Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS MANFAAT PENERAPAN PIJAT OKSITOSIN DAN EDUKASI DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI 0-6 BULAN Harjanti, Agnes Isti; Puspita, Nella Valen Ika
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33666/jitk.v10i2.223

Abstract

ABSTRAK                                                                             Latar Belakang Analisis secara nasional dari Riskesdas 2013 dan Laporan rutin Direktorat Jendral Bina Gizi-KIA Kementrian Kesehatan Cakupan ASI Eksklusif saat ini belum bisa mencapai target pemerintah Indonesia yaitu sebesar 80%. Masalah hambatan dalam pencapaian ASI Eksklusif yaitu tingginya praktik pemberian makanan prelaktal ibu bekerja dan pemberian susu formula bayi, sehingga sangat sedikit bayi yang diberikan ASI eksklusif sampai 6 bulan.TujuanMenganalisis tingkat manfaat pijat, tingkat manfaat edukasi ASI Eksklusif, mendiskripsikan pemberian ASI eksklusif dan membedakan besarnya manfaat penerapan pijat oksitosin dengan edukasi ASI eksklusif pada ibu nifas yang menyusui eksklusif pada bayi di Kelurahan Karangayu Semarang.                                                  Metode       Penelitian ini merupakan jenis studi corelasional, yang menghubungkan variabel independent dengan variabel dependent yaitu edukasi ASI eksklusif dan pijat oksitosin dengan pelaksanaan pemberian ASI eksklusif dan pijat oksitosin yang benar. Sampel yang digunakan sebesar 40 ibu nifas dengan teknik sampling total sampling..                     Hasil Analisis tingkat manfaat pijat oksitosin pada ibu lebih meningkatkan ibu untuk melakukan pijat oksitosin sesuai anjuran sebanyak 50%-57,1%. Dengan hasil uji statistik ada perbedaan yang bermakna yaitu dengan hasil T-test 21,877 dan 7,804 dengan siknifikasnsi P< 0,000. Analisis tingkat manfaat edukasi ASI Eksklusif bahwa edukasi kurang meningkatkan keinginan ibu untuk menyusui eksklusif sebanyak 33,3%-50%. Analisis perbedaan tingkat pengetahuan dengan pemberian ASI eksklusif didapatkan ada perbedaan yang bermakna pada ibu nifas yang tingkat pengetahuannya baik dan akan memberikan ASI secara ekskusif dengan hasil T-test 21,877 dan 3,199 dengan signifikansi P < 0,000. Diskripsikan pemberian ASI eksklusif masih tergolong rendah sebanyak 47,5%. Perbedaan besarnya manfaat penerapan pijat oksitosin dengan edukasi ASI eksklusif pada ibu nifas yang menyusui eksklusif pada bayi. ada perbedaan yang bermakna pada ibu nifas yang tingkat pengetahuannya baik dan akan memberikan ASI secara ekskusif dengan hasil T-test 21,877 dan 3,199 dengan signifikansi P < 0,000, dan hasil T-test 21,877 dan 5,339 dengan siknifikansi P < 0,000. Perbedaan yang dapat dilihat bahwa ibu nifas yang memberikan ASI Eksklusif cenderung melakukan pijat oksitosin untuk meningkatkan ASInya dibandingkan dengan ibu nifas yang tidak menyusui secara eksklusif mereka juga tidak melakukan pijat oksitosin dengan baik dan benar.Kesimpulan  Membedakan besarnya manfaat penerapan pijat oksitosin dengan edukasi ASI eksklusif pada ibu nifas yang menyusui eksklusif pada bayi didapatkan perbedaan  hasil T-test 21,877 dan 3,199 dengan signifikansi P < 0,000, dan ada perbedaan hasil T-test 21,877 dan 5,339 dengan siknifikansi P < 0,000. Hasil perbedaan tingkat pengetahuan ASI eksklusif dengan pemberian pijat oksitosin pada ibu nifas terjadi perbedaan yang bermakna yaitu dengan hasil T-test 21,877 dan 7,804 dengan siknifikasnsi P< 0,000. Kata Kunci : ASI Eksklusif, Edukasi, Pijat Oksitosin,Ibu Nifas.     ABSTRACT                                                               Background National analysis of the 2013 Riskesdas and KIA Ministry of Health's Directorate General of Nutrition Development, Exclusive of breastfeeding Coverage has not been able to achieve the Indonesian government's target of 80%. The problem of obstacles in achieving exclusive breastfeeding is the high practice of prelactal feeding of mothers working and the provision of infant formula milk, so that very few babies are given exclusive breastfeeding for up to 6 months.Purpose  Analyzing the benefits of massage, the level of benefits of exclusive breastfeeding education, describing exclusive breastfeeding and differentiating the benefits of applying oxytocin massage with exclusive breastfeeding education for postpartum mothers who exclusively breastfed infants in Karangayu SemarangMethod This study is a correlational study, which relates the independent variables to the dependent variable, namely exclusive breastfeeding education and oxytocin massage with the implementation of exclusive breastfeeding and correct oxytocin massage. The sample used was 40 postpartum mothers with total sampling technique.                  Result  Analysis of the level of benefits of oxytocin massage on the mother further increased the mother to do oxytocin massage according to the recommendation of 50% -57.1%. With the results of statistical tests there were significant differences with the results of the T-test of 21.877 and 7.804 with a P <0.000.   Analiasis of the level of benefits of exclusive breastfeeding education that education does not increase the desire of mothers to exclusively breastfeed as much as 33.3% -50%. Analysis of differences in the level of knowledge with exclusive breastfeeding found that there were significant differences in postpartum mothers whose level of knowledge was good and would give exclusive breastfeeding with the results of T-test of 21.877 and 3.199 with a significance of P <0.000.       The description of exclusive breastfeeding is still as low as 47.5%. The difference in the benefits of applying oxytocin massage with exclusive breastfeeding education for postpartum mothers who exclusively breastfed infants. there is a significant difference in postpartum mothers with good knowledge level and exclusive breastfeeding with T-test results of 21.877 and 3.199 with a significance of P <0.000, and T-test results of 21.877 and 5.339 with a significance of P <0.000.  The difference can be seen that postpartum mothers who provide exclusive breastfeeding tend to do oxytocin massage to increase their breast milk compared to postpartum women who do not exclusively breastfeed they also do not do oxytocin massage properly and correctly.                                  Conclusion Differentiating the magnitude of the benefits of applying oxytocin massage with exclusive breastfeeding education for postpartum mothers who exclusively breastfed infants found differences in T-test results of 21.877 and 3.199 with a significance of P <0.000, and there were differences in T-test results of 21.877 and 5.339 with a significance of P <0.000. The results of differences in the level of knowledge of exclusive breastfeeding with oxytocin massage on postpartum mothers had a significant difference, with T-test results of 21.877 and 7.804 with P <0.000.Keywords: Exclusive breastfeeding, Education, Oxytocin Massage, Postpartum Mother
PENGARUH AROMA TERAPI VANILA TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS TIDUR IBU HAMIL Puspita, Nella Valen Ika
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v10i1.293

Abstract

Gangguan tidur yang dialami ibu hamil dapat membuat kondisi ibu menurun bahkan dapat mengganggu aktivitas sehari-sehari seperti konsentrasi berkurang, ibu dapat mudah lelah, badan terasa pegal, tidak mood dalam bekerja, dan ibu juga cenderung emosional. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh aromaterapi vanila terhadap kualitas tidur ibu hamil. Jenis penelitian ini adalah quasy eksperiment dengan one group pretest-posttest design. Teknik sampling dengan cara purposive  sampling, sample yang digunakan 36 ibu hamil. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian ada pengaruh aromaterapi vanila terhadap kualitas tidur ibu hamil, didapatkan nilai p = 0,001. Kesimpulan ada pengaruh aroma terapi vanila terhadap kualitas tidur ibu hamil.
HUBUNGAN POLA ASUH TERHADAP PENGETAHUAN SEKSUAL REMAJA Puspita, Nella Valen Ika
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v5i2.114

Abstract

Masa transisi mencari jati diri dari anak menjadi remaja perhatian dan peran orang tua sangat diperlukan karena selain menentukan karakter dan kepribadian anak di masa mendatang juga membantu beradaptasi pada perubahan – perubahan yang terjadi pada masa ini termasuk perubahan seksual pada masa remaja. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan pengetahuan seksualitas remaja. Metode: Penelitian ini menggunakan deskriptif analitik, pendekatan Cross sectional. Sampel yang digunakan dalam dalam penelitian ini adalah sampel jenuh sehingga jumlah sampel sama dengan jumlah populasi yang berjumlah 77 responden. Instrument penelitian kuesioner dan analisa data menggunakan Chi Square. Hasil:sebagian besar siswa mendapatkan pola asuh demokratis yaitu sebanyak 65 siswa (84.4 %), otoriter 9 siswa (11.7 %) dan paling sedikit pola asuh yang didapatkan adalah permisif yaitu sebanyak 3 siswa (3.9 %). sebagian besar siswa mempunyai pengetahuan baik yaitu sebanyak 65 siswa (84.4%), cukup 7 siswa (9.1%) dan paling sedikit mempunyai pengetahuan kurang sebanyak 5 siswa (6.5 %). Kesimpulan: terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan pengetahuan seksual remaja kelas XI SMK Muhammadiyah 2 Moyudan Sleman Yogyakarta.
Model Average-Based Fuzzy Time Series untuk Prediksi Perkembangan Kasus Terkonfirmasi Positif COVID-19 Wuryanto, Endro Dwi; Puspita, Nella Valen Ika
Jurnal Informatika UPGRIS Vol 7, No 2: Desember 2021
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiu.v7i2.9559

Abstract

The number of positive confirmed COVID-19 cases in Indonesia continues to rise on a daily basis. A prediction model is required to examine and measure the current progression of positive verified COVID-19 instances and to anticipate these circumstances in the future. The goal of this research is to create a prediction application that uses a fuzzy time series approach as a prediction method and an average-based length algorithm as an interval length determinant. The effective interval length can have a greater impact on the prediction outcomes. The data for this study came from the COVID-19 task force's website, and it tracked the progression of positive confirmed COVID-19 cases from November 2020 to July 2021. The Mean Absolute Percentage Error (MAPE) is relatively little based on the findings of the prediction application performance. This can help the management unit make decisions by giving information and establishing policies relating to actual efforts to prepare for, plan for, prevent, and control the spread of COVID-19.