Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengukuran Persepsional Tentang Jenjang Karir Perawat Di RSUD Cirebon Ubaedillah, Muhammad Ibnu
Syntax Idea Vol 2 No 4 (2020): Syntax Idea
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-idea.v2i4.209

Abstract

Persepsional tentang jenjang karir perawat merupakan suatu perencanaan dan penerapan rencana karir. Perencanaan karir merupakan bagian dari manajemen personal dan menjadi hal utama untuk setiap organisasi keperawatan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung serta besarannya antara peran pimpinan, iklim kerja, konflik kerja, beban kerja dan loyalitas kerja terhadap persepsional tentang jenjang karir perawat di Rumah Sakit Daerah Kabupaten Cirebon Tahun 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif yang menggunakan desain cross-setional. Sampel yang digunakan sebanyak 80 perawat sebagai responden. Metode analisis yang digunakan adalah Structural Equation Model (SEM) mengunakan SmartPLS 2.0 dan SPSS 20. Hasil penelitian didapat temuan bahwa variabel Persepsional tentang jenjang karir perawat pelaksana di RSUD Kabupaten Cirebon dipengaruhi oleh peran pimpinan atasan (26,38%), iklim kerja (11,12%), beban kerja (7,03%), konflik kerja (21,36%) dan loyalitas kerja (8,86%). Pengaruh langsung Persepsional tentang jenjang karir perawat pelaksana di RSUD Kabupaten Cirebon sebesar 74,7%, pengaruh tidak langsung sebesar 0,3% dan pengaruh total langsung dan tidak langsung sebesar 75,0%. Saran penelitian perlu memberikan training untuk peningkatan karir perawat agar dapat lebih memahami pelayanan keperawatan sesuai dengan konteksnya masing masing serta dapat menerapkan karir yang sesuai sehingga dapat dipersepsikan oleh perawat pelaksana dengan benar pula.
Analysis of C-Reactive Protein as an Inflammation Indicator in Obese Adolescents Ubaedillah, Muhammad Ibnu; Ibrahim Aji, Rizal; Ningsih, Trinina Rizkiya Salmiyah
Jurnal Ilmu Kesehatan (JIKSAN) Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas An Nasher - Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65099/m73p8j39

Abstract

Obesity is excessive fat accumulation due to an imbalance between energy intake and energy expenditure, the prevalence of obesity in adolescents is increasing and causing metabolic syndrome. Production of C-Reactive protein (CRP) increases in adolescents with metabolic disorders and at risk of developing cardiovascular disease as adults. This study aims to determine C-Reactive Protein (CRP) in obese adolescents in Susukan Village, Susukan District, Cirebon Regency, and to determine the percentage of obesity that is positive on C-Reactive Protein (CRP) examination. In this study using descriptive methods and for examination using latex agglutination methods. Based on the results of a study of 36 people in Susukan Village, Susukan District, Cirebon Regency, as many as 32 people with a percentage (88.9%) got CRP negative results and 4 people with a percentage (11.1%) got CRP positive results. Based on this study it can be concluded that positive results were obtained on examination of C-reactive Protein (CRP) in obese adolescents in Susukan Village, Susukan District, Cirebon Regency
Identification of Trichophyton sp. Fungus in the Toe-Crosses of Leather Cracker Workers in Indramayu District Ibrahim Aji, Rizal; Tri Ananda, Keysha; Supenah, Pipin; Ubaedillah, Muhammad Ibnu
Jurnal Ilmu Kesehatan (JIKSAN) Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas An Nasher - Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65099/haz1z593

Abstract

Dermatophytosis is a skin infection caused by dermatophyte fungi, one of which is Trichophyton sp, which can grow in humid conditions such as between the toes. Indramayu District is an area with many skin cracker industry workers who are susceptible to exposure to humid work environments. This study aims to determine which skin cracker workers are infected with Trichophyton sp fungi, and to determine the percentage of skin cracker workers infected with Trichophyton sp fungi. Initial observations were made on 44 workers, and 30 people showed symptoms such as itching, scaly or peeling skin, and redness so that they met the criteria to be used as samples. The study was conducted using a descriptive survey method using a questionnaire and macroscopic and microscopic laboratory examination of skin scrapings from between the toes. Samples were planted on Sabouraud Dextrose Agar (SDA) media and incubated for 5–7 days. The results showed that out of 30 samples, 4 samples with a percentage of 13,3% were positive for Trichophyton sp. fungus infection, while 26 samples with a percentage of 87% showed negative results. These findings indicate that humid work environments contribute to the risk of fungal infections, but other factors such as foot hygiene and immunity also play a role in preventing infection. This study is expected to be a reference for prevention efforts and improving foot hygiene for workers in humid environments.
Upaya peningkatan kualitas hidup santri melalui perilaku hidup bersih dan sehat Ubaedillah, Muhammad Ibnu; Aji, Rizal Ibrahim; Kusumawardani, R. Fathiyyah; Solikhah, Iha
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/wpkhe290

Abstract

Latar Belakang: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah langkah penting  peningkatkan dan pencegahan masalah kesehatan, terutama di pesantren yang padat penduduk dan minim fasilitas. Hidup bersih dan sehat sangat penting, terutama di lingkungan pesantren. Dengan banyaknya orang tinggal bersama, kuman dan penyakit dapat menyebar lebih cepat. Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara rutin dapat menjadi benteng pertahanan terbaik untuk menjaga kesehatan diri sendiri dan teman-teman. Tujuan dari Kegiatan PHBS ini dapat mengembangkan pengetahuan dan pengamalan para santri di Pondok Pesantren Tarbiyatul Banin, Kaliwadas, Cirebon.Metode: Kegiatan ini dilaksanakan sejak tanggal 21 Agustus 2025 dengan menggunakan teknik pembagian kuisioner pretest,  penyuluhan, dan pembagian kuisioner post test.Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan tentang indikator PHBS, seperti mencuci tangan menggunakan sabun dengan benar, serta meningkatnya kesadaran tentang pentingnya sanitasi lingkungan. Kegiatan ini diharapkan dapat mengidentifikasi tantangan dalam menerapkan PHBS, salah satunya yaitu keterbatasan fasilitas sanitasi dan kurangnya pengawasan rutin.Kesimpulan: Penelitian ini membuktikan bahwa Penyuluhan PHBS dapat meningkatkan pengetahuan santri dari 20,9% yang mengetahui menjadi 100% yang mengetahui tentang PHBS.