Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Matriks Teknik Sipil

MODEL PENELUSURAN BANJIR METODE GABUNGAN MUSKINGUM-CUNGE DAN O'DONNEL SERTA METODE MUSKINGUM EXTENDED PADA SUNGAI SAMIN DENGAN KETERBATASAN DATA AWLR DI HULU Agus Suryono; Sobriyah Sobriyah; Siti Qomariyah
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.248 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i1.37324

Abstract

Model penelusuran banjir merupakan perhitungan hidrograf aliran di suatu lokasi sungai yang didasarkan pada hidrograf aliran di lokasi lain. Data yang dibutuhkan dalam penelusuran banjir Metode Muskingum adalah hidrograf aliran di hulu dan hilir. Data tersebut digunakan untuk mengestimasi besarnya parameter penelusuran. Syarat agar Metode Muskingum dapat digunakan adalah dengan tidak adanya aliran lateral yang masuk ke sungai utama. Permasalahan yang muncul pada proses penelusuran banjir adalah ketidaktersediaan data hidroraf terukur di hulu-hilir dan adanya aliran lateral. Model penelusuran banjir yang memperhitungkan adanya aliran lateral adalah Metode Muskingum Extended dan Metode Gabungan O'Donnel dan Muskingum-Cunge. Penelitian ini dilakukan dengan cara analisis desktiptif kuantitatif. Analisis dilakukan dengan mengaplikasikan dua metode yaitu metode Muskingum Extended dan Metode Gabungan O'Donnel dan Muskingum-Cunge pada Sungai Samin. Inflow yang digunakan berupa hidrograf aliran hasil estimasi menggunakan metode HSS Gama 1. Sungai Samin berada di Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Sukoharjo Propinsi Jawa Tengah. Data yang digunakan dalam analisis diperoleh dari Balai Besar Wilayah Sungai Surakarta, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) dan Perum Jasa Tirta 1 Surakarta. Hasil penelitian penelusuran banjir pada Sungai Samin untuk kejadian 23 April 2011 menggunakan Metode Muskingum Extended dan Metode Gabungan O'Donnel Dan Muskingum-Cunge berturut-turut menghasilkan nilai kesesuaian antara hasil simulasi dengan hasil pengamatan sebesar =32,34%, =13,96%, = 0%, =14,20%, =14,20%, dan =40%. Perhitungan penelusuran banjir untuk kejadian tanggal 30 April 2011 menghasilkan nilai kesesuaian sebesar =15,36%, =34,04%, =20%, =12,74%, =32,77%, dan =40%. Berdasarkan data yang ada, kedua metode dapat digunakan untuk menghitung besarnya debit puncak, sedangkan untuk menghitung waktu konsentrasi dan besarnya volume di Sungai Samin tidak disarankan.