Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tinjauan Prasarana Dasar Kawasan Permukiman Perkotaan Kelurahan Tangkoli Kecamatan Maniangpajo Kabupaten Wajo Indrajaya, Indrajaya; Natsir, Rakhmawati; Rusida, Rusida
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 25 No. 2 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 2, Mei - Agustus Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v25i2.6710

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat terkait ketersediaan prasarana dasar kawasan permukiman perkotaan Kelurahan Tangkoli Kecamatan Maniangpajo Kabupaten Wajo. Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif sedangkan metode penelitian yang digunakan melalui survey lapangan, wawancara dan dokumentasi. Persepsi masyarakat terkait tingkat ketersediaan prrasarana dasar di kawasan permukiman perkotaan Kelurahan Tangkoli kurang memadai sebagai kawasan permukiman perkotaan. Hal ini disebabkan oleh karena beberapa prasarana dasar yang kurang memadai seperti prasarana jalan dan prasarana sanitasi. Meskipun begitu terdapat prasarana yang sudah dikatakan baik seperti prasarana drainase dengan persentase 53,1%. Prasarana persampahan dengan persentase 57,9% dan prasarana air bersih dengan persentase 63,2%. The purpose of this study is to determine public perceptions regarding the availability of basic infrastructure in the urban residential area of Tangkoli Village, Maniangpajo District, Wajo Regency. The type of research is descriptive quantitative, while the research methods used include field surveys, interviews, and documentation. Public perceptions regarding the level of availability of basic infrastructure in the urban residential area of Tangkoli Village are inadequate as an urban residential area. This is due to the inadequate availability of several basic infrastructures such as road infrastructure and sanitation infrastructure. However, there are infrastructures that are considered good, such as drainage infrastructure with a percentage of 53.1%. Waste infrastructure with a percentage of 57.9% and clean water infrastructure with a percentage of 63.2%.
Evaluasi Kondisi Permukaan Jalan Dengan Metode Road Condition Index (RCI) dan Surface Distress Index (SDI): Studi Kasus: Jalan Pelabuhan Munte, Desa Rampoang, Kecamatan Tana Lili, Kabupaten Luwu Utara Sunardi, Nurul Asya; Natsir, Rakhmawati; Fikri, Muhammad
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 25 No. 3 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 3, September - Desember Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v25i3.7960

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk nengevaluasi kondisi Permukaan Jalan Pada Ruas Jalan Pelabuhan Munte, Desa Rampoang, Kecamatan Tana lili, Kabupaten Luwu Utara dengan Mengunakan Dua metode yaitu Road Condition Index (RCI) dan Surface Distress Index (SDI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata RCI pada ruas jalan sepanjang 1 km adalah sebesar 6,24 yang termasuk kategori baik. Sementara itu, hasil analisis menggunakan metode SDI menunjukkan variasi kondisi jalan yaitu 3 segmen dalam kondisi baik memerlukan pemeliharaan rutin, 8 segmen dalam kondisi sedang yang membutuhkan pemeliharaan berkala, 1 segmen dalam kondisi rusak ringan, serta 7 segmen dalam kondisi rusak berat yang membutuhkan pemeliharaan menyeluruh. Kesimpulan penelitian ini adalah meskipun rata-rata nilai RCI menunjukkan kondisi jalan masih baik, namun analisis SDI mengindikasikan perlunya tindakan pemeliharaan segera pada beberapa segmen, terutama yang mengalami kerusakan berat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi instansi terkait dalam merencanakan program perbaikan dan pemeliharaan jalan agar kualitas layanan jalan tetap terjaga. This study aims to evaluate the condition of the road surface on the Munte Harbor Road section, Rampoang Village, Tana Lili District, North Luwu Regency, using two methods, namely the Road Condition Index (RCI) and the Surface Distress Index (SDI). The results of the study showed that the average RCI value on a 1 km road section was 6.24 which was included in the good category, although several types of damage were found such as crocodile skin cracks, edge cracks, and holes. Meanwhile, the results of the analysis using the SDI method showed variations in road conditions, namely 3 segments in good condition requiring routine maintenance, 8 segments in moderate condition requiring periodic maintenance, 1 segment in a condition of light damage, and 7 segments in a condition of heavy damage requiring comprehensive maintenance. The conclusion of this study is that although the average RCI value shows that the road condition is still good, the SDI analysis indicates the need for immediate maintenance measures on several segments, especially those experiencing heavy damage. The results of this study are expected to be a reference for related agencies in planning road repair and maintenance programs so that the quality of road services is maintained.
Analisis Lalu Lintas Dan Persepsi Masyarakat Sebagai Dasar Evaluasi Rencana Pelebaran Jalan Poros Kambo Nur, Muh. Iqra; Natsir, Rakhmawati; Fikri, Muhammad
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 25 No. 3 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 3, September - Desember Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v25i3.7988

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting serta volume lalu lintas pada Jalan Poros Kambo, serta menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap persepsi masyarakat mengenai dampak pelebaran jalan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di Jalan Poros Kambo sepanjang 5,07 km, tepatnya pada STA 07+000 – STA 12+070 dari pusat Kota Palopo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jalan Poros Kambo merupakan jalan lokal kelas IV dengan dua lajur dua arah dan perkerasan lentur, namun belum dilengkapi bahu jalan dan trotoar, sehingga ruang gerak kendaraan dan pejalan kaki terbatas. Volume lalu lintas tertinggi tercatat sebesar 1007,7 smp/hari pada hari Sabtu dengan nilai derajat kejenuhan (DJ) sebesar 0,759 atau tingkat pelayanan (LOS) D, yang menunjukkan jalan telah mendekati kapasitas maksimum dan berpotensi menimbulkan kemacetan. This study aims to determine the existing condition and traffic volume on Kambo main road, and analyze the factors that significantly influence public perception regarding the impact of the road widening. This study uses a descriptive quantitative method with the research location on Jalan Poros Kambo along 5.07 km, precisely at STA 07+000 – STA 12+070 from the center of Palopo City. The results show that Jalan Poros Kambo is a class IV local road with two lanes, two directions and flexible pavement, but is not equipped with shoulders and sidewalks, so that the movement of vehicles and pedestrians is limited. The highest traffic volume was recorded at 1007.7 pcu/day on Saturday with a degree of saturation (DJ) value of 0.759 or a level of service (LOS) D, which indicates that the road has approached maximum capacity and has the potential to cause congestion.