangan juga berani mengambil resiko atas perbuatannya tanpa pertimbangan yang matang. Hal ini menjadikan seks edukasi penting untuk diberikan kepada remaja, akan tetapi anggapan bahwasannya seks edukasi itu masih tabu dan canggung untuk dibahas remaja terkadang kesulitan untuk bertanya begitu pun dengan orang tua nya, mereka kesulitan dalam memberikan informasi mengenai itu semua, termasuk remaja dan orang tua di Kampung KB Gugunungan Desa Jelekong Kabupaten Bandung. KP KB Gugunungan memiliki sebuah program yang mampu menyongkong kegiatan dalam memberikan edukasi kepada remaja disana mengenai seks edukasi, namun dalam penyampaiannya masih menggunakan Teknik presentasi yang sederhana atau konvensional tanpa alat bantu materi yang representatif Tujuan perancangan ini untuk memberikan edukasi remaja di Kampung KB Gugunungan mengenai pubertas dan cara menjaga kebersihannya selain itu untuk memberikan Kampung KB Gugunungan media yang mengakomodasi penyuluhan program BKR dalam menyampaikan salah satu materinya dengan menggunakan media motion graphic. Metode penelitian yang digunakan dalam perancangan ini adalah metode deskriptif-kualitatif yang difokuskan dalam pembahasan analisa mengenai pubertas, remaja, KP KB, hingga perancangan motion graphic. Dengan adanya media edukasi motion graphic untuk media edukasi dalam kegiatan penyuluhan kepada remaja mengenai pubertas sehingga remaja dapat memahami perubahan pada tubuh dan mulai menjaga kebersihan tubuhnya.
Design of an Illustrated Book “Something In To You” On the Importance of Self-Love to Enhance Self-Confidence Among Young Women in Bandung, Indonesia Alvitarisa Nadhiva, Auradyta; Maeni, Purmaningrum; Firli, Herdiana
JOMANTARA Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 July 2025
Publisher : Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jijac.v5i2.29797

Abstract

Self-confidence is one of the most essential qualities every individual should possess. A common issue observedtoday is that many adolescents still struggle with low self-confidence in their daily lives. One of the main causesof low self-confidence is the lack of attention to oneself, or in other words, the lack of self-love. Self-love playsa crucial role in enabling individuals to live their lives in a more balanced manner. Loving oneself means valuingone’s well-being and personal happiness.The method used to address this issue is a qualitative approach, inwhich data were collected through literature studies, observations, and interviews with both the target audienceand experts. The findings indicate that individuals with a strong sense of self-love tend to be more confident,less affected by others’ negative opinions, and more capable of facing challenges with conviction. However, selflove also requires support from the surrounding environment, or at least a source of motivation that helpsindividuals rise again.Therefore, an illustrated book on the theme of self-love was designed to provide insightsand enhance self-confidence through the practice of loving oneself. The book contains guidance and methods onhow to manage and cultivate self-love, as many people still lack an understanding of how to implement it intheir lives. Through these illustrations, it is hoped that individuals experiencing self-doubt can learn to applyself-love and overcome their lack of confidence.
Analisis Narasi Visual Poster Asian Games 2018 Versi Panahan (Mel Ahyar) Fadhly Abdillah; Purmaningrum Maeni; Erna Nurmalinda
Jurnal Desain Vol 7, No 2 (2020): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.481 KB) | DOI: 10.30998/jd.v7i2.5832

Abstract

Poster merupakan salah satu media konvensional yang sering digunakan untuk menyampaikan sebuah pesan, terutama dalam konsep periklanan, baik itu iklan produk, jasa maupun sebuah kegiatan. Asian games merupakan ajang olahraga wilayah Asia empat tahunan yang diselenggarakan di salah satu negara di Asia, yang pada aktivitasnya promosinya membutuhkan media, salah satunya adalah poster dalam menyampaikan informasi kegiatannya, baik itu sebelum berlangsung, ketika berlangsung, dan juga setelah kegiatan berlangsung. Tulisan ini membahas bagaimana analisis narasi visual dari poster Asian Games 2018 versi panahan. Dengan menggunakan pendekatan tinjauan desain, dan analisis narasi visual. Tinjauan desain dipakai sebagai metoda dalam memecah tahapan tahapan analisis, antara lain, deskripsi obyektif, analisis formal, interpretasi dan penilaian. Sedangkan narasi visual, yang merupakan cabang dari teori budaya visual digunakan sebagai pisau penelitian untuk menganalisis expectation, attention dan memory. Hasil analisis ini adalah pesan yang ingin disampaikan pada poster ini bahwa kita bangsa Asia pada umumya dan warga Indonesia pada khususnya merasa bangga dengan kekayaan budaya yang dimiliki, baik itu dalam hal fesyen, sejarah bahkan olahraga, dan harus terus melestarikan juga menjunjung tinggi.