Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembentukan Kelompok Pendukung ASI di Kelurahan Rua Kecamatan Pulau Ternate Hi Saraha, Rosida; T Djama, Nuzliati; Matjino, Sitti Hubaya
ABDIKESMAS MULAWARMAN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol.3 No.1 Mei (2023) : ABDIKESMAS MULAWARMAN
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/abdikesmasmulawarman.v3i1.108

Abstract

Cakupan Air Susu Ibu (ASI) eksklusif secara umum belum memenuhi target Nasional, antara lain disebabkan masih adanya stigma yang melekat erat di sebagian besar masyarakat Indonesia yaitu menyusui merupakan urusan perempuan atau ibu saja. Pandangan ini sangat bias gender, pada hakikatnya bahwa perempuan memiliki kodrat untuk menyusui, namun laki-laki memiliki peran penting dalam memberikan dukungan pada ibu untuk terus menyusui sehingga tercapai keberhasilan ASI eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan. Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Ternate melalui tim pengabdian kepada masyarakat membentuk Kelompok Pendukung ASI Esklusif sebagai salah satu upaya penyelesaian masalah menyusui guna peningkatan derajat kesehatan masyarakat secara mandiri. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah Pelatihan dan pendampingan melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman nyata agar masyarakat berusaha mengembangkan kemampuan dan potensi sumber daya yang dimilikinya guna membantu ibu menyusui secara ekslusif. Hasil kegitan pengabdian masyarakat menunjukkan ada peningkatan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman nyata melalui keberhasilan pengelolaan kelompok pendukung ASI ekslusif di kelurahan Rua.
Pembentukan Kelompok Pendukung Asi Untuk Percepatan Capaian Asi Eksklusif Dan Pencegahan Stunting Di Kelurahan Fobaharu Kecamatan Tidore Utara Matjino, Sitti Hubaya; Usman, Supriyanti R
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Desember)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v3i1.555

Abstract

There is still a stigma and stereotype that is closely attached to most Indonesian people, namely that breastfeeding is only a matter for women or mothers. In essence, women have the nature to breastfeed, but men have an important role in providing support for mothers to continue breastfeeding so that exclusive breastfeeding is achieved and continued with breast milk and complementary foods (MP ASI) until the child is 2 years old. Data collection and interviews with breastfeeding mothers by students of the Midwifery Department while conducting Field Work Practices (PKL) in Fobaharu Village, Rumbali bunga Health Center Work Area, North Tidore District, obtained data that out of eight babies, four babies under the age of six months had been given complementary foods (MP ASI), the low understanding of mothers and the Fobaharu community about exclusive breastfeeding, the low support of husbands, families and the community for breastfeeding mothers. The purpose of this activity is to form a breastfeeding support group and to increase the knowledge, skills, awareness and understanding of all components of society about the importance of Exclusive Breastfeeding in preventing Stunting. By providing socialization, training, and direct practice to the Breastfeeding Support Group. The results showed an increase in participant knowledge with a sufficient category of 67%, and good 33% pretest and after training (posttest) it became good 89%, the skills of participants were very skilled in performing good and correct breastfeeding techniques as many as 9 people, the skills of participants in performing oxytocin massage according to the observation sheet as many as 8 people, and the skills of participants in performing good and correct counseling techniques as many as 9 people, the skills of participants in performing oxytocin massage according to the observation sheet as many as 8 people, and the skills of participants in performing counseling techniques correctly as many as 5 people.