Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tinjauan Sistematis: Efektivitas Yoghurt dalam Mencegah Stroke dan Diabetes Tipe 2 Kezia, Valerie; Rahmatillah, Diana Laila
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 6 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i6.4306

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) dan stroke merupakan dua penyakit tidak menular utama yang menyebabkan tingginya angka morbiditas dan mortalitas secara global. Keduanya memiliki faktor risiko yang saling beririsan, seperti hipertensi, dislipidemia, obesitas, dan inflamasi sistemik kronis, sehingga memerlukan pendekatan pencegahan yang terintegrasi. Yoghurt probiotik yang mengandung mikroorganisme hidup berpotensi sebagai intervensi gizi karena kemampuannya dalam mengatur mikrobiota usus, menurunkan peradangan, serta memperbaiki metabolisme glukosa dan lipid. Namun, sebagian besar penelitian terdahulu hanya membahas efek yoghurt terhadap DMT2 atau stroke secara terpisah. Penelitian ini mengisi celah tersebut dengan menelaah secara sistematis literatur ilmiah terkini untuk mengevaluasi manfaat konsumsi yoghurt dan yoghurt probiotik dalam mencegah kedua penyakit secara simultan. Metode yang digunakan adalah tinjauan sistematis terhadap 50 publikasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil menunjukkan bahwa konsumsi yoghurt probiotik berhubungan dengan peningkatan kontrol glikemik, perbaikan profil lipid, penurunan tekanan darah, serta efek antiinflamasi. Temuan ini mendukung peran ganda yoghurt probiotik dalam pencegahan DMT2 dan stroke. Secara akademik, penelitian ini memperkuat kerangka intervensi nutrisi berbasis probiotik, dan secara praktis memberikan dasar bagi kebijakan kesehatan masyarakat yang mendorong konsumsi yoghurt probiotik sebagai bagian dari pola makan sehat.
Clinical Outcome Resistensi Antibiotik Pada Pasien Unit Perawatan Intensif (ICU) Lengkey, Veisy Dianty; Rahmatillah, Diana Laila; Ibrahim, Baharudin
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55922

Abstract

Resistensi antibiotik menjadi tantangan utama dalam pelayanan kesehatan global, khususnya pada pasien Unit Perawatan Intensif (ICU). Infeksi bakteri penghasil Extended-Spectrum Beta-Lactamase (ESBL) dapat membatasi pilihan terapi dan memperburuk luaran klinis hingga meningkatkan risiko kematian. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan resistensi antibiotik terhadap clinical outcome pada pasien ICU. Desain yang digunakan adalah analitik retrospektif terhadap 201 pasien ICU. Analisis data meliputi uji Chi-Square untuk variabel kategorik, uji Mann–Whitney untuk lama rawat inap guna menentukan faktor risiko independen mortalitas. Hasil menunjukkan infeksi ESBL berhubungan signifikan dengan mortalitas (p = 0,001).