Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Kesehatan

FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN RUPTUR PERINEUM PADA IBU BERSALIN Nurulicha Nurulicha
Jurnal Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v7i2.124

Abstract

Perdarahan post partum  menjadi penyebab utama 40% kematian ibu di Indonesia. Robekan Jalan lahir merupakan penyebab kedua tersering dari perdarahan  pasca persalinan setelah atonia uteri. Ruptur perineum merupakan perlukaan jalan lahir yang terjadi pada saat kelahiran bayi baik menggunakan alat maupun tidak menggunakan alat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ruptur perinium pada ibu bersalin di Bidan Praktek Swasta Desa Mekarsari Kabupaten Bogor tahun 2015. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional, analisa data dengan uji  Chi-square. Data yang dikumpulkan berupa data sekunder yang di dapat dari rekam medik pasien. Sampel yang diambil berjumlah 86 orang, teknik total sampling. Analisa yang digunakan adalah univariat dan bivariat. Hasil penelitian tidak ada hubungan  yang signifikan antara faktor paritas dengan kejadian rupur perineum, dari 86 responden 58 orang (67%) ibu dengan multipara/grande multipara dengan  Pvalue=0,058, sedangkan terdapat hubungan yang signifikan antara jarak kehamilan dengan ruptur perinem, dari 86 responden 50 orang (58%) pada jarak kehamilan ≥2 tahun dengan Pvalue=0,038,OR=1,023,terdapat hubungan yang signifikan antara berat badan bayi dengan ruptur perineum, dari 86 responden 69 orang (80%)  ibu bersalin dengan berat badan bayi 2500-4000 dengan Pvalue=0’028,OR=1,144,  terdapat  hubungan yang signifikan antara umur ibu dengan ruptur perineum, dari 86 responden 73 orang (85%) melahirkan pada kelompok umur 20-35 tahun dengan  Pvalue= 0,046, OR=0,046dan terdapat hubungan yang signifikan antara episiotomi dengan ruptur perineum dari 86 responden 70 orang (81%) tidak dilakukan episiotomi dengan Pvalue=0,034, OR= 1,141dengan kejadian ruptur perineum.Kata kunci : Ruptur perinium, paritas, jarak kehamilan, berat badan bayi, umur, episiotomy  ABSTRACTPostpartum hemorrhage is a major cause 40% of maternal deaths in Indonesia. Rips Road birth is the second most common cause of postpartum hemorrhage after an atonic. Rupture of the perineum is the birth canal injury that occurred at the time of birth either using or not using a tool. The purpose of this study was to determine the factors associated with rupture perinium on maternity midwife mother Private Practice Bogor Regency Village Mekarsari 2015. Penelitian year was conducted by the method of analytic research with cross sectional data analysis with Chi-square test using SPSS 22.Data collected in the form of secondary data obtained from patient records. Samples were taken totaling 86 people, total sampling technique. The analysis used is univariate and bivariate. The results of the study there was no significant relationship between the factors of parity with incident rupur perineum, of 86 respondents 58 people (67%) of mothers with multiparous/grande multipara with pvalue = 0.058, whereas there is a significant correlation between the distance pregnancy with rupture perinem, of 86 respondents 50 people (58%) at a distance of pregnancy ≥ 2 years with pvalue = 0.038, OR = 1.023, there is a significant relationship between infant weight with rupture perineum, 69 of 86 respondents (80%) of mothers with a birth weight babies 2500- 4000 with pvalue = 0'028, OR = 1.144, there is a significant relationship between mother's age at rupture perineum, 73 of 86 respondents (85%) gave birth to the age group of 20-35 years with pvalue = 0.046, OR = 0.046 and contained a significant association between episiotomy to perineal rupture of 86 respondents 70 people (81%) did not do an episiotomy with pvalue = 0.034, OR = 1,141dengan rupture perineum.Keywords: Ruptured perinium, parity, spacing of pregnancy, the baby's weight, age, episiotomy
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP PADA REMAJA PUTRI TENTANG FLUOR ALBUS Nurulicha Nurulicha; Awis Hamid Dani
Jurnal Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v5i2.170

Abstract

Fluor albus atau keputihan dapat mengenai sebagian besar wanita termasuk di dalamnya keputihan yang dapat mengenai remaja putri.Hal ini terkait dengan pengetahuan remaja tentang fluor albus. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan sikap remaja putri tentang fluor albus di MTS Al-Ittihad Tanjungsari Bogor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Data yang digunakan adalah data primer dengan instrumen penelitian adalah kuesioner yang disebarkan pada 81 responden di kelas 1, 2 dan 3diambil dengan metode angket. Analisis data untuk pengujian hipotesis menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian menunjukan pengetahuan tentang fluor albus pada remaja putri dengan pengetahuan kurang sebesar 35,80%, sedangkan untuk remaja putri yang memiliki sikap negatif sebesar 43,21%. Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan sikap remaja putri tentang fluor albus di MTS Al-Ittihad Tanjungsari Bogor. Simpulan dari penelitian ini bahwa terdapat hubungan yang bermakna (p<0,05) yaitu pengetahuan yang kurang yang akan menyebabkan sikap negatif tentang fluor albus pada remaja putri di MTS Al-Ittihad Tanjungsari Bogor.Kata kunci : pengetahuan, sikap, fluor albus. ABSTRACTFluor albus affect the majority of women include adolescence. This problem related to lack of knowledge about fluor albus. The purpose of this research is to investigate the relationship between knowledge and attitude about the fluor albus of adolescence in Senior High School IttihadTanjungsari Bogor. Method used in this research is the analytical method with cross sectional approach. The data used are primary data with the research instrument was the questionnaire distributed in 81 respondents in grades 1, 2 and 3 Senior High School. Research shows that knowledge of the fluor albus in adolescence with less knowledge is 35.80%, while for adolescencewho have negative attitude is 43.21%. There is a significant relationship between knowledge and attitude of adolescence about the fluor albus in Senior High School Ittihad Tanjungsari Bogor. The conclusions from this research therewas a significant correlation(p <0.05), that lackof knowledgewilllead tonegative attitudesaboutfluoralbusin adolescenceatSenior High School1Ittihad Tanjungsari bogorKey words: knowledge, attitudes, fluor albus.