Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA DENGAN USIA PERKEMBANGAN ANAK USIA 3-5 TAHUN DI TK SENTOSA BHAKTI BATURAJA Budianto, Yudi
Masker Medika Vol 8 No 1 (2020): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v8i1.373

Abstract

Pendahuluan: Status sosial ekonomi adalah suatu pengelompokan orang-orang berdasarkan kesamaan karakteristik pekerjaan, pendidikan dan ekonomi. Status sosial ekonomi menunjukkan ketidaksetaraan tertentu. perkembangan anak adalah segala perubahan yang terjadi pada diri anak dilihat dari berbagai aspek antara lain aspek fisik (motorik), emosi, kognitif dan psikososial bagaimana anak berinteraksi dengan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara status social ekonomi orang tua dengan usia perkembangan anak usia 3-5 tahun. Penelitian ini dilakukan di TK Sentosa Bhakti Baturaja Tahun 2019 sampel dalam penelitian ini sebanyak 54 siswa/i. Metode Penelitian: merupakan penelitian deskriptif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan secara door to door dalam satu kali waktu pengisisan, kuesioner yang telah diisi selanjutnya di lakukan pengolahan data meliputi editing, coding, entry, cleaning. Hasil Penelitian: didapatkan bahwa nilai p value 0,013 (< 0,05) artinya ada hubungan yang bermakna antara status sosial ekonomi orang tua terhadap usia perkembangan anak. Penelitian ini menggunakan uji statistic (hipotesis) yang dilakukan dengan pengujian Chisquare. Introduction: Socioeconomic status is a grouping of people based on similar characteristics of work, education and economy. Socioeconomic status indicates certain inequalities. child development is all the changes that occur in the child seen from various aspects including physical (motor), emotional, cognitive and psychosocial aspects of how children interact with the environment. The purpose of this study was to determine the relationship between the socioeconomic status of parents with the age of development of children aged 3-5 years. This research was conducted in Sentosa Bhakti Baturaja Kindergarten in 2019. The samples in this study were 54 students. Research Methods: is a descriptive study. Data collection in this study was carried out door-to-door in one time filling, the questionnaire that was filled in then carried out data processing including editing, coding, entry, cleaning. Research Results: found that the p value of 0.013 (<0.05) means that there is a significant relationship between the socioeconomic status of parents to the child's developmental age. This study uses astatistical test (hypothesis) which is done by Chi-square testing.Keyword: Socio-Economic Status, Age of Child Development, Students.
PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS DIRUMAH SAKIT BERDASARKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT Heriwati, Heriwati; Meliyanti, Fera; Budianto, Yudi
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 15, No 2 (2023): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v15i2.1146

Abstract

Latar belakang: Pengelolaan limbah Rumah Sakit di Indonesia masih dalam kategori belum baik. Berdasarkan kriteria World Health Organization (WHO), pengelolaan limbah rumah sakit yang baik bila presentase limbah medis 15%, namun kenyataannya di Indonesia mencapai 23,3%, melakukan pewadaan 20,5% dan pengangkutan 72,7%. Rumah sakit yang sudah melakukan pengelolaan limbah cair sebesar 53,4% dan 51,1% melakukan pengelolaan dengan IPAL atau septic tanc. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan Pengetahuan dan Sikap Perawat terhadap Pengelolaan Limbah Medis di Rumah Sakit. Metode: Jenis penelitian adalah kuantatif Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini, pengukuran menggunakan alat ukur kuisioner dan observasi, serta dianalisis menggunakan univariate dan bivariat dengan uji Chi Square. Sampel yang digunakan adalah tenaga kesehatan perawat di Ruang rawat inap di Rumah Sakit yang berjumlah 83 orang. Lokasi penelitian dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Mohamad Rabain Kabupaten Muara Enim, pada bulan Januari sampai bulan Februari di tahun 2023. Hasil: ada hubungan bermakna antara pengetahuan perawat terhadap pengelolaan limbah medis ( p value = 0,003) dan ada hubungan bermakna antara sikap perawat terhadap pengelolaan limbah medis (p value = 0,023). Saran: Perlunya pemberian pelatihan dan penyuluhan bagi tenaga kesehatan dalam pengelolaan limbah medis secara berkala yang diadakan oleh tenaga kesehatan dan tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi khusunya pegawai baru sesuai aturan dan pedoman yang berlaku.Kata Kunci          : Pengetahuan, sikap, pengelolaan limbah medis
HUBUNGAN OBESITAS DAN UMUR PASIEN TERHADAP KEJADIAN HIPERTENSI Budianto, Yudi
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 3: Februari 2019 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v3i1.960

Abstract

Latar belakang: Badan kesehatan dunia (WHO) memperkirakan jumlah penderita hipertensi akan terus meningkat seiring dengan jumlah penduduk yang semakin bertambah banyak. Pada tahun 2025 mendatang diperkirakan sekitar 29% warga dunia menderita hipertensi. Di tahun 2013 dengan unit analisis individu menunjukkan bahwa secara Nasional 25.8% penduduk Indonesia menderita penyakit hipertensi. Jika saat ini penduduk Indonesia sebesar 252.124.458 jiwa maka terdapat 65.048.110 jiwa yang menderita hipertensi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Obesitas dan Umur Pasien Terhadap Kejadian Hipertensi. Metode: Jenis penelitian yang dilakukan adalah Survey Analitik, dengan pendekatan  Cross Sectional dan dianalisa dengan menggunakan uji Chi-square. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien Hipertensi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Accidental Sampling berjumlah 50 sampel. Hasil: penelitian ini menunjukan ada hubungan bermakna antara obesitas terhadap kejadian hipertensi. Dengan hasil analisa Bivariat hasil uji statistik Chi-Square di peroleh p value 0,028 ( < 0,05 ). Ada hubungan yang bermakna antara umur pasien terhadap kejadian hipertensi. Dengan hasi analisa Bivariat hasil uji statistik Chi-Square diperoleh p value 0,000 ( < 0,05 ). Saran: Diharapkan responden dapat menjaga pola makan agar tidak terjadinya penumpukan lemak di dalam tubuh sehingga melebihi batas yang baik untuk kesehatan.                                                         Kata Kunci : Obesitas, Umur Pasien, Kejadian Hipertensi
Hubungan Antara Perilaku Merokok Dengan Prestasi Belajar Pada Mahasiswa Laki-Laki Di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Budianto, Yudi
Lentera Perawat Vol. 1 No. 1 (2020): Lentera Perawat
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v1i1.114

Abstract

Perilaku merokok merupakan perilaku yang membakar salah satu produk tembakau yang dimaksudkan untuk dibakar, dihisap dan/atau dihirup termasuk rokok kretek, rokok putih, cerutu atau bentuk lainnya yang dihasilkan dari tanaman  nicotina tabacum, nicotina rustica dan spesies lainnya atau sintetisnya yang asapnya mengandung nikotin dan tar, dengan atau tanpa bahan tambahan.Prestasi belajar yang dicapai mahasiswa pada hakekatnya merupakan pencerminan dari usaha belajar. Pada umumnya semakin baik usaha belajar maka semakin baik pula prestasi yang dicapai. Tentunya hal ini tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhinya antara lain minat, motivasi, tingkat pendidikan orang tua, tingkat pendapatan orang tua,  dan lain sebagainya.  Desain penelitian yang digunakan dengan menggunakan rancangan atau pendekatan cross sectional melalui uji statistic  chi-square dengan sampel sebanyak 30 responden. Variabel yang diteliti yaitu variabel independen(perilaku merokok) dan variabel dependen(prestasi belajar). Hasil dari chi-square di dapatkan p value=0,155(p value>0,05),artinya tidak ada hubungan yang bermakna antara perilaku merokok dengan prestasi belajar pada mahasisw laki-laki di STIKES AL-Ma’arif Baturaja
Hubungan Antara Kondisi Sanitasi Lingkungan Terhadap Kejadian ISPA Pada Balita Di Puskesmas Budianto, Yudi
Lentera Perawat Vol. 1 No. 2 (2020): Lentera Perawat
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v1i2.136

Abstract

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah penyakit saluran pernafasan atas atau bawah, biasanya menular, yang dapat menimbulkan berbagai spektrum penyakit. Penelitian ini di lakukan di  wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung baru Kecamatan Baturaja  Timur. Penelitian ini di lakukan pada bulan juli 2019. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini menggunakan alat ukur kuesioner.Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 responden. Dari hasil uji statistic yang di lakukan dengan penguji Chi-Square didapatkan bahwa kondisi sanitasi lingkungan dengan nilai  (p value = 0,000) yang berarti ada hubungan yang bermakna antara kondisi danitasi lingkungan dengan kejadian penyakit ISPA. Kesimpulan Hasil penelitian ini adalah bahwa kondisi ventilasi dan kepadatan hunian yang tidak memenuhi syarat sesuai dengan Permenkes dapat mnyebabkan ISPA. peneliti menyarankan agar instansi kesehatan melakukan pengendalian dan penanganan terhadap kasus penyakit ISPA dengan memperhatikan kondisi ventilasi, kepadatan hunian serta faktor-faktor lainnya.
Hubungan Pengetahuan Masyarakat Tentang Covid-19 Terhadap Kepatuhan Pemakaian Masker Di Era New-Normal Budianto, Yudi
Lentera Perawat Vol. 2 No. 1 (2021): Lentera Perawat
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v2i1.158

Abstract

Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Pada manusia biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan, mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernafasan Akut Berat/ Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus jenis baru yang ditemukan pada manusia sejak kejadian luar biasa muncul di Wuhan Cina, pada Desember 2019, kemudian diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV2), dan menyebabkan penyakit Coronavirus Disease-2019 (COVID-19). Penelitian ini dilakukukan di desa Talang Batu Kota Prabumulih . Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian secara deskriftif. Penelitian ini menggunakan alat ukur kuisioner dan ceklist. Dengan menggunakan sampel Random sampling dalam penelitian ini sebanyak 91 responden. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang covid di Desa Talang Batu responden yang berpengetahuan kurang baik (20%), responden yang berpengetahuan cukup baik (29,7%) dan responden yang berpengetahuan baik (48%) berdasarkan hasil analisa bivariat ada hubungan yang bermakna antara viaribel pengetahuan dengan kepatuhan pemakaian masker, ini dapat kita lihat dari p value=0,000. Kesimpulan hasil penelitian adalah bahwa secara umum baik yang  berpengetahuan maupun kurang berpengetahuan tetang covid-19, rata-rata masyarakat memahami dan mengikuti peraturan untuk mematuhi pemakaian masker Di Era New-Normal. Peneliti menyarankan agar instansi kesehatan melakukan penyuluhan agar masyarakat yang berpengetahuan rendah meningkatkan pengetahuan tentang covid-19 dan pemakaian masker.
Penerapan Edukasi Konsumsi Beras Merah Pada Pasien Diabetes Mellitus Budianto, Yudi; Densi Bastian, Angga
Lentera Perawat Vol. 3 No. 2 (2022): Lentera Perawat
Publisher : School of Health Sciences Al-Ma'arif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v3i2.176

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit tidak menular metabolik yang ditandai dengan adanya kondisi hiperglikemia karena adanya penurunan jumlah sekresi dari hormon insulin atau terjadinya insensivitas hormon insulin atau bisa juga karena keduanya.Penulis menggunakan metode deskripsi, dengan pendekatan Studi Kasus penelitian, studi kasus ini dilakasanakan pada 2 Pasien Diabetes Melitus. Data ini diperoleh dengan cara yaitu : wawancara, pemeriksaan, observasi aktivitas, memperoleh catatan dan laporan diagnostik. Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 hari diagnosa: Ketidak mampuan keluarga merawat Anggota keluarga yang sakit berhubungan dengan Defisit pengetahuan. Kecemasan berhubungan dengan kurang pengetahuan penyakit. Dalam implementasi sebagian besar telah sesuai dengan rencana tindakan yang telah diterapkan. Dengan adanya penelitian tentang penerapan Penerapan edukasi konsumsi beras merah pada kedua pasien Diabetes Melitus dapat menurunkan kadar gula di dalam darah.Dalam penelitian ini adalah lebih mempromosikan tentang edukasi konsumsi beras merah pada kedua pasien Diabetes Melitus. Karena manfaatnya dapat menurunkan kadar gula di dalam darah.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Eksklusif oleh Ibu Menyusui Yang Bekerja Sebagai Tenaga Kesehatan Di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Prabumulih Mandasari, Pera; Budianto, Yudi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 1 (2021): January 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.603 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i1.1339

Abstract

Air Susu Ibu atau yang sering disingkat dengan ASI merupakan satu-satunya makanan yang terbaik untuk bayi, karena memiliki komposisi gizi yang paling lengkap untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. ASI Eksklusif adalah pemberian ASI saja selama 6 bulan tanpa makanan tambahan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, air putih dan makanan padat seperti pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi, dan tim sejak lahir hingga bayi umur 6 bulan. Salah satu penyebab rendahnya pemberian ASI di Indonesia adalah kurangnya pengetahuan ibu hamil, keluarga dan masyarakat akan pentingnya ASI. Dari berbagai penelitian yang telah dilakukan menunjukan bahwa ibu menyusui yang bekerja lebih beresiko tidak memberikan ASI eksklusif dibandingkan dengan ibu yang tidak bekerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif oleh ibu menyusui yang bekerja sebagai tenaga kesehatan di RSUD Kota Prabumulih. Penelitian dilakukan pada Juli-Agustus 2020 Penelitian ini menggunakan study analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study, tehnik sampling dalam penelitian ini dengan menggunakan total sampling yaitu seluruh populasi ibu menyusui yang bekerja sebagai tenaga kesehatan yang mempunyai anak usia 7 - 24 bulan di RSUD Kota Prabumulih yang berjumlah 36 orang. Pengolahan data menggunakan sistem komputerisasi dan dilakukan analisis secara univariat dan bivariat. Hasil uji statistik Chi-square menunjukan adanya hubungan yang bermakna  antara pengetahuan (pvalue=0.001), dukungan teman kerja (pvalue=0,017), dukungan keluarga (pvalue=0,001) dengan pemberian ASI Eksklusif oleh ibu menyusui yang bekerja sebagai tenaga kesehatan di RSUD Kota Prabumulih.
Implementation of red rice consumption education for diabetes mellitus patients: A case study Bastian, Angga Densi; Budianto, Yudi; Zulkifli, Ahmad Firdaus Bin
Indonesian Journal of Health Services Vol. 1 No. 2 (2024): April - June
Publisher : Science Center Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63202/ijhs.v1i2.6

Abstract

Background: Dietary management represents a fundamental component of diabetes care because carbohydrate intake significantly influences postprandial blood glucose levels. In many Asian countries, white rice remains the primary carbohydrate source, which may contribute to higher glycemic responses. Whole grain rice varieties such as red rice contain higher levels of dietary fiber and bioactive compounds that may help regulate blood glucose levels. Therefore, patient education regarding healthier carbohydrate alternatives is essential to support effective diabetes self-management. Objective: This study aimed to examine the implementation of red rice consumption education for diabetes mellitus patients and explore its potential role in supporting blood glucose control in a primary healthcare setting. Methods: This study used a descriptive case study design conducted in the working area of the UPTD Tanjung Baru Community Health Center from February to March 2022. Two patients diagnosed with diabetes mellitus who met predetermined inclusion criteria were recruited as study participants. The intervention consisted of structured education on the nutritional benefits of red rice and guidance on incorporating red rice into daily dietary patterns. Data were collected through observation, structured interviews, documentation review, and literature analysis. The nursing care process included patient assessment, nursing diagnosis formulation, care planning, intervention implementation, and evaluation of patient responses. Results: Baseline assessment indicated that both participants had limited knowledge regarding appropriate dietary management for diabetes mellitus and were uncertain about strategies to control blood glucose levels. Following the educational intervention, participants demonstrated increased awareness of dietary management and greater interest in adopting red rice as an alternative carbohydrate source. Although the nursing problem related to knowledge deficit was not fully resolved during the observation period, participants showed improved understanding of healthy dietary practices and expressed willingness to modify their eating habits. Conclusion: Educational intervention focusing on red rice consumption may improve dietary awareness and support glycemic management among patients with diabetes mellitus. Integrating nutrition education into nursing care programs in primary healthcare settings may contribute to improved diabetes self-management and healthier dietary behaviors.
Complementary massage therapy intervention for hypertensive patients to lower blood pressure: A case study Oktarisa, Yunika; Budianto, Yudi
Indonesian Journal of Health Services Vol. 1 No. 2 (2024): April - June
Publisher : Science Center Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63202/ijhs.v1i2.13

Abstract

Background: Hypertension remains a major public health problem that contributes to cardiovascular morbidity and mortality worldwide. Pharmacological therapy is widely used to control blood pressure, yet many patients continue to experience symptoms such as headache and psychological stress. Complementary interventions including massage therapy have gained attention because they promote relaxation and improve cardiovascular regulation. Objective: This study aimed to explore the implementation of complementary massage therapy intervention for hypertensive patients to lower blood pressure through a nursing case study approach. Methods: This study used a case study design following the CARE guideline from the EQUATOR Network. Two hypertensive patients who received nursing care at Puskesmas Tanjung Baru in 2022 were included. Nursing care followed the nursing process including assessment, nursing diagnosis, intervention, implementation, and evaluation. The complementary intervention consisted of Swedish massage therapy applied for 20–30 minutes. Blood pressure and clinical indicators were measured before and after the intervention using standard vital sign monitoring procedures. Results: The intervention showed improvements in blood pressure and clinical symptoms in both patients. Patient A demonstrated a reduction in blood pressure from 160/90 mmHg to 140/90 mmHg, while Patient B experienced a decrease from 150/90 mmHg to 130/80 mmHg. Both patients also reported reductions in headache intensity and improved relaxation following the intervention. Conclusion: Complementary massage therapy appears to provide beneficial effects in lowering blood pressure and reducing symptoms among hypertensive patients. This intervention may serve as a supportive nursing strategy in primary healthcare settings to enhance holistic hypertension management.