Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

THE DA’WAH CHALLENGE OF THE PROPHETS IN THE SURAT AL-ANBIYA' abdullah, farhat; Hayati, Nur; Kohari, Kholis
Spektra: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol 3 No 2 (2021): Spektra : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam As Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/spektra.v3i2.1877

Abstract

Surah ini disebut sebagai surah Al-Anbiya karena menyebutkan nama para nabi melebihi surah-surah lainnya dalam Al-Quran. Terdapat kurang lebih 16 nabi yang diangkat namanya dalam surah Al-Anbiya ini. Di dalamnya menceritakan tantangan dakwah para nabi dalam mengajarkan ajaran tauhid, keislaman/kehanifan, dan keihsanan kepada kaumnya. Artikel ini membahas seputar dakwah para nabi di dalam surat Al-Anbiya’. Mengapa Allah menjadikan nama surat ini Al-Anbiya’. Dengan menggunakan metode kualitatif dengan menjadikan Al-Quran sebagai sumber utama kajian disertai pendapat beberapa mufassirin tentang dakwah para nabi tersebut dan tantangan yang mereka hadapi disertai ibrohnya.
TANTANGAN DAN PELUANG PENDIDIKAN QURAN DI KOTA BESAR Abdullah, Farhat; Uyuni, Badrah; Adnan, Mohammad
Spektra: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol 5 No 1 (2023): Spektra : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam As Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/spektra.v4i1.3097

Abstract

Artikel ini menyelidiki dinamika pendidikan Quran di kota besar yang serba sibuk dan multikultural. Dalam konteks urbanisasi yang cepat, tantangan utama seperti aksesibilitas yang terbatas, kesibukan sehari-hari, dan diversitas budaya menjadi sorotan utama. Namun, dalam tantangan ini juga terungkap peluang yang menjanjikan. Melalui pendekatan penelitian kualitatif yang melibatkan wawancara mendalam dan analisis isi, artikel ini mengidentifikasi tantangan kunci yang dihadapi pendidikan Quran di kota besar, termasuk dampak urbanisasi pada kehidupan sehari-hari individu. Di samping itu, artikel ini juga menggali peluang seperti penggunaan teknologi modern, integrasi dengan pendidikan sekuler, dan kolaborasi komunitas yang dapat memperkuat pendidikan Quran dalam konteks perkotaan yang beragam. Penelitian ini menghasilkan wawasan yang mendalam tentang bagaimana pendidikan Quran dapat beradaptasi dan berkembang di masyarakat perkotaan yang terus berubah, dan mengilustrasikan upaya yang dapat diambil untuk mengatasi tantangan serta memanfaatkan peluang yang ada.
PENDIDIKAN KARAKTER DALAM AL-QUR’AN Abdullah, Farhat
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 01 (2018): Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/tahdzib.v1i01.420

Abstract

Pendidikan Karakter telah banyak disebutkan dalam Al-Qurán. Dan seluruh ayat-ayat Al-Qur’an memiliki nilai-nilai pendidikan yang dapat dikaji dan dikembangkan, apapun bentuk ayatnya Diantaranya terdapat dalam Surat Luqman ayat 1-19. Pembangunan karakter bangsa memiliki urgensi yang sangat luas dan bersifat multidimensional. Sangat luas karena terkait dengan multi aspek potensi keunggulan bangsa, dan bersifat multi dimensional karena mencakup berbagai dimensi kebangsaan. Hal itu bisa dilihat dari segi filosofis, ideologis, normatif, historis,maupun sosiokultural.Artikel ini mengeksplorasi Surat Luqman ayat 1-19 dengan melihat pemahamannya dari sudut pandang pendidikan karakter dengan menganalisabeberapa Kitab tafsir sebagai rujukan utama. Ayat-ayat ini memiliki makna agar manusia menyempurnakan imannya dan menggunakan akal sebaik-baiknya dalam merenungi tujuan penciptaan manusia dan alam seisinya untuk melahirkan ilmu pengetahuan yang mulia.Dan studi ini juga menunjukkan bahwa adanya ayat-ayat Al-Qur’an yang diulang beberapa kali di beberapa surat, memiliki tujuan untuk mengingatkan danmenekankan pentingnya nilai-nilai pendidikan karakter tersebut. Interaksi ini memperlihatkan bahwa Al-Qur’an tidak hanya sebagai sumber ilmu pengetahuan,namun merupakan bentuk proses dan prinsip-prinsip pendidikan untuk manusia.
PENDIDIKAN KARAKTER DALAM AL-QUR’AN Abdullah, Farhat
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 2 (2018): Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/tahdzib.v1i2.444

Abstract

Pendidikan Karakter telah banyak disebutkan dalam Al-Qurán. Dan seluruh ayat-ayat Al-Qur’an memiliki nilai-nilai pendidikan yang dapat dikaji dan dikembangkan, apapun bentuk ayatnya Diantaranya terdapat dalam Surat Luqman ayat 1-19. Pembangunan karakter bangsa memiliki urgensi yang sangat luas dan bersifat multidimensional. Sangat luas karena terkait dengan multi aspek potensi keunggulan bangsa, dan bersifat multi dimensional karena mencakup berbagai dimensi kebangsaan. Hal itu bisa dilihat dari segi filosofis, ideologis, normatif, historis,maupun sosiokultural. Artikel ini mengeksplorasi Surat Luqman ayat 1-19 dengan melihat pemahamannya dari sudut pandang pendidikan karakter dengan menganalisa beberapa Kitab tafsir sebagai rujukan utama. Ayat-ayat ini memiliki makna agar manusia menyempurnakan imannya dan menggunakan akal sebaik-baiknya dalam merenungi tujuan penciptaan manusia dan alam seisinya untuk melahirkan ilmu pengethuan yang mulia. Dan studi ini juga menunjukkan bahwa adanya ayat-ayat Al-Qur’an yang diulang beberapa kali di beberapa surat, memiliki tujuan untuk mengingatkan dan menekankan pentingnya nilai-nilai pendidikan karakter tersebut. Interaksi ini memperlihatkan bahwa Al-Qur’an tidak hanya sebagai sumber ilmu pengetahuan, namun merupakan bentuk proses dan prinsip-prinsip pendidikan untuk manusia.
Profesionalitas Guru Islami Abdullah, Farhat
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam Vol 2 No 1 (2019): Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/tahdzib.v2i1.468

Abstract

Profesionalitas guru adalah guru sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, pengarah, pelatih, dan mengevaluasi diri sendiri dalam hal pengetahuan, pengalaman dalam kehidupan dan aktifitas di sekolah. Guru lslami harus memiliki kompetensi profesional, pedagogik, kepribadian sosial memiliki nilai religius. Guru lslami harus berkeinginan untuk mewariskan nilai-nilai lslami baik di dunia pendidikan maupun dalam kehidupan sehari-hari. Pewarisan nilai-nilai lslami hanya dapat dilaksanakan oleh profesionalitas guru lslami dengan mendidik diri, generasi muda dan masyarakat agar beriman dan tunduk kepada Allah SWT serta selalu mengingat-Nya.
Metode Pendidikan Karakter Nabi MUhammad SAW di Madrasah Abdullah, Farhat
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam Vol 2 No 2 (2019): Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/tahdzib.v2i2.516

Abstract

Pendidikan Karakter dapat dimaknai dengan pendidikan nilai, budi pekerti, moral, dan watak, yang bertujuan untuk memberikan keputusan baik buruk, memelihara apa yang baik,dan mewujudkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati. Nabi Muhammad Sallahu ‘Alaihi Wa Sallam adalah utusan Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagai penyempurna akhlak dan pendidik. Beliau mendapat didikan langsung dari Tuhan-Nya sehingga memiliki akhlak yang paling sempurna di muka bumi ini, sehingga menjadi manusia yang agung dengan kesaksian Allah yang diabadikan dalam Firman-Nya: “Dan sungguh kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung” Kesaksian yang agung dari Allah tentang Nabi Muhammad Sallahu ‘Alaihi Wa Sallam adalah bukti bahwa akhlak Beliau agung dan mulia sejak diciptakannya. Beliau terkenal di antara kaumnya sebagai orang yang jujur dan terpercaya. Sebagai sosok yang agung, Beliau mendapat tugas mulia dari Yang Maha Agung, yaitu memperbaiki dan menyempurnakan akhlak manusia, sebagai mana sabdanya: “Hanya sanya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia” Beliau berhasil melaksanakan amanah besar dengan mengubah masyarakat jahiliyah menjadi masyarakat yang beriman dan beradab, sekaligus mencetak manusia yang berkarakter mulia. Berbeda dengan kondisi umat jaman kini telah terjadi krisis moral di negeri ini yang mayoritas berpenduduk agama lslam, mulai usia remaja, dewasa bahkan sampai orang tua. Banyak pejabat yang korupsi seakan menjadi budaya yang lumrah dan legal, pengusaha yang zolim, dan pedagang yang curang. Para pemuda yang terlena dan tertipu dengan kenikmatan sesaat yang membawa kesengsaraan seumur hidup, berupa pergaulan bebas sejenis atau beda jenis (LGBT), Narkoba, begal dan tawuran. Komisi Perlindungan Anak lndonesia (KPAI)3 mencatat kasus tawuran pelajar selama empat tahun terakhir, yakni tercatat ada 102 kejadian tawuran dengan korban meninggal 17 orang. Kemudian sepanjang januari – oktober tahun 2013 meningkat menjadi 229 kasus tawuran antar pelajar SMP dan SMA dengan korban meninggal dunia 19 orang. Semakin terbukanya akses informasi ditambah tekanan dari lingkungan, diyakini menjadi penyebab banyaknya remaja yang melakukan seks bebas prenikah. Saat ini akses terhadap materi pornoaksi sebakin terbuka lebar, misalnya melalui internet atau telefon seluler, ditambah lagi semakin banyak yang memiliki rasa ingin tahu, dan senang mencoba hal yang baru tanpa memikirkan resikonya. Kasus lain yang melibatkan pelajar adalah kasus penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang. Menurut data Badan Narkotika Nasional (BNN), pada tahun 2012 pengguna narkotika dan obat terlarang di lndonesia ada sekitar 4000 orang atau sekitar 2,8 % dari jumlah penduduk nasional, sekitar 25 % atau sekitar 1000 orang merupakan pecandu narkoba di kalangan pelajar/mahasiswa. Bahkan ironisnya lagi bisnis narkoba di masyarakat dikendalikan dan dikoordinir oleh narapinada narkoba di dalam rumah tahanan atau lembaga pemasyarakatan. Badan Narkotika Nasional telah mensita aset narapinada narkoba senilai Rp. 28 Milyar5
SINOVAC VACCINE HALAL CONTROLLERS: ACCORDING TO THE LAY COMMUNITY Abdullah, Farhat
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2021): Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/tahdzib.v4i1.1340

Abstract

Salah satu upaya untuk menekan angka kasus COVID-19 yang kian meningkat adalah dengan penyediaan vaksin COVID-19 dari pemerintah. Meski masih dalam tahap uji klinis, keberadaan vaksin ini diharapkan dapat melindungi masyarakat Indonesia dari pandemi. Dari sekian banyak pembahasan tentang Covid-19 dan vaksinnya, satu hal yang tak boleh dilupakan adalah kehalalan vaksin tersebut. Beberapa buku, artikel, dan media massa dijadikan rujukan untuk memahami studi ini. Dan disimpulkan bahwa vaksin Covid-19 yang telah sampai di Indonesia dan akan disuntikkan ke masyarakatnya terbukti halal dan boleh digunakan. Tentu saja, selain vaksin, masyarakat juga diharapkan dapat terus menjaga kesehatan dirnya masing-masing dengan tetap menjalankan protokol kesehatan Covid-19.