Mannuhung, Suparman
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBELAJARAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP KEBERHASILAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI KELAS VIII SMP Abbas, Sitti Aisyah; Sukmawati, Henni; Mannuhung, Suparman; Amalia, Nur
Jurnal Andi Djemma | Jurnal Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/jad.v8i2.3293

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) Proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di kelas VIII SMP 1 Batang; (2) Penggunaan media audio visual dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI di kelas VIII SMP 1 Batang; dan (3) Kelebihan serta kekurangan media audio visual dalam mendukung hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan menggunakan pendekatan pedagogis. Sumber data primer diperoleh dari guru dan siswa mata pelajaran PAI, sedangkan data sekunder bersumber dari buku, jurnal, dan karya ilmiah lain yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Uji keabsahan data dilakukan melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, pembelajaran PAI di kelas VIII masih didominasi oleh metode ceramah yang bersifat praktis, dengan penyampaian materi secara lisan. Kedua, penggunaan media audio visual terbukti mampu meningkatkan pemahaman dan motivasi belajar siswa karena penyampaian materi menjadi lebih menarik, efektif, dan efisien. Ketiga, media audio visual memiliki kelebihan seperti membantu siswa mengenal alat komunikasi modern, meningkatkan motivasi belajar, dan dapat digunakan dalam kelompok besar maupun kecil. Namun demikian, terdapat beberapa kendala, seperti belum tersedianya speaker permanen di kelas, keterbatasan proyektor, serta kebutuhan waktu dan biaya dalam pembuatan media. Sebagai saran, sekolah perlu menyelenggarakan pelatihan teknologi informasi (IT) bagi guru, serta mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas pembelajaran yang telah tersedia agar dapat digunakan secara maksimal dalam menunjang kualitas proses pembelajaran, khususnya dalam mata pelajaran PAI.
PEMBELAJARAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP KEBERHASILAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI KELAS VIII SMP Abbas, Sitti Aisyah; Sukmawati, Henni; Mannuhung, Suparman; Amalia, Nur
Jurnal Andi Djemma | Jurnal Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/jad.v8i2.3293

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) Proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di kelas VIII SMP 1 Batang; (2) Penggunaan media audio visual dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI di kelas VIII SMP 1 Batang; dan (3) Kelebihan serta kekurangan media audio visual dalam mendukung hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan menggunakan pendekatan pedagogis. Sumber data primer diperoleh dari guru dan siswa mata pelajaran PAI, sedangkan data sekunder bersumber dari buku, jurnal, dan karya ilmiah lain yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Uji keabsahan data dilakukan melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, pembelajaran PAI di kelas VIII masih didominasi oleh metode ceramah yang bersifat praktis, dengan penyampaian materi secara lisan. Kedua, penggunaan media audio visual terbukti mampu meningkatkan pemahaman dan motivasi belajar siswa karena penyampaian materi menjadi lebih menarik, efektif, dan efisien. Ketiga, media audio visual memiliki kelebihan seperti membantu siswa mengenal alat komunikasi modern, meningkatkan motivasi belajar, dan dapat digunakan dalam kelompok besar maupun kecil. Namun demikian, terdapat beberapa kendala, seperti belum tersedianya speaker permanen di kelas, keterbatasan proyektor, serta kebutuhan waktu dan biaya dalam pembuatan media. Sebagai saran, sekolah perlu menyelenggarakan pelatihan teknologi informasi (IT) bagi guru, serta mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas pembelajaran yang telah tersedia agar dapat digunakan secara maksimal dalam menunjang kualitas proses pembelajaran, khususnya dalam mata pelajaran PAI.
INTERNALISASI EKOTEOLOGI SEBAGAI RESILIENSI SPIRITUAL: MODEL PEMBELAJARAN PAI YANG RESPONSIF BENCANA DI PESANTREN WAHDAH ISLAMIYAH KOTA PALOPO Mannuhung, Suparman; Amaluddin; Waode Kasriawati Bakari; Neneng Juliana; Munadirah M. Ahdad; Muhlar Sultan
Jurnal Andi Djemma | Jurnal Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/r8mvw324

Abstract

Abstrak Kesenjangan epistemologis antara teologi (iman) dan ekologi (amal) masih menjadi tantangan utama dalam Pendidikan Agama Islam di daerah rawan bencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model internalisasi ekoteologi dan resiliensi spiritual dalam kurikulum serta aktivitas Pesantren Wahdah Islamiyah Kota Palopo dalam merespons banjir bandang. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus instrumental dan analisis konten digital, penelitian ini menelaah dokumen kurikulum (mawad tarbiyah), rencana strategis, dan transkrip ceramah kebencanaan. Hasil penelitian menyingkap tiga temuan fundamental. Pertama, terdapat fenomena “Kurikulum Sunyi” (The Silent Curriculum), di mana literasi bencana absen dalam silabus formal kaderisasi namun terinternalisasi secara masif melalui aktivisme lapangan (kurikulum tersembunyi). Kedua, terbentuknya “Resiliensi Berbasis Fiqih” (Fiqh-Based Resilience), di mana fleksibilitas hukum (rukhsoh) dan kepastian status ibadah saat krisis berfungsi sebagai mekanisme pertahanan mental (coping mechanism) bagi penyintas dan relawan. Ketiga, terjadi negosiasi teologis yang dinamis antara narasi “Bencana sebagai Azab” (teosentris) dengan “Bencana sebagai Sunnatullah” (ekosentris). Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pendidikan Wahdah Islamiyah saat ini menerapkan “Resiliensi Pasrah-Aktif”. Studi ini merekomendasikan transisi menuju “Resiliensi Transformatif” dengan mengintegrasikan fiqih lingkungan ke dalam struktur kurikulum inti untuk membangun kesadaran mitigasi yang preventif, bukan sekadar responsif. Kata Kunci: Ekoteologi, Fiqih Bencana, Kurikulum PAI, Resiliensi Spiritual, Wahdah Islamiyah. Abstract The epistemological gap between theology (faith) and ecology (action) remains a primary challenge in Islamic religious education within disaster-prone areas. This study aims to analyze the model of internalizing eco-theology and spiritual resilience within the curriculum and activities of Pesantren Wahdah Islamiyah, Palopo City, in responding to flash floods. Employing a qualitative approach with an instrumental case study design and digital content analysis, this research examines curriculum documents (mawad tarbiyah), strategic plans, and disaster lecture transcripts. The results reveal three fundamental findings. First, there is a "Silent Curriculum" phenomenon, where disaster literacy is absent in the formal cadre syllabus but is massively internalized through field activism (hidden curriculum). Second, the formation of "Fiqh-Based Resilience," where legal flexibility (rukhsoh) and the certainty of worship status during crises function as a religious coping mechanism for survivors and volunteers. Third, a dynamic theological negotiation occurs between the narrative of "Disaster as Divine Punishment" (Azab theocentric) and "Disaster as Natural Law" (Sunnatullah ecocentric). This study concludes that the current educational model of Wahdah Islamiyah applies "Passive-Active Resilience." The study recommends a transition towards "Transformative Resilience" by integrating environmental fiqh (Fiqh al-Bi'ah) into the core curriculum structure to cultivate preventive mitigation awareness, rather than merely responsive measures. Keywords: Eco-theology, Disaster Fiqh, PAI Curriculum, Spiritual Resilience, Wahdah Islamiyah.