Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Popularitas Penulis Buku Metodologi Penelitian dalam Sitasi Skripsi Mahasiswa STAIN Bengkalis Tahun Kelulusan 2019 Hurairah, Abu; Misda, Asruari; Rohmawati, Zeti' Mawadata
Bertuah Jurnal Syariah dan Ekonomi Islam Vol. 1 No. 1 (2020): Bertuah: Jurnal Syariah dan Ekonomi Islam
Publisher : STAIN Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56633/jsie.v1i1.161

Abstract

Jurusan Ekonomi Syari’ah merupakan penyumbang terbesar dari angka kelulusan di STAIN Bengkalis tahun 2019 yakni 46% dari total 215 orang. Kajian ini bermaksud untuk mengetahui popularitas buku metodologi penelitian yang dipakai dalam sitasi skripsi lulusan tahun 2019 terebut. Bersandar pada hasil penelitian ini, dapat dilakukan pengadaan buku-buku metodologi penelitian yang tepat di perpustakaan Ustadz Mil STAIN Bengkalis dan membantu dosen-dosen metodologi penelitian STAIN Bengkalis dalam menentukan bahan ajar. Hasil kajian menunjukkan penulis buku metodologi penelitian terpopuler dalam sitasi skripsi STAIN Bengkalis tahun 2019 adalah Sugiyono (22,37%), Suharsimi Arikunto (13,55%) dan Muhammad (9,03%). Sayangnya, dari 465 sitasi tentang buku metodologi penelitian, hanya 37,8% yang berasal dari koleksi Perpustakaan Ustadz Mil STAIN Bengkalis, selebihnya berasal dari koleksi luar. Ditemukan juga 61 nama penulis lain yang bukunya tersedia di perpustakaan tetapi belum disitasi oleh mahasiswa. Kata Kunci : Kajian Sitasi, Buku Metodologi Penelitian, Skripsi STAIN 2019
NILAI-NILAI DAKWAH PADA TRADISI KENDURI TURUN SAMPAN DI DESA TELUK LANCAR KECAMATAN BANTAN KABUPATEN BENGKALIS Sarina; Misda, Asruari
Jurnal Matlamat Minda : Manajemen Dakwah Vol 5 No 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Desember 2025
Publisher : IAIN Datuk Laksemana Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana pelaksanaan prosesi tradisi kenduri turun sampan serta mengungkapkan nilai-nilai dakwah yang terkandung di dalamnya. Jenis pendekatan menelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan metode purposive sampling melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menemukan bahwa rangkaian kegiatan kenduri dimulai dari menentukan hari, mengundang orang, meyiapkan makanan, berkumpul, dilanjutkan pembacaan do'a, kemudian makan bersama disertai ngobrol santai, lalu diakhiri dengan penyiraman air doa dan menurunkan sampan ke sungai. Tradisi kenduri turun sampan juga terdapat tiga unsur nilai dakwah, diantaranya terdapat nilai aqidah, yang tampak saat pembacaan bismillah, doa bersama, dan tidak ada unsur syirik serta praktik yang menyimpang dari ajaran Islam. Nilai akhlak, yang terlihat dari sikap saling menghormati, sopan santun, dermawan, disiplin, menjaga kebersihan lingkungan, dan memiliki sikap gotong royong. Nilai syari'ah melalui penerapan kepatuhan syariat Islam seperti berpakaian sopan menutup aurat, bersikap amar ma'ruf nahi mungkar, dan mempererat tali persaudaraan. Tradisi ini juga selaras dengan prinsip Islam dan berfungsi sebagai media dakwah berbasis budaya lokal. meskipun ketiga nilai dakwah tersebut ada dalam tradisi kenduri turun sampan, nilai akhlak memiliki peran yang paling menonjol, karena tampak secara nyata dalam perilaku keseharian masyarakat.
The Role and Involvement of Student Organizations in the Anti-Corruption Movement at Islamic Higher Education Institutions: A Case Study of STAIN Bengkalis Misda, Asruari
Akademika : Jurnal Keagamaan dan Pendidikan Vol. 21 No. 2 (2025): Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan | December 2025
Publisher : IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56633/jkp.v21i2.1336

Abstract

Students, as agents of change, play a strategic role in breaking the chain of corruption through prevention and the instillation of integrity values. This study aims to analyze the role and involvement of Student Organizations (Ormawa) at STAIN Bengkalis in the anti-corruption movement, based on the competency standards of the Decree of the Director General of Islamic Education Number 5783 of 2019. This study employs a quantitative descriptive method with a saturated sampling (census) technique involving 29 student organizations as respondents. Data were collected through questionnaires and documentation, then analyzed using descriptive statistics and the Miles & Huberman interactive model. The results reveal a gradation of declining student roles from personal to systemic aspects. Individual competence (preventing oneself) is in the very high category (98.6%), followed by social competence (preventing others) at 82.8%, and lowest in the competence of detecting and reporting corruption (whistleblowing) at 75.9%. These findings indicate that the anti-corruption movement of STAIN Bengkalis students is still defensive-personal (maintaining personal piety) and not yet fully offensive-systemic (daring to challenge the system). Strengthening whistleblower protection and advocacy education is required to empower students to take an active role in eradicating corruption.