Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PKM Edukasi dan Pendampingan Ibu Hamil untuk Meningkatkan Kepatuhan Konsumsi tablet Fe sebagai Upaya Pencegahan Anemia dalam Kehamilan Yusri Dwi Lestari; Khusnul Khotimah; Nurul Siti Aisyah
Health Care : Journal of Community Service Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/ty7ht274

Abstract

Kehamilan merupakan bagian dari siklus reproduksi Wanita yang dimulai sejak fertisisasi sampai sebelum dimulainya persalinan. Kehamilan merupakan fase yang dinantikan oleh pasangan calon orangtua yang menantikan buah hati mereka. Dalam prosesnya, berbagai faktor dapat mempengaruhi kehamilan dan tumbuh kembang janin yang juga berefek lanjutan pada persalinan dan bayi baru lahir. Salah satu kondisi yang harus diwaspadai oleh ibu hamil adalah anemia. Anemia adalah suatu kondisi tubuh dimana kadar hemoglobin (Hb) dalam sel darah merah lebih rendah dari standar yang seharusnya. Ibu hamil dikatakan anemia apabila kandungan Hb < 11 gr/dl.Anemia merupakan salah satu sebab kematian terjadinya abortus, gangguan pertumbuhan janin, dan perdarahan pada ibu yang dapat menyumbang angka kematian ibu dan bayi. Anemia pada ibu hamil disebabkan karena masih kurang dan rendahnya asupan gizi, dan ketidakpatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe. Zat besi (Fe) sangat dibutuhkan untuk perkembangan otak bayi diawal kelahirannya. Pada kenyataannya masih banyak ibu hamil yang tidak tahu pentingnya konsumsi tablet Fe selama kehamilan, masih banyak ibu hamil yang tidak mengkonsumsi tablet Fe secara rutin dengan alasan lupa dan merasa kondisinya baik-baik saja sehingga tidak perlu minum tablet Fe. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam bentuk memberikan edukasi dan pendampingan pada ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe untuk mencegah terjadinya anemia dalam kehamilan. Dengan pendampingan dan edukasi yang dilakukan diharapkan pengetahuan ibu tentang pentingnya tablet Fe, meningkatkan kepatuhan ibu mengkonsi tablet Fe dan mencegah anemia serta komplikasi kehamilan dan persalinan yang diakibatkan oleh anemia pada ibu hamil
Yoga Hamil Untuk Mengatasi Keluhan Dalam Kehamilan Di Puskesmas Glagah, Pakuniran, Probolinggo. Yusri Dwi Lestari; Sulis Winarsih
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KESEHATAN (ABDIMAKES) Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan (ABDIMAKES)
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55316/amk.v2i2.793

Abstract

Perubahan fisik dan psikologis yang dialami dapat menimbulkan ketidaknyamanan terutama trimester II dan III. Upaya untuk mengatasi ketidaknyamanan kehamilan salah satunya dengan olah raga. Olahraga yang dapat dilakukan ibu hamil adalah prenatal yoga, yaitu jenis latihan yoga yang dirancang khusus untuk wanita hamil. Selain dapat menjaga kesehatan, olahraga ini juga membuat ibu hamil merasa rileks dan tenang.Latihan yoga hamil dapat membantu ibu hamil untuk menjaga kebugaran tubuh dan mengurangi ketidaknyamanan. Yoga ibu hamil dapat meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas tubuh. Yoga Hamil merupakan jenis olah tubuh yang bermanfaat bagi ibu hamil. Latihan ini dapat menimbulkan efek relaksasi bagi ibu hamil dalam menghadapi kehamilan. Namun, belum banyak ibu hamil yang melakukannya dikarenakan masih sedikit ibu hamil yang memilik pengetahuan mengenai prenatal yoga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menambah pengetahuan tentang yoga hamil dan membimbing ibu hamil untuk melakukan yoga hamil sehingga dapat mendorong ibu hamil untuk melakukan yoga hamil baik di kelas ibu hamil maupun mandiri dirumah secara teratur. Kata Kunci: Yoga hamil, ketidaknyamanan, kehamilan.
PERAN TEKNOLOGI DALAM MENINGKATKAN TANGGAP DARURAT TERHADAP KEGAWATDARURATAN MATERNAL: TINJAUAN LITERATUR DAN IMPLEMENTASI Sholihah, Aisyah Imro'Atus; Yusri Dwi Lestari
Jurnal Medicare Vol. 4 No. 4 (2025): OCTOBER 2025
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v4i4.257

Abstract

Maternal emergencies remain a leading cause of high maternal mortality in developing countries, including Indonesia. This study employs a systematic literature review and case studies of technology implementations in maternal emergency settings, covering mobile applications, early warning systems, and telemedicine. The review finds that technology adoption can accelerate clinical decision-making, strengthen coordination among healthcare providers, and enhance service access for pregnant women in remote areas. Nonetheless, infrastructure limitations, inadequate training of medical personnel, and system integration issues persist as major barriers. In conclusion, optimizing the role of technology in maternal emergency response requires a collaborative approach among policymakers, healthcare providers, and technology developers.
DAMPAK DIABETES GESTASIONAL TERHADAP TUMBUH KEMBANG ANAK PADA ASPEK KOGNITIF AFEKTIF DAN PSIKOMOTORIK Jamilatur Rahmah; Yusri Dwi Lestari
Jurnal Medicare Vol. 4 No. 4 (2025): OCTOBER 2025
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v4i4.264

Abstract

Diabetes gestasional (DG) adalah kondisi hiperglikemia yang terjadi selama masa kehamilan dan dapat mempengaruhi perkembangan janin, termasuk dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik anak. Tinjauan sistematik ini bertujuan untuk mengkaji dampak DG terhadap tumbuh kembang anak, khususnya pada tiga aspek utama perkembangan: kognitif, afektif, dan psikomotorik. Penelitian ini mengulas berbagai penelitian yang menginvestigasi hubungan antara paparan hiperglikemia pada ibu dan dampaknya terhadap perkembangan anak dalam aspek ketiga tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa anak-anak dari ibu dengan DG berisiko tinggi mengalami keterlambatan perkembangan kognitif, gangguan perhatian, serta masalah perilaku dan pengaturan emosi. Selain itu, dampak DG juga mempengaruhi keterlambatan perkembangan motorik kasar dan halus. Beberapa faktor seperti pengelolaan diabetes yang kurang optimal selama kehamilan, faktor genetik, pola makan ibu, serta kondisi sosial ekonomi dan pola asuh setelah kelahiran turut berkontribusi pada dampak jangka panjang DG terhadap anak. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pengelolaan diabetes gestasional secara optimal dan memantau perkembangan anak secara berkala guna mengurangi potensi gangguan tumbuh kembang. Tinjauan ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang bermanfaat bagi tenaga medis, peneliti, dan pembuat kebijakan dalam merancang strategi pencegahan dan intervensi untuk meningkatkan kualitas hidup ibu dan anak yang terpapar DG.
Komplikasi metabolik dan endokrin jangka panjang pada wanita setelah kehamilan dengan Diabetes Gestasional Rika Wulandari; Yusri Dwi Lestari
Jurnal Medicare Vol. 4 No. 4 (2025): OCTOBER 2025
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v4i4.271

Abstract

Gestational diabetes (GDM) is a condition of increased blood glucose levels that is first detected during pregnancy, and not only affects the mother during pregnancy, but also increases the risk of long-term metabolic and endocrine complications after delivery. Women with a history of GDM are at higher risk of developing type 2 diabetes, dyslipidemia, thyroid disorders, and polycystic ovary syndrome (PCOS). These metabolic complications can appear within 5 to 20 years after pregnancy, with insulin resistance as the main triggering factor. In addition, thyroid disorders and PCOS can interfere with hormone function, which has an impact on the body's metabolic balance and reproductive health. Some risk factors that contribute to these long-term complications are obesity, family history of diabetes, age, and post-pregnancy lifestyle. Proper handling through routine screening, healthier lifestyle changes, and medical therapy are needed to reduce the risk of complications and improve the quality of life of women after pregnancy. With early detection and effective prevention, long-term complications due to GDM can be minimized, which can ultimately prevent women from the risk of other chronic diseases.