Articles
KESIAPAN MAHASISWA PRODI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS LANCANG KUNING DALAM MENGHADAPI UJIAN KEAHLIAN
Wardi, Jeni;
Liviawati, Liviawati;
Putri, Gusmarila Eka
Jurnal Akuntansi Kompetif Vol. 4 No. 2 (2021): Isu Terkini Akuntansi: Lingkungan, Syariah, dan Kinerja Ekonomi Nasional
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35446/akuntansikompetif.v4i2.652
Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Lancang Kuning Pekanbaru saat ini belum ada Surat Keterangan pendamping ijazah makanya sudah seharusnya FE-UNILAK mengadakan Ujian Sertifikasi Keahlian Akuntansi supaya lulusannya memiliki nilai tambah saat bersaing dalam dunia kerja di era digital 4.0. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesiapan mahasiswa Prodi Akuntansi S1 Fakultas Ekonomi Universitas Lancang Kuning dalam menghadapi ujian sertifikasi keahlian Akuntansi khususnya kompetensi kemampuan menyusun laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dan aspek perpajakannya. Penelitian dilaksanakan selama 8 bulan mulai dari bulan Februari – September 2020. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 40 mahasiswa yang terdaftar di Prodi Akuntansi FE UNILAK Telah menempuh studi di semester 5. Terdapat tiga nilai mata kuliah yang akan dijadikan acuan untuk menilai kesiapan mahasiswa prodi akuntansi dalam menghadapi ujian kompetensi keahlian akuntansi yaitu : mata kuliah Pengantar Akuntansi I, Pengantar Akuntansi II dan Perpajakan. Teknik analisis data yang digunakan untuk penelitian ini adalah menggunakan analisis statistik deskriptif. Dari hasil analisis data dapat dikatakan bahwa mahasiswa S1 Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Lancang Kuning siap untuk mengikuti ujian kompetensi keahlian akuntansi hal ini di tunjukan dari hasil riset bahwa 95% atau 38 orang dari 40 orang mahasiswa tsb masuk kategori sangat siap dan siap. Untuk itu saran kami bagi Pimpinan Fakultas Ekonomi Universitas Lancang Kuning dapat mempertimbangkan pelaksanaan Ujian Sertifikasi Keahlian Akuntansi bagi mahasiswa S1 Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Lancang Kuning. Supaya lulusan S1 Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Lancang Kuning mempunyai nilai tambah untuk bersaing di dunia kerja dalam dunia global.
ANALISIS PENGARUH FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL TERHADAP NPL BANK PERKREDITAN RAKYAT
Liviawati, Liviawati;
Putri, Gusmarila Eka;
Wardi, Jeni
Jurnal Akuntansi Kompetif Vol. 5 No. 2 (2022): Tantangan dan Solusi Akuntansi dalam Meningkatkan Kinerja Sektor Publik dan Pri
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35446/akuntansikompetif.v5i2.868
Perusahaan – perusahaan besar memiliki struktur modal yang dikuasai oleh hutang terutama hutang bank jangka panjang. Kebanyakan perusahaan-perusahaan besar melakukan peminjaman pada bank pemerintah. Oleh sebab itu selama tahun 2020 NPL bank pemerintah terus meningkat. Untuk menghindari peningkatan yang tajam terhadap NPL bank BUMN tersebut maka pemerintah mengambil kebijakan restrukturisasi hutang. Bahkan mulai dari maret 2020 sampai dengan desember 2020 perusahaan-perusahaan itu diberikan keringanan untuk tidak membayar cicilan cukup hanya membayar bunganya saja. Bahkan pelaku UMKM yang menggunakan fasilitas kredit KUR disubsidi pemerintah untuk pembayaran bunga. Bank BUMN telah melakukan rekstrukturisasi kredit cukup besar terhadap debitur terdampak pandemi covid 19 sepanjang 2020. Dari jumlah debitur yang telah mendapatkan relaksasi tersebut tetap ada yang masuk dalam kategori berisiko tinggi sehingga berpotensi turun kasta kedalam kredit bermasalah atau NPL. Sebagian bank memprediksi rasio NPL di tahun 2021 ini masih berpotensi lebih tinggi dari tahun sebelumnya mengingat fasilitas rekstrukturisasi kredit tidak lagi bisa diberikan kepada debitur yang masih tetap mengalami pemburukan kinerja setelah mendapatkan strukturisasi tahap pertama.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi Non performing loan bank BUMN yang terdiri dari CAR, LDR, NIM, BOPO, suku bunga SBI,ukuran perusahaan, dan daya beli. Populasi dalam penelitian ini adalah bank BUMN yang terdaftar di BEI. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan full sampling . Jenis data yang digunakan merupakan data yang diambil dari laporan keuangan serta data-data publikasi seperti tingkat suku bunga pasar.Teknik analisis data yang digunakan untuk penelitian ini adalah menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menemukan bahwa hanya CAR yang berpengaruh terhadap NPL bank BPR, dan secara simultan factor internal dan eksternal berpengaruh terhadap NPL bank BPR
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN WAJIB PAJAK BADAN SUATU STUDI DI KPP PRATAMA TAMPAN PEKANBARU
Liviawati, Liviawati;
Syofyan, Azhari
Jurnal Akuntansi Kompetif Vol. 6 No. 1 (2023): Inovasi, Kepatuhan, dan Transparansi Akuntansi di Era Digital dan Pandemi
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35446/akuntansikompetif.v6i1.1257
Pajak merupakan sumber penerimaan utama negara yang digunakan untuk membiayai pengeluaran pemerintah dan pembangunan,yang setiap tahunnya akan semakin meningkat. Oleh sebab itu pemerintah berusaha meningkatkan penerimaan negara dari sektor pajak. Berdasarkan sensus penduduk tahun 2021, jumlah penduduk Indonesia mencapai 68 juta rumah tangga akan tetapi yang memiliki NPWP hanya 19,9 juta saja. Begitu juga dengan wajib pajak badan, jumlah badan yang memiliki NPWP hanya 54% dari jumlah yang seharusnya ( jumlah badan usaha yang ada di Indonesia 1,6 juta, yang memiliki NPWP 872.995 perusahaan). Melihat data diatas dapat kita katakan bahwa kepatuhan wajib pajak di Indonesia masih rendah, dan ini diperlukan kerja keras dan langkah cerdas agar potensi penerimaan pajak ini dapat ditingkatkan oleh pemerintah. Oleh Sebab itu penelitian ini melakukan analisa mengenai faktor apa yang mempengaruhi kepatuhan wajib pajak. Adapun faktor yang diteliti pada penelitian ini adalah kesadaran wajib pajak, sangsi pajak, transparansi dan medernisasi. Hasil dari penganalisaan terhadap faktor yang mempengaruhi kepatuhan wajib pajak secara parsial, kesadaran wajib pajak, sangsi pajak, transparansi dan modernisasi berpengaruh secara signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak.Hal ini perlu diketahui oleh pemerintah agar pemerintah dapat merancang strategi yang tepat untuk meningkatkan penerimaan dari pajak. Studi ini dilakukan pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Tampan kota Pekanbaru.
PELATIHAN AKUNTANSI SEDERHANA UNTUK KEPALA DESA DI KECAMATAN PANGKALAN BUNUT KABUPATEN PELALAWAN
wardi, jeni;
liviawati, liviawati;
putri, gusmarila eka
Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Vol. 2 No. 1 (2018): Manajemen Pendidikan dan Pelatihan: Inovasi, Tantangan, dan Penguatan Keilmuan
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (87.846 KB)
|
DOI: 10.35446/diklatreview.v2i1.203
Since the existence of regional autonomy, the structure of government is divided into Central Government and Local Government. Regional Government consists of Provincial Government and Regency / City Government. After the enactment of Law of the Republic of Indonesia Number 6 Year 2014 on Village, Village then has the authority also as an autonomous region. Villages are given a great opportunity to manage their own governance, including the implementation of development to improve the welfare and quality of life of village communities. Bunut sub-district is one of the sub-district of Pelalawan regency, which is expanded from Kampar Regency, based on the Law of the Republic of Indonesia, number: 53 year 1999. Currently Bunut Sub-district has been expanded into: Kecamatan Bandar Petalangan. Bunut District itself as the District Induk, and District Bandar Petalangan as subdistrict of pemekaran. As it is new, the human resources capabilities related to accountability reporting and financial management transparency have not gone well and face many obstacles. Therefore the purpose of this dedication is to provide simple accounting training, and socialization of internal control system related to sound financial management. The result of the dedication to the village head in Pangkalan Bunut Sub-district is the participants are very enthusiastic to follow the activity, there is a very interesting discussion related to the problems that are being faced by the participants in the financial practice and the input given by the team of dedication
Pelatihan Aneka Olahan Kue Ibu-Ibu Dasawisma Kelurahan Meranti Pandak Kecamatan Rumbai Pesisir
liviawati, liviawati;
putri, gusmarila eka;
wardi, jeni
Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Vol. 2 No. 1 (2018): Manajemen Pendidikan dan Pelatihan: Inovasi, Tantangan, dan Penguatan Keilmuan
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (84.641 KB)
|
DOI: 10.35446/diklatreview.v2i1.204
In Kelurahan Meranti Pandak precisely in RW 1 and RW 13 most dasawismanya mothers work as housewives who only rely on income from their husbands. Mothers who are self-employed dasawisma only a small part who tried in the field of food sales and herbal medicine. The homeless mothers of RW 13 have received 2 cottage storefronts from 2 zakat houses for 2 groups. One group consists of 5 people. However, the cake business is now tends to die, because only one window of the cake is still operating, and even then the type of cake that sold little and not interesting. While homeless mothers in RW 1 many do not work that sometimes likes to complain about expenses that increasingly increasing day Based on that we community service team of the faculty of economics intends to provide motivation and skills improvement in creating cake for RW homemakers 1 and RW 13 Kelurahan Meranti Pandak Kecamatan Rumbai Pesisir from simple materials but have high added value. The purpose of IPTEKS for this community is to increase the interest of entrepreneurs, especially in the manufacture of cakes and can produce cakes from simple ingredients such as tofu, cassava and hankwe flour with interesting creations, which can increase the income of these mothers. Specific targets to be achieved is that housewives are more creative and innovative to beriwausaha with very cheap capital. The method used to achieve the goal is to provide enlightenment, motivate by sharing stories about the success of housewives in entrepreneurship as well as giving and practicing recipes of cakes from simple ingredients such as tofu, cassava and hankwe flour and menkreasikan processed baking so that attract consumer appetite in order to increase the sales revenue. The result of this community service is the housewife of RW 1 and RW 13 is very enthusiastic to participate in the training, it can be seen from the spirit of the mothers to keep coming from 14.00 until 17.00
Analisa SWOT Dalam Rangka Peningkatan Peran BUMDES Di Kecamatan Bunut
Liviawati, Liviawati;
Wardi, Jeni;
Putri, Gusmarila Eka
Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Vol. 3 No. 3 (2019): Penguatan Kapasitas Masyarakat dan Sektor Publik melalui Pengabdian dan Pelatih
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35446/diklatreview.v3i3.400
Beberapa waktu yang lalu tim dosen dari Fekon Unilak dan tim dari Balatmas melakukan treat need analysis di Kecamatan Bunut, Pelalawan. Tujuannya adalah ingin mengetahui pelatihan-pelatihan apa yang dibutuhkan masyarakat desa dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dan saat itu tim memberikan pelatihan kewirausahaan, pelatihan tersebut disamping memberikan peningkatan pengetahuan tentang kewirausahaan, pemasaran serta pengelolaan keuangan juga memberikan keterampilan membuat kerajinan tangan dari lidi sawit dan manisan kelubi, pada pelatihan tersebut kami mendapatkan informasi bahwa di desa tersebut sudah banyak kerajinan tangan seperti kapal lancang kuning, tas dari tali kur, anyaman tikar dari daun pandan dan lain-lain. Permasalahannya hasil kerajinannya tidak dapat mereka pasarkan. Mereka juga mengalami kesulitan permodalan juga dalam mengembangkan hasil kerajinan tersebut. Pada hakikatnya permasalahan permodalan dan pemasaran tersebut seharusnya tidak perlu terjadi jika BUMDes didesa tersebut aktif. Karena BUMDes selain bisa memberikan pinjaman permodalan juga bisa menjadi sarana untuk pemasaran-pemasaran produk-produk. Berdasarkan survey yang dilakukan di Kecamatan Bunut ada 9 BUMDes yang sudah dibentuk pengurusnya akan tetapi hanya ada 1 BUMDes yang jalan itu pun kegiatannya masih bersifat simpan pinjam. Dengan kata lain BUMDes yang terbentuk hanya berupa kepengurusan tanpa ada usaha yang dijalankan. Berdasarkan uraian di atas maka tim pengabdian masyarakat kami tertarik untuk melakukan pemappingan BUMDes dengan pendekatan SWOT di kecamatan BUNUT serta mencari permasalahan – permasalahan apa yang dihadapi BUMDes disana sehingga BUMDes yang sudah terbentuk tidak berjalan sebagaimana mestinya. Hasil pengabdian ini menemukan bahwa hampir semua desa di Kecamatan Bunut sudah memiliki BUMDes, namun pengelolaannya masih terkendala oleh faktor modal, skill untuk membuat unit usaha yang produktif, serta warisan masalah dari kepengurusan sebelumnya.
Pelatihan Manajemen Bank Sampah Berkah Abadi Kelurahan Limbungan Kecamatan Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru
Wardi, Jeni;
Putri, Gusmarila Eka;
Liviawati, Liviawati
Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Vol. 4 No. 3 (2020): Penguatan Pelayanan Publik dan Inovasi Riil melalui Pengabdian Masyarakat dan P
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35446/diklatreview.v4i3.524
Belum optimalnya Program bank sampah sebagai program kerja Walikota Pekanbaru yang tertuang dalam peraturan walikota (Perwako) nomor 15 tahun 2016 tentang pengelolaan sampah karena keterbatasan sumber daya yang dimiliki oleh pemerintaha kota, maka Kami akademisi mengambil peran untuk mendukung dan terlibat aktif dalam program menggerakkan bank sampah setiap Kecamatan hingga RT, dimulai dari Kecamatan Rumbai Pesisir yang terdekat dengan lokasi kampus Universitas Lancang Kuning. Berdasarkan hasil kunjungan kami ke Kelurangan Limbungan Kecamatan Rumbai Pesisir tepatnya di RW 09 yang sudah mempunyai Bank Sampah yaitu Bank Sampah Berkah Abadi yang diketuai oleh Bapak Ibnu Hajar belum berjalan baik dan lancar karena masih terdapat masalah dengan manajemen adiministrasinya. Adapun Masalah mitra tersebut dari sisi manajemen organisasi yaitu mitra belum menyusun struktur organisasi mulai dari pengambilan sampah sampai kepada penjualan sampah serta administrasi yang akan mencatat dan menimbang sampah yang telah dipilah oleh masyarakat. Disamping itu belum disusun juga lay out operasional yang efektif pada proses mulai dari pengambilan sampah dari masyarakat lalu dipisahkan dan dipilah-pilah sampai kepada penjualan sampah serta administrasi yang akan menimbang dan mencatat harga sampah tersebut. Dalam rangka memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh Bank Sampah Berkah Abadi di Kelurahan Limbungan Kecamatan Rumbai Pesisir maka Kami Tim PKM unilak akan membantu membuatkan struktur organisasi Bank Sampah lengkap dengan jobdesk nya.dan membantu membuatkan Flowchart operasional bank sampah mulai dari pengambilan sampah dari masyarakat lalu dipisahkan dan dipilah-pilah sampai kepada penjualan sampah serta administrasi yang akan menimbang dan mencatat harga sampah tersebut serta Tim akan mengajarkan bagaimana membuat anggaran untuk pengendalian keuangan
Pelatihan Penggunaan Media Sosial (Medsos) dalam Mempromosikan Produk Lokal di Kecamatan Bunut: PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL ( MEDSOS ) DALAM MEMPROMOSIKAN PRODUK LOKAL DI KECAMATAN BUNUT
Liviawati, Liviawati;
Putri, Gusmarila Eka;
Wardi, Jeni
Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Vol. 5 No. 2 (2021): Penguatan Kompetensi, Pendidikan, dan Pemberdayaan Masyarakat di Era New Normal
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35446/diklatreview.v5i2.575
Berdasarkan hasil penggalian potensi alam yang dilakukan di Kecamatan Bunut diperoleh informasi bahwa di desa tersebut ada potensi berupa kelubi (salak hutan), karet, sawit, ubi, dll yang banyak ditemukan di Desa Kriung. Hasil dari penggalian potensi budaya diperoleh informasi bahwa ada pula silat pangian yang berkembang dan merupakan silat dari Desa Pangian Taluk Kuantan. Hasil dari penggalian kreatifitas, masyarakatnya banyak membuat kerajinan tangan dengan memanfaatkan bahan baku yang ada di desa mereka seperti tikar pandan, piring dari bahan baku lidi sawit, pembuatan miniatur kapal dll yang mana hasil produksi tersebut hanya dipasarkan pada saat ada pameran saja. Masyarakat kesulitan memasarkan produknya yang pada akhirnya kreatifitas ini tidak lagi diteruskan. Selain produksi kerajinan tangan, di Kecamatan Bunut juga ada tempat wisata bumi perkemahan yang selama ini tidak terlirik. Kemudian ada agrowisata Tetesan Air Mata yang diusahakan oleh orang pribadi akan tetapi karena kurang diekspos sehingga keberadaannya tidak diketahui oleh masyarakat sekitar Kecamatan Bunut apalagi masyarakat diluar kecamatan. Kecamatan Bunut ini bukanlah daerah yang susah dijangkau karena jalan penghubung antara kabupaten dengan Kecamatan Bunut merupakan jalan aspal yang bagus. Kecamatan Bunut ini pun merupakan kecamatan yang dilalui oleh wisatawan yang akan berkunjung untuk melihat dan berselancar di Ombak Bono. Pada masa sekarang ini media sosial seperti instagram, face book, market place dll bukanlah hal yang baru lagi bagi masyarakat. Oleh karena permasalahan di atas, maka kami tertark untuk melakukan pengabdian masyarakat dengan menggunakan media sosial dalam mempromosikan produk dan wisata lokal di Kecamatan Bunut. Hasil yang dicapai dalam pengabdian masyarakat ini adalah peningkatan pengetahuan saja sedangkan target yang lain seperti peningkatan keterampilan masih belum tercapai karena pelaksanaannya hanya melalui online seperti youtube.
Bimtek Harga Pokok Penjualan Produk Bank Sampah Berkah Abadi Limbungan Rumbai Pekanbaru
Wardi, Jeni;
Putri, Gusmarila Eka;
Liviawati, Liviawati
Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Vol. 5 No. 2 (2021): Penguatan Kompetensi, Pendidikan, dan Pemberdayaan Masyarakat di Era New Normal
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35446/diklatreview.v5i2.622
Bank Sampah yang ada di Kelurahan Limbungan Kecamatan Rumbai Pesisir tepatnya di RW 09 yaitu Bank Sampah Berkah Abadi yang diketuai oleh Bapak Ibnu Hajar juga belum bisa menghitung harga pokok produk kerajinan tangan dari bahan sampah dan pupuk kompos yang telah dihasilkan oleh ibu-ibu pengurus bank sampah tersebut. Dalam hal ini, informasi tersebut kami dapatkan ketika kami melakukan pelatihan kemasan produk dan pemasaran online pada hari Sabtu Tanggal 19 September 2020 yang lalu bertempat di rumah ketua bank sampah berkah abadi. Ketika ibu-ibu peserta pelatihan di minta untuk memposting produk-produk mereka ke instagram dan marketplace facebook mereka kesulitan dalam memberi harga yang layak untuk produk tersebut, padahal harga sangat menentukan dalam hal penjualan barang termasuk bagaimana menghitung harga pokok yang layak supaya penjualan produk tersebut tidak menimbulkan kerugian. Untuk itu kami tim bank sampah LPPM UNILAK bermaksud ingin membantu pengelola bank sampah berkah abadi ini untuk menghitung harga pokok produk yang efektif sehingga usaha dan bisnis bank sampah bisa menghasilkan keuntungan yang layak melalui bimbingan teknis penghitungan harga pokok produk.Adapun solusi atas permasalahan mitra maka kami tim PKM LPPM UNILAK akan melakukan hal sebagai berikut: Tim akan memberikan bimbingan teknis tentang penghitungan harga pokok penjualan produk dengan menyiapkan narasumber yang memiliki kompetensi yang sesuai dalam hal ini dosen akuntansi. Tim akan melakukan simulasi dengan seluruh peserta untuk menentukan modal dan harga jual produk.
Daya Saing Produk Melalui Pelatihan Harga Pokok Produk Bank Sampah Raziq Damai Bersih Pekanbaru
Wardi, Jeni;
Putri, Gusmarila Eka;
Liviawati, Liviawati
Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Vol. 5 No. 3 (2021): Inovasi Pelatihan, Pemberdayaan, dan Adaptasi Masyarakat pada Masa Pandemi
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35446/diklatreview.v5i3.682
Kami telah melakukan kunjungan ke Bank Sampah Raziq Damai Bersih pada tanggal 5 Maret 2021 yang lalu yang mana bank sampah tersebut terletak di Kelurahan Lembah Damai Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru. Berdasarkan hasil wawancara kami dengan ketua bank sampah nya yaitu ibu Azniwati kami dapatkan informasi bahwa bank sampah ini berdiri belum sampai 1 tahun namun pengurus bank sampah sudah menerima masyarakat untuk menabung sampah. Hanya saja sampah tersebut belum di olah menjadi produk, untuk itu tim pkm fekon melakukan kolaborasi dengan LPPM dan mitra yaitu pengelola Bank Sampah Berkah Abadi yang memberikan pelatihan pengolahan sampah organic (menjadi pupuk kompos) dan pengolahan sampah anorganik (menjadi produk rumah tangga).Tim pkm Fekon memberikan pelatihan harga pokok produk untuk produk-produk yang akan dihasilkan oleh mereka nanti nya, sehingga pengelola Bank Sampah Raziq Damai Bersih mendapatkan ilmu yang komplit dari rangkaian kegiatan ini (keterampilan mengolah sampah menjadi produk bernilai jual, serta mendapatkan pengetahuan menghitung harga pokok produk tersebut). Harga sangat menentukan dalam hal penjualan barang termasuk bagaimana menghitung harga pokok yang layak supaya penjualan produk tersebut tidak menimbulkan kerugian. Untuk itu kami tim pkm apbf fekon unilak bermaksud ingin membantu pengelola bank sampah Raziq Damai Bersih untuk menghitung harga pokok produk yang efektif sehingga usaha dan bisnis bank sampah bisa menghasilkan keuntungan yang layak yaitu melalui pelatihan penghitungan harga pokok produk. Tim PKM APBF FEKON UNILAK menyiapkan narasumber yang memiliki kompetensi terkait pelatihan tersebut yaitu dosen akuntansi. Tim melakukan praktek dan simulasi dengan seluruh peserta agar pelatihan ini lebih efektif dan bermanfaat bagi pengurus bank sampah Raziq Damai Bersih. Hasil dari kegiatan pengabdian ini ditemukan bahwa pengelola Bank Sampah Raziq Damai Bersih pada awalnya memang belum memahami dengan baik cara menghitung harga pokok produk, namun ketika diberikan pengetahuan, pendampingan dan praktek penghitungan harga pokok (simulasi harga pokok produk yang dihasilkan pada saat kegiatan) akhirnya pengelola bank sampah ini mulai mengerti.