Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMBELAJARAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP KEBERHASILAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI KELAS VIII SMP Abbas, Sitti Aisyah; Sukmawati, Henni; Mannuhung, Suparman; Amalia, Nur
Jurnal Andi Djemma | Jurnal Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/jad.v8i2.3293

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) Proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di kelas VIII SMP 1 Batang; (2) Penggunaan media audio visual dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI di kelas VIII SMP 1 Batang; dan (3) Kelebihan serta kekurangan media audio visual dalam mendukung hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan menggunakan pendekatan pedagogis. Sumber data primer diperoleh dari guru dan siswa mata pelajaran PAI, sedangkan data sekunder bersumber dari buku, jurnal, dan karya ilmiah lain yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Uji keabsahan data dilakukan melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, pembelajaran PAI di kelas VIII masih didominasi oleh metode ceramah yang bersifat praktis, dengan penyampaian materi secara lisan. Kedua, penggunaan media audio visual terbukti mampu meningkatkan pemahaman dan motivasi belajar siswa karena penyampaian materi menjadi lebih menarik, efektif, dan efisien. Ketiga, media audio visual memiliki kelebihan seperti membantu siswa mengenal alat komunikasi modern, meningkatkan motivasi belajar, dan dapat digunakan dalam kelompok besar maupun kecil. Namun demikian, terdapat beberapa kendala, seperti belum tersedianya speaker permanen di kelas, keterbatasan proyektor, serta kebutuhan waktu dan biaya dalam pembuatan media. Sebagai saran, sekolah perlu menyelenggarakan pelatihan teknologi informasi (IT) bagi guru, serta mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas pembelajaran yang telah tersedia agar dapat digunakan secara maksimal dalam menunjang kualitas proses pembelajaran, khususnya dalam mata pelajaran PAI.
PEMBELAJARAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP KEBERHASILAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI KELAS VIII SMP Abbas, Sitti Aisyah; Sukmawati, Henni; Mannuhung, Suparman; Amalia, Nur
Jurnal Andi Djemma | Jurnal Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/jad.v8i2.3293

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) Proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di kelas VIII SMP 1 Batang; (2) Penggunaan media audio visual dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI di kelas VIII SMP 1 Batang; dan (3) Kelebihan serta kekurangan media audio visual dalam mendukung hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan menggunakan pendekatan pedagogis. Sumber data primer diperoleh dari guru dan siswa mata pelajaran PAI, sedangkan data sekunder bersumber dari buku, jurnal, dan karya ilmiah lain yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Uji keabsahan data dilakukan melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, pembelajaran PAI di kelas VIII masih didominasi oleh metode ceramah yang bersifat praktis, dengan penyampaian materi secara lisan. Kedua, penggunaan media audio visual terbukti mampu meningkatkan pemahaman dan motivasi belajar siswa karena penyampaian materi menjadi lebih menarik, efektif, dan efisien. Ketiga, media audio visual memiliki kelebihan seperti membantu siswa mengenal alat komunikasi modern, meningkatkan motivasi belajar, dan dapat digunakan dalam kelompok besar maupun kecil. Namun demikian, terdapat beberapa kendala, seperti belum tersedianya speaker permanen di kelas, keterbatasan proyektor, serta kebutuhan waktu dan biaya dalam pembuatan media. Sebagai saran, sekolah perlu menyelenggarakan pelatihan teknologi informasi (IT) bagi guru, serta mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas pembelajaran yang telah tersedia agar dapat digunakan secara maksimal dalam menunjang kualitas proses pembelajaran, khususnya dalam mata pelajaran PAI.
EKSISTENSI GURU PAI DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PESERTA    DIDIK KELAS V PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI UPT SPF SD INPRES NIPA-NIPA KECAMATAN MANGGALA Abbas, Sitti Aisyah; Henni Sukmawati; Suparman Mannuhung
Jurnal Andi Djemma | Jurnal Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/bfcwxc73

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang Eksistensi guru PAI dalam meningkatkan minat belajar peserta didik kelas V pada mata pelajaran Pendidikan agama islam di UPT SPF SD Inpres Nipa-Nipa Kecamatan Manggala. Latar belakang penelitian ini pentingnya minat belajar untuk peserta didik. Minat belajar dapat dipahami sebagai kecenderungan untuk selalu memperhatikan dan mempelajari sesuatu secara terus menerus yang disertai dengan adanya perasaan senang sehingga kegiatan belajar ini di dorong dengan adanya minat yang berlangsung lebih lama dan meninggalkan kesan yang lebih mendalam kepada diri peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan mengambil data langsung ke sekolah tersebut. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian yang menunjukkan bahwa eksistensi guru PAI dalam meningkatkan minat belajar peserta didik kelas V pada mata pelajaran pendidikan agama islam di UPT SPF SD Inpres Nipa-nipa Kecamatan Manggala yaitu: 1) Memberikan motivasi keapada peserta didik, 2) Menggunakan metode atau model pembelajaran yang dapat menarik perhatian peserta didik, 3) Menciptakan suasana yang lebih menyenangkan agar peserta didik dapat aktif dalam proses pembelajaran. Faktor pendukung guru PAI dalam meningkatkan minat belajar peserta didik yaitu, Adanya metode atau model pembelajaran yang telah disiapkan, sarana dan prasarana yang tersedia dan adanya kerja sama antara orang tua dan guru, Sedangkan faktor penghambatnya yaitu lingkungan sekitar peserta didik yang kurang mendukung, kurangnya perhatian dari orang tua terhadap peserta didik. Kata Kunci: Eksistensi guru PAI dan minat belajar peserta didik
Negotiated Gender Equality in Multireligious Families: Muslim Minority Households in Tana Toraja Abbas, Sitti Aisyah; Khatimah, Nur Husnul; Pajarianto, Hadi; Pribadi, Imam; Duriani, Duriani; Elihami, Elihami
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 23, No 2 (2025)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jis.v23i2.3750

Abstract

This study examines the strategies employed by Muslim minority families in Tana Toraja to foster harmony and gender-balanced relationships within multireligious household settings. Using a qualitative phenomenological design, the research draws on extended interviews and close observations of five families formed through religious conversion. The analysis shows that everyday family life is shaped less by rigid patriarchal expectations than by negotiated understandings of roles and responsibilities, allowing men and women to construct a shared moral framework that remains sensitive to their differing religious commitments. Women, in particular, often act as stabilizing figures who sustain kinship networks through social participation, educational involvement, and economic activities, while simultaneously upholding clear boundaries in matters of worship and creed. Interpreted through Maqāsid al-Sharīʿah and contemporary approaches to Islamic pedagogy (Tarbiyah), these patterns reveal an egalitarian ethos that reinforces the protection of faith and lineage by fostering an atmosphere that is both tolerant of pluralism and grounded in religious integrity. The study contributes to current debates in Islamic family law and the sociology of religion by demonstrating how negotiated gender equality becomes a practical strategy for preserving familial cohesion in multireligious contexts.