Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Penerapan Algoritma Advanced Encryption Standard (AES) Untuk Pengamanan Berkas Soal Ujian Binanda Wicaksana; Ma'mun Setiawan
Teknois : Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi dan Sains Vol 10, No 1 (2020): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Binaniaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36350/jbs.v10i1.74

Abstract

Perkembangan teknologi pada saat ini sangat berkembang dengan pesat khususnya pada pertukaran informasi yang semakin global, kemampuan untuk mengakses serta bertukar data atau informasi sudah sangat cepat, hal ini juga sangat berpengaruh pada kriminalitas di dunia teknologi atau disebut juga hacker yaitu seseorang atau kelompok yang dengan sengaja mengambil informasi penting tanpa tanggung jawab. Pengamanan data sangat penting dilakukan khususnya pada soal-soal ujian di sekolah yang disimpan di komputer tanpa ada pengamanan yang khusus, sehingga dilakukan cara atau metode untuk proses keamanannya dengan cara menerapkan algoritma advanced encryption standard untuk proses penyisipan atau enkripsi soal. Sehingga keamanan soal ujian akan lebih terjaga dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Hasilnya data atau soal ujian akan lebih terjaga kerahasiannya dan hanya dapat diakses oleh pengguna yang memiliki hak akses terhadap data tersebut
Penerapan Service Oriented Architecture Untuk Pendataan Data Masyarakat Pada Tingkat Kelurahan Binanda Wicaksana; Ferdian Nur
Teknois : Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi dan Sains Vol 12, No 1 (2022): January
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Binaniaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36350/jbs.v12i1.127

Abstract

Instansi pemerintah pada tingkat yang paling bawah adalah Kantor Kepala Desa dimana merupakan suatu instansi yang melakukan pendataan penduduk terutama dalam proses sensus penduduk, seperti berapa banyak warga yang ada di wilayah tersebut, dan berapa jumlah orang yang meninggal atau lahir di wilayah tersebut. Untuk dapat menciptakan kemudahan, keakuratan dan kecepatan dalam pendataan penduduk beserta laporannya kepada instansi yang lebih tinggi yaitu kecamatan, maka diperlukan sebuah sistem pendataan yang terkomputerisasi. Pada masa ini Perkembangan Tekologi Informasi merupakan salah satu kebutuhan bagi semua orang. Perkembangan Teknologi Informasi bukan hal yang langka, hampir semua kalangan pelajar, mahasiswa, pekerja, pengusaha, bahkan pengajar pun mengenal dan menggunakan teknologi ini. Teknologi Informasi juga banyak digunakan sebagai media pencarian informasi, untuk menyelesaikan tugas bagi pelajar. Memproses jual beli serta menginput data. Mempermudah pendataan dengan aplikasi maupun sistem yang terdapat pada komputer. Sebelum pihak kelurahan sudah menggunakan aplikasi pendataan berbasis desktop, akan tetapi pada aplikasi tersebut masih terdapat banyak kekurangan di antaranya aplikasi tersebut masih belum fleksibel terhadap perubahan karna service atau fungsi pada aplikasi tersebut saling berhubungan, sehingga apabila terjadi perbuhan pada satu service saja maka akan berpengaruh terhadap service lainnya, selain itu load pegambilan data yang di perlukan pada aplikasi tersbut masih cukup lama. Dengan penerapan Service Oriented Architecture Pada Web Service API pada sistem pendataan data masyakat pada tingkat kelurahan sudah dilakukan uji kelayakan dan memperoleh nilai 86,52% yang bermakna aplikasi yang di bangun sudah sangat layak. Dan dapat membantu proses pendataan data masyarakat pada tingkat kelurahan.Keywords: Web Service, Service Oriented Architecture
Penerapan Rest API Pada QR Code Untuk Validasi Surat Administrasi Desa Binanda Wicaksana; Gendi Telamdika
TeknoIS : Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi dan Sains Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Binaniaga Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36350/jbs.v13i1.178

Abstract

As one of the lower-level government agencies, the village has an important role in a government. One of the important roles of the village is serving the community in making administrative letters, for example in making death certificates, business, domiciles and others. Currently the process of making administrative letters is not optimal which causes the process of making administrative letters takes quite a long time and the problem is often queues and there is no certainty that the administrative letter will be completed on that day besides that the community cannot fill out the village head's signature on the letter due to the busyness of the village head which requires him to be often out of the office or have many activities so a system is needed that can make it easier for village officials to get legitimacy letters and serving the community in making administrative letters, this study uses the Rest API on the QR Code for validation in administrative letters in the village, where Rest api uses the http protocol where the API link will be entered with a QR Code and this Rest API as link the QR Code to the web. By implementing the Rest API on the QR code for validating administrative letters in the village, a feasibility test has been carried out and obtaining a value of 82.5%, which means that the application is very feasible, and can help process administrative letters in the village.
Penerapan Metode (SAW) untuk mendukung Keputusan Dalam Penetapan Karyawan Tetap di YPI Ar-Rohman Mutiara, Renny; Wicaksana, Binanda
Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputasi) Vol 1 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP3M) – Universitas Binaniaga Indonesia (UNBIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36350/jskom.v1i1.14

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan Metode Simple Additive Weighting (SAW) dalam merekomendasikan pengangkatan karyawan tetap di YPI Ar-Rohman. Kriteria yang digunakan mencakup kepribadian dan perilaku, prestasi kerja, tanggung jawab, lama bekerja, kedisiplinan, dan pengetahuan ke-Al-Madinahan, dengan bobot disesuaikan berdasarkan tingkat kepentingan. Proses penelitian meliputi analisis kebutuhan, perancangan sistem, pengembangan, hingga pengujian yang melibatkan pengguna. Melalui aplikasi web, pengguna dapat login dan menilai calon karyawan berdasarkan kriteria tersebut. Data yang diinput diproses menggunakan metode SAW untuk menghasilkan peringkat rekomendasi calon karyawan tetap. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sistem ini dinilai "Sangat Layak," dengan persentase kelayakan mencapai 100% berdasarkan pengujian oleh ahli materi dan 94,36% dari pengujian pengguna. Sistem ini memungkinkan bagian struktural membuat keputusan yang lebih informatif dan efisien terkait pengangkatan karyawan. Penerapan metode SAW menghasilkan peringkat tertinggi pada karyawan KK6 dengan nilai 0,86 dan terendah pada KK10 dengan nilai 0,67. Hasil ini mengonfirmasi bahwa sistem yang dikembangkan memenuhi standar yang ditetapkan dan siap untuk diterapkan.
Penerapan Metode Topsis (Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal Solution) untuk Menentukan Prioritas Prajurit Teladan Amalia, Agnes Amalia; Wicaksana, Binanda
Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputasi) Vol 1 No 2 (2025): September 2025
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP3M) – Universitas Binaniaga Indonesia (UNBIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36350/jskom.v1i2.37

Abstract

Prajurit TNI memiliki tanggung jawab berat dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, siap berkorban jiwa raga dan berperan aktif dalam pembangunan nasional. Dengan tanggung jawab tersebut, pemberian apresiasi menjadi penting sebagai bentuk penghargaan dan motivasi untuk meningkatkan profesionalisme dan integritas. Salah satu bentuk apresiasi adalah pemilihan prajurit teladan yang dapat menjadi inspirasi bagi anggota lainnya. Namun, proses penilaian prajurit teladan sering menghadapi hambatan berupa subjektivitas dalam penentuan hasil akhir. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan sistem pendukung keputusan yang objektif. Penelitian ini bertujuan menerapkan metode Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) untuk menentukan prioritas prajurit teladan. Data dikumpulkan melalui studi literatur, wawancara, dan diskusi dengan narasumber ahli. Hasilnya, ditetapkan empat kriteria utama yaitu nilai kesamaptaan jasmani, nilai kinerja individu, nilai unjuk kerja, dan nilai perilaku. Penilaian dilakukan menggunakan metode TOPSIS untuk memastikan objektivitas. Validasi hasil menggunakan uji Spearman Rank menunjukkan korelasi sangat kuat antara metode subjektif dan TOPSIS, dengan nilai 0,921 untuk data bintara dan 0,903 untuk data tamtama. Hal ini membuktikan bahwa metode TOPSIS efektif dalam menghasilkan peringkat yang adil dan dapat diandalkan, sehingga mendukung pengambilan keputusan yang lebih transparan dan akurat dalam pemilihan prajurit teladan.
Application of the TAM model for assesing the acceptance of IoT technology in a residential security application Ghaniy, Rajib; Wicaksana, Binanda; Arnes, Fahmi; Melati, Laras; Septiana, Helena
Journal of Soft Computing Exploration Vol. 6 No. 4 (2025): December 2025
Publisher : SHM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52465/joscex.v6i4.629

Abstract

Residential crime continues to be a significant concern, and traditional security systems relying oHousing is an area vulnerable to crime, especially if it is not supported by an adequate security system. Many housing complexes still rely on conventional security systems that only involve officers without technological support. Therefore, the application of technology, especially the Internet of Things (IoT), is needed to improve housing security systems. The success of a system is largely determined by the level of user acceptance, which can be measured using the Technology Acceptance Model (TAM). This study aims to measure user acceptance of an IoT-based housing security system using the TAM model. Data were obtained from 100 respondents and analyzed using the PLS-SEM method to test the research hypotheses. The results showed that four hypotheses had a significant relationship, namely the relationship between Subjective Norm (SN) and Perceived Usefulness (POU), Perceived Ease of Use (PEU) and POU, PEU and Attitude Toward Use (ATU), and POU and Behavioral Intention (BEI). Meanwhile, the other four hypotheses did not show a significant relationship.n manual monitoring are often insufficient in addressing modern security challenges. With the rapid development of Internet of Things (IoT) technology, digital security solutions offer new opportunities for improving surveillance and access control within housing environments. This study aims to assess user acceptance of an IoT-based residential security application by applying the Technology Acceptance Model (TAM). A quantitative survey method was used, involving 100 respondents who evaluated the prototype after testing it directly. Data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results indicate that Perceived Ease of Use significantly affects both Perceived Usefulness and Attitude Toward Using, while Perceived Usefulness strongly influences Behavioral Intention. However, Attitude Toward Using shows a marginal impact on Behavioral Intention, and Behavioral Intention does not significantly predict Actual Use. These findings reveal the dominant factors influencing acceptance and highlight areas for improvement in IoT-based security applications.
Integration of Internet of Things Technology in Digital-Based Residential Security Application Ghaniy, Rajib; Wicaksana, Binanda; Arnes, Fahmi; Melati, Laras; Septiana, Helena
ULTIMATICS Vol 17 No 2 (2025): Ultimatics : Jurnal Teknik Informatika
Publisher : Faculty of Engineering and Informatics, Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31937/ti.v17i2.4518

Abstract

This study evaluates the usability of an IoT-based residential security application designed to improve guest registration and access control in housing environments. The system integrates multiple user roles, including administrators, residents, guests, and security officers, and utilizes QR Code verification to streamline entry procedures. Usability testing was conducted using the System Usability Scale (SUS) with 30 respondents. The results show an average SUS score of 74.83, indicating that the application falls within the “Good” usability category. Most users reported that the interface is intuitive, the functions are well integrated, and system navigation is easy to understand. Although minor improvements are still required—such as notification speed and icon clarity—the system is considered acceptable for public use. These findings demonstrate that IoT integration can enhance residential security operations while maintaining positive user experience.
Penerapan Metode K-Means Clustering untuk Menentukan Debitur Existing Penerima Pinjaman KUR Kesumaningtias, Ariyati; Wicaksana, Binanda
Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputasi) Vol 1 No 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP3M) – Universitas Binaniaga Indonesia (UNBIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36350/jskom.v1i3.58

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kesehatan bank yaitu profil risiko. Pada profil risiko terdapat risiko kredit yang harus diantisipasi oleh lembaga keuangan dalam memberikan pinjaman kepada nasabah yang diawali dengan proses analisa debitur dengan tepat. Account Officer adalah karyawan yang bertugas mengelola kredit nasabah yang didalamnya terdapat proses analisa kredit, pemantauan perkembangan usaha dan memastikan debitur membayar tunggakan pinjaman pokok dan bunga tepat waktu. Untuk memperoleh debitur yang layak diberikan pinjaman, Account Officer perlu melakukan pengelompokan data debitur terlebih dahulu. Penelitian ini dilakukan untuk pengelompokan debitur yang layak diberikan pinjaman dengan menggunakan Algoritma K-Means. Algoritma K-Means digunakan sebagai salah satu teknik data mining yang efektif dalam pengelompokan untuk memperoleh data yang akurat. Data yang digunakan mencakup atribut seperti, jangka waktu pinjaman, kolektabilitas saat ini, kolektabilitas sebelumnya, persediaan usaha, hasil usaha dan angsuran pinjaman. Proses analisis dilakukan dengan menggunakan Metode Silhouette Coefficient untuk mengukur performa cluster dan diperoleh nilai sebesar 0.7299 yang termasuk dalam kategori Strong Structure untuk tingkat kemiripan data. Penelitian ini sudah dilakukan pengujian diantaranya uji ahli dengan nilai pesentase kelayakan sebesar 100% yang artinya sistem dapat dikembangkan, serta uji pengguna dengan nilai sebesar 89.85% yang artinya program yang dibuat termasuk kategori sangat layak untuk dikembangkan.