Teknologi Internet dan jaringan komputer tak dapat dipungkiri telah menjadi bagian dari masyarakat umum yang dalam kesehariannya membutuhkan informasi dengan cepat dan mudah. Hal ini juga terjadi pada akademisi yang membutuhkan sumber referensi yang disediakan beberapa layanan di Internet kapanpun dan dimanapun. Namun hal ini bukan sesuatu yang sederhana. Sistem manajemen jaringan yang tertutup di masing-masing kampus membuat kebergunaan jaringan dan internet hanya menjadi manfaat akademisi kampus tersebut, tidak bagi akademisi kampus lain yang mungkin sedang melakukan penelitian lintas kampus. Penelitian ini berfokus dalam membuat dan menyediakan gambaran berupa model jaringan antar kampus yang di negara maju kerap disebut Research and Education Network (REN), dimana kelompok jaringan ini membuka akses seluas-luasnya terhadap penggunaan layanan jaringan serta database referensi dan penelitian sebuah kampus ke kampus-kampus yang lain. Dengan terciptanya model Research and Education Network diharapkan implementasi jaringan lintas kampus di wilayah Balikpapan akan dapat terwujud yang pada akhirnya mempermudah akses layanan jaringan dan database referensi serta penelitian kampus yang tergabung dalam lingkup Research and Education Network tersebut. Topologi Research and Education Network yang dikembangkan mengambil sampel 8 kampus di Balikpapan yang masing-masingnya menggunakan OpenFlow Switch yang terhubung ke satu controller menggunakan Open Daylight. Hasil dari perhitungan parameter topologi yakni node membutuhkan rata-rata 2,29 hop untuk mencapai tujuan melalui jalur utama serta 5,71 hop jika menggunakan jalur cadangan. Seluruh hop ditempuh dalam jaringan tertutup (loop) dengan total jarak tempuh 23 km (direct link/LOS) atau rata-rata antar node sejauh 2,875 km (direct link/LOS). Berdasarkan hasil pengujian menggunakan pendekatan Quality of Servicess, topologi REN yang dimodelkan tersebut dapat memenuhi standar minimum yang mengacu pada standar ITU-T G.1010 End-user multimedia QoS Categories.