This Author published in this journals
All Journal METIK JURNAL
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS PENERAPAN LEARNING MANAGEMENT SYSTEM DENGAN PENDEKATAN QUANTITATIVE STRATEGIC PLANNING MATRIX Wisnu Hera Pamungkas; Viska Armalina
METIK JURNAL Vol 1 No 1 (2017): METIK Jurnal
Publisher : LP3M Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran berbasis elektronik (e-Learning) mengedepankan penggunaan Learning Management System (LMS) untuk mendukung pengembangan kegiatan belajar mengajar. Dengan e-Learning memungkinkan terjadinya proses pendidikan tanpa melalui tatap muka langsung sehingga pengembangan ilmu pengetahuan kepada siswa bisa dilakukan dengan mudah. Namun, dalam prakteknya banyak institusi pendidikan yang mengalami kegagalan dalam penerapannya. Penelitian ini akan berfokus kepada pendekatan penerapan yang didahului dengan analisis mendalam terhadap obyek penelitian, dalam hal ini institusi pendidikan yang hendak ataupun telah menerapkan e- Learning. Metode pengolahan yang digunakan antara lain, (1) Tahap Pengumpulan Data menggunakan analisis matriks IFE dan matriks EFE untuk menyimpulkan informasi dasar yang diperlukan untuk merumuskan strategi. Kemudian dilanjutkan dengan (2) Tahap Analisis Data dimana hasil analisis pertama diolah ke dalam matriks internal-eksternal serta TOWS untuk memunculkan strategistrategi alternatif dari kombinasi faktor internal dan eksternal serta disimpulkan pada (3) Tahap Pengambilan Keputusan menggunakan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) yang dapat memberikan suatu basis obyektif bagi pemilihan strategi yang tepat. Penelitian ini akan sangat bermanfaat untuk meminimalisir kegagalan yang sangat mungkin terjadi dalam penerapan e-Learning, sehingga investasi yang telah dikeluarkan oleh institusi pendidikan tidak sia-sia. Manfaat lebih besar lagi yakni tercapainya tujuan penerapan e-Learning dengan memodelkan strategistrategi optimal yang dihasilkan dari penelitian ini.
PERANCANGAN JARINGAN REDUNDANCY LINK MENGGUNAKAN KONSEP HSRP DAN ETHERCHANNEL (STUDI KASUS PT.TELKOM AREA PALANGKARAYA) Wisnu Hera Pamungkas
METIK JURNAL Vol 2 No 1 (2018): METIK Jurnal
Publisher : LP3M Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infrastruktur jaringan yang memadai dan dapat diandalkan sangatlah dibutuhkan bagi perusahaan. Kurangnya perhatian terhadap infrastruktur jaringan yang dapat diandalkan menjadi latar belakang dalam penelitian ini. Aspek kehandalan jaringan dapat ditingkatkan melalui penggunaan jalur redundansi dan peningkatan performa jaringan. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan kehandalan dan performa jaringan melalui penerapan HSRP (Hot Standby Router Protocol) dan Etherchannel sebagai redundancy link pada jaringan. Hal utama yang dilakukan pada penelitian ini adalah merancang topologi secrara terstruktur menggunakan pendekatan Hierarchical Network Design. Setelah perancangan topologi selesai dilakukan dilanjutkan dengan perancangan pengalamatan IP address, perancangan topologi dan konfigurasi HSRP (Hot Standby Router Protocol), Etherchannel, VLAN (Virtual Local Area Network), Trunking, STP (Spanning Tree Protocol) dan VTP (Virtual Trunking Protokol). Setelah konfigurasi, dilakukan proses pengujian dengan menggunakan skenario pemutusan jalur dan pendekatan analisis availability dan reliability menggunakan platform simulasi Cisco Packet Tracer. Penggunaan HSRP (Hot Standby Router Protocol) dan Etherchannel pada Hierarchical Network Design mampu menjadi redundancy link yang dapat meningkatkan ketersediaan, kehandalan, dan performa jaringan secara keseluruhan. Pada HSRP, konfigurasi harus dilakukan pada setiap Distribution layer agar takeover dapat dilakukan oleh Switch standby. Lalu IP address pada host harus di konfigurasi secara otomatis dengan fungsi server DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol),dengan konfiguation VTP (Virtual Trunking Protocol) mempermudah untuk manajemen VLAN (Virtual Local Area Network) yang sama pada setiap switch distribution dan switch access,dengan konfigurasi ini artinya setiap end user tetap memperoleh ip yang sama meskipun switch distribution sedang takeover saat terjadi gangguan fisik pada jaringan.
PEMODELAN RESEARCH AND EDUCATION NETWORK BERBASIS SOFTWARE DEFINED NETWORKING PADA JARINGAN TERKONTROL Wisnu Hera Pamungkas; Viska Armalina
METIK JURNAL Vol 2 No 2 (2018): METIK Jurnal
Publisher : LP3M Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi Internet dan jaringan komputer tak dapat dipungkiri telah menjadi bagian dari masyarakat umum yang dalam kesehariannya membutuhkan informasi dengan cepat dan mudah. Hal ini juga terjadi pada akademisi yang membutuhkan sumber referensi yang disediakan beberapa layanan di Internet kapanpun dan dimanapun. Namun hal ini bukan sesuatu yang sederhana. Sistem manajemen jaringan yang tertutup di masing-masing kampus membuat kebergunaan jaringan dan internet hanya menjadi manfaat akademisi kampus tersebut, tidak bagi akademisi kampus lain yang mungkin sedang melakukan penelitian lintas kampus. Penelitian ini berfokus dalam membuat dan menyediakan gambaran berupa model jaringan antar kampus yang di negara maju kerap disebut Research and Education Network (REN), dimana kelompok jaringan ini membuka akses seluas-luasnya terhadap penggunaan layanan jaringan serta database referensi dan penelitian sebuah kampus ke kampus-kampus yang lain. Dengan terciptanya model Research and Education Network diharapkan implementasi jaringan lintas kampus di wilayah Balikpapan akan dapat terwujud yang pada akhirnya mempermudah akses layanan jaringan dan database referensi serta penelitian kampus yang tergabung dalam lingkup Research and Education Network tersebut. Topologi Research and Education Network yang dikembangkan mengambil sampel 8 kampus di Balikpapan yang masing-masingnya menggunakan OpenFlow Switch yang terhubung ke satu controller menggunakan Open Daylight. Hasil dari perhitungan parameter topologi yakni node membutuhkan rata-rata 2,29 hop untuk mencapai tujuan melalui jalur utama serta 5,71 hop jika menggunakan jalur cadangan. Seluruh hop ditempuh dalam jaringan tertutup (loop) dengan total jarak tempuh 23 km (direct link/LOS) atau rata-rata antar node sejauh 2,875 km (direct link/LOS). Berdasarkan hasil pengujian menggunakan pendekatan Quality of Servicess, topologi REN yang dimodelkan tersebut dapat memenuhi standar minimum yang mengacu pada standar ITU-T G.1010 End-user multimedia QoS Categories.