Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Media Video Hipertensi sebagai Edukasi Gizi Bagi Pasien Hipertensi Ningsih, Trisnawati; Astuti, Nia Budhi; Nuburi, Dorci; Sumardi, Ratih Nurani; Raya, Maxianus Kopong; Rahayu, Endah Sri
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.076 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v6i1.1390

Abstract

Tujuan penelitian ini mengetahui media video hipertensi sebagai media edukasi gizi bagi pasien hipertensi. Penelitian pada bulan Juli 2021 di Kota Jayapura, Jenis penelitian R & D (Research and Development). Metode pengembangan yang dilakukan terdiri dari 7 tahapan yaitu: (1) Identifikasi potensi dan masalah, (2) Pengumpulan data yang meliputi pengumpulan materi dan pembuatan script video, (3) Desain produk yang meliputi pembuatan Story Board Video dan  Pembuatan Editing Video, (4) Validasi ahli materi dan media yang dilakukan oleh ahli dilanjutkan revisi serta uji coba terhadap responden, (5) Revisi produk yang meliputi perbaikan dari media yang disarankan dari para ahli, (6) Uji coba produk dilakukan kepada responden; dan Produk akhir. Hasil validasi ahli materi mendapatkan presentase kelayakan sebesar 50% dengan kriteria “Cukup Baik”. Hasil validasi dari kedua ahli media mendapatkan presentase kelayakan sebesar 91% dengan kriteria “Sangat Baik”. Hasil uji coba mendapatkan presentase kelayakan sebesar 78,2%, hasil presentase tersebut masuk pada kategori “Baik”. Berdasarkan hasil penilaian dan tanggapan yang diperoleh dari para ahli dan responden maka dapat disimpulkan bahwa media layak untuk digunakan dan dikembangkan. Berdasarkan hasil penilaian dan tanggapan yang diperoleh dari para ahli dan responden maka dapat disimpulkan bahwa media layak untuk digunakan dan dikembangkan.
Zat Gizi Biskuit Bigaw Dengan Penambahan Tepung Ikan Gabus Dan Tepung Wortel Untuk Balita Stunting Pasande, Fredli Rice; Kristanto, Budi; Astuti, Nia Budhi; Sarmpumpwain, Anna; Lusiana, Sanya Anda
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 8, No 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v8i1.1748

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis terutama pada seribu hari pertama kehidupan (HPK). Penelitian bertujuan untuk mengetahui kandungan zat gizi dan sifat organoleptik biskuit dengan penambahan tepung ikan gabus dan tepung wortel. Penelitian  dilaksanakan pada bulan juni - bulan juli 2024 di lingkungan kampus Politeknik kemenkkes Jayapura untuk melakukan pengujian dan uji zat gizi di laboratorium Mbrio di bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian Quasy eksperiment menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri dari suatu biskuit yaitu tepung ikan gabus dan tepung wortel di buat dengan 3 perlakuan. Penggunaan tepung ikan gabus pada F1 25%, F2 33%, F3 41% dan penggunaan tepung wortel pada F1 41%, F2 33%, F3 25%. Hasil penelitian menemukan bahwa penambahan tepung terbaik pada biscuit adalah F2, dan  kandungan zat gizi produk lebih tinggi dari pada biscuit yang ada di pasaran. Kesimpulan penambahan tepung ikan gabus dalam pembuatan biscuit dapat meningkatkan nilai gizi dan kualitas biscuit menjadikannya alternatif yang layak dan ekonomis
KADAR BETA KAROTEN DAN TINGKAT KESUKAAN SIRUP UBI JALAR KUNING (Ipomea batatas L.) DENGAN PENAMBAHAN SARI BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) : BETA CAROTENE PROPERTIES AND CONSUMER ACCEPTANCE OF YELLOW SWEET POTATO (Ipomoea batatas L.) SYRUP WITH THE ADDITION OF BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) EXTRACT Putri Ratna Sari; Astuti, Nia Budhi; Budi Kristanto; Sanya Anda Lusiana
GEMA KESEHATAN Vol. 15 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : POLTEKKES KEMENKES JAYAPURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/gk.v15i2.423

Abstract

Ubi jalar kuning merupakan sumber beta karoten yang cukup tinggi. Beta karoten yang ada dalam ubi jalar dapat mengurangi sekitar 40% risiko terkena penyakit jantung, pencegahan terhadap kanker, penuaan dini, penurunan kekebalan, stroke, katarak dan gangguan otot. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar beta karoten dan tingkat kesukaan sirup ubi jalar kuning dengan penambahan sari belimbing wuluh. Desain penelitian menggunakan quasi experiment, One-Shot Case Study. Uji organoleptik di Laboratorium Pangan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Jayapura dilaksanakan pada tanggal 13-16 Juni 2022 menggunakan panelis agak terlatih sebanyak 20 orang (purposive random sampling).  Jumlah sampel 3 formula sirup ubi jalar kuning dengan penambahan sari belimbing wuluh (F1 = 50, F2 = 100, F3= 150). Analisis beta karoten di Laboratorium Saraswanti Indo Genetech (SIG) pada tanggal 14-20 Juni 2022, metode yang digunakan adalah HPLC pemeriksaan sebanyak 2 kali pengulangan (duplo). Hasil penelitian menunjukkan kadar beta karoten F1 yaitu 0,02 mg/kg, F2 dan F3 yaitu 0,04 mg/kg dan hasil uji organoleptik warna yang paling disukai adalah F2 (60%), uji kesukaan aroma yang paling disukai F2 (63,3%) dan uji kesukaan rasa paling disukai F2 (48,3%). Kesimpulan penelitian ini bahwa formula sirup F2 yang paling disukai dan formula sirup dengan hasil kadar beta karoten yang tinggi pada F2 dan F3. Kata kunci: Belimbing Wuluh, Beta Karoten,  Organoleptik,  Sirup,  Ubi Jalar Kuning   Yellow sweet potatoes are a relatively high source of beta-carotene. Beta carotene in sweet potatoes can reduce around 40% of the risk of heart disease and prevent cancer, premature aging, decreased immunity, stroke, cataracts, and muscle disorders. This study aims to determine the levels of beta carotene and the level of preference for yellow sweet potato syrup with the addition of starfruit juice. The research design uses a quasi-experiment, One-Shot Case Study. Organoleptic tests at the Health Polytechnic Health Polytechnic Laboratory of the Ministry of Health Jayapura were conducted on 13-16 June 2022 using 20 slightly trained panelists (purposive random sampling). The number of samples was three yellow sweet potato syrup formulas with starfruit juice (F1 = 50, F2 = 100, F3 = 150). Beta carotene analysis at the Saraswati Indo Genetech (SIG) Laboratory on 14-20 June 2022. The method used was HPLC examination with two repetitions (Duplo). The results of the research showed that the beta carotene content of F1 was 0.02 mg/kg, F2 and F3 were 0.04 mg/kg, and the most preferred color organoleptic test results were F2 (60%), the most preferred aroma preference test was F2 (63, 3%). The most preferred taste test was F2 (48.3%). This research concludes that the F2 syrup formula is the most preferred, and the syrup formula with high beta carotene content results in F2 and F3. Keywords: Beta Carotene, Organoleptic, Starfruit, Syrup, Yellow Sweet Potato