Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama dalam Pembelajaran Mata Kuliah Wajib Umum Agama Islam di Universitas Borneo Tarakan Muhja, Zainal Abidin; Kamila, Aji Tasya; Shahnaz, Liza
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 12 (2022): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.494 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v5i12.1238

Abstract

Radikalisme merupakan ancaman disintegrasi bangsa Indonesia. Pencegahan Radikalisme harus dimulai dari hulu ke hilir. Pemahaman yang sempit terhadap ajaran Islam merupakan penyebab munculnya radikalisme. Hal ini biasa terjadi pada sebagian kalangan pelajar atau mahasiswa dari perguruan tinggi berlatar belakang pendidikan umum. Maka, penelitian ini dilakukan untuk mengatasi pemahaman yang sempit dalam beragama bagi mahasiswa dengan upaya menanamkan nilai-nilai moderasi beragama melalui pembelajaran MKWU Agama Islam. Penelitian ini akan mengkaji hakikat nilai-nilai moderasi beragama sehingga dapat ditanamkan melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Universitas Borneo Tarakan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan ajar pada MKWU Agama Islam di Universitas Borneo Tarakan.
Local Government and Justice in Strategic Asset Transactions: A Case Study of Indonesia’s National Strategic Project in Bulungan Regency Syaprillah, Aditia; Ansar, Ferdy; Shahnaz, Liza; Rohman, Arif; Sukumaran, Shantini
Fiat Justisia: Jurnal Ilmu Hukum Vol. 20 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25041/fiatjustisia.v20no1.4431

Abstract

The implementation of Indonesia’s National Strategic Projects (PSN) increasingly relied on the exchange of local government assets, particularly land, through ruilslag mechanisms, raising critical issues of justice, accountability, and the protection of public interests. Local governments occupied an ambiguous position as both public authorities and civil law actors, complicating the governance of public asset transfers. Using a normative-empirical legal research method, this study analyzed statutory regulations, regional legal instruments, and official asset swap documents, supported by a case study of Bulungan Regency and interviews with key stakeholders. The findings revealed procedural inconsistencies, limited transparency, and unequal bargaining power in asset transactions, indicating that existing legal frameworks were often inadequately implemented to ensure substantive justice. The study concluded that local governments require stronger institutional, fiscal, and regulatory support to manage public assets effectively, and that PSN-related asset exchanges must integrate legal safeguards, public participation, and long-term social considerations to avoid becoming merely technocratic instruments of central government policy.