Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Do Indonesia Tax Rules Support Or Hinder Sme’s Tax Conformity? Reza, Bagas Deny; Marcellino, Karel; Dania, Ulfi; Syifaudin, Ahmad
Journal of Social Research Vol. 3 No. 8 (2024): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v3i8.2177

Abstract

This study aims to determine the effect of tax knowledge, tax awareness, and tax sanctions on tax compliance in the SME sector in Cirebon City, Indonesia. The population of this study was 2,426 SMEs in Cirebon City, and a sample of 343 was used for analysis, with purposive random sampling employed. This study employs a quantitative approach with SPSS. For testing the analyses employed, this study utilizes a quantitative approach. The findings indicate that tax compliance is significantly influenced by tax knowledge, tax awareness, and tax enforcement among SME actors.
Pengembangan Desa Leuwidingding sebagai Desa Wisata Melalui Konsep Agro-Edu-Tourism Syifaudin, Ahmad; Nurhidayanti, Nurhidayanti; Septiyani, Dwi
Jurnal Pintar Abdimas Vol 2 No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata saat ini sedang tren dalam kehidupan masyarakat modern. Model desa wisata merupakan tren pengembangan wisata alternatif di Indonesia yang terus meningkat popularitasnya. Desa Leuwidingding memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai desa wisata berbasis pertanian dengan sumber daya alam unggulan berupa lahan pertanian seluas 61 hektar dan objek wisata Bendungan Plester serta Kawasan Cabang Tilu. Namun, jumlah pengunjung masih rendah karena pembangunan belum optimal dan terhenti saat pandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan mengembangkan konsep "Agro-Edu-Tourism" sebagai strategi pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan daya tarik wisata dan perekonomian desa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi lapangan dan wawancara dengan perangkat desa, dilanjutkan metode partisipasi dengan implementasi program kerja selama 35 hari (13 Agustus - 17 September 2024). Program meliputi tahap wawancara-observasi, analisis permasalahan, perencanaan, dan pengembangan produk. Program menghasilkan tiga produk utama: (1) vertikultur tanaman obat dan hias dengan 4 jenis tanaman apotek hidup dan 6 jenis tanaman hias, (2) banner edukasi tanaman obat berisi informasi khasiat dan cara pengolahan, dan (3) papan penunjuk arah menuju objek wisata. Program diresmikan oleh Kepala Desa pada 13 September 2024 dan mendapat respon positif masyarakat. Konsep "Agro-Edu-Tourism" berhasil mengintegrasikan elemen pertanian, edukasi, dan pariwisata untuk meningkatkan daya tarik Desa Leuwidingding.