Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh media sosial terhadap perilaku seksual pada remaja laki-laki: The impact of social media use on sexual behavior among adolescent boys Andalasari, Niken; Wartini, Titin
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 11 No. 3 (2025): JiKep | Oktober 2025
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v11i3.2760

Abstract

Perkembangan digital telah meningkatkan penggunaan media sosial di kalangan remaja, termasuk remaja laki-laki. Hal ini membuka peluang terhadap konten seksual yang berpotensi memengaruhi perilaku seksual remaja. Media sosial kini memegang peranan penting dalam kehidupan remaja, penggunaan media sosial yang tidak terkontrol dapat meningkatkan paparan terhadap konten seksual eksplisit, serta menormalisasi perilaku seksual beresiko dikalangan remaja laki-laki. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah adanya hubungan penggunaan media sosial terhadap perilaku seksual pada remaja laki-laki di SMK Bisnis Manajemen Al-Ikhlas. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan Cross-Sectional dan melibatkan 83 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan bergen social media addiction scale dan kuesioner perilaku seksual. Hasil: mayoritas repsonden memiliki tingkat kecanduan media sosial berat (55,4%) dan (50,6%) memiliki perilaku seksual tinggi. Berdasarkan hasil uji statistic menggunakan uji spearmen di dapatkan nilai ? 0,000 < 0,05 dan Coefficient correlation sebesar -0,522 yang berarti terdapat hubungan negatif yang sedang antara kedua variabel. Kesimpulan: terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan media sosial terhadap perilaku seksual pada remaja laki-laki.
The Ambivalence In Hisaye Yamamoto’s Seventeen Syllables Trisnawati, Ai; Wiranti, Ida; Faujiah, Neuis Nurul; Amindari, Seftiani; Wartini, Titin
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 8 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11080252

Abstract

This study aims to reveal the ambivalence in the short story Seventeen Syllables (1988) by Hisaye Yamamoto. This study uses qualitative methods. "Seventeen Syllables" was written by Japanese-American author Yamamoto, who focused on the various problems faced by Japanese immigrants to the United States in the late 19th century. She writes stories that capture the disconnect between her original Japanese family and her children exposed to American culture. The ambivalent issue in this short story is illustrated by the main characters, namely Rosie, who is pro-American, and her mother, who faces a cultural gap between Japanese and American culture, which then relates to the relationship between parents and children. This short story shows how differences in culture and values will cause tension and disputes, especially between different generations in an immigrant family, which will put the family in the middle between the original culture and the new culture. With characters representing different cultures and generations, Yamamoto creates interesting stories and complex games. She showed that Japanese Americans still struggle with ambivalence about their cultural identity and the balance of different cultures and values in their lives in America. The stories in Seventeen Syllables represent the voices of marginalized minorities and celebrate the complex struggles for cultural identity in America's multicultural society. This intergenerational conflict often creates ambivalence and confusion, especially when the original and new cultures overlap. With the aim of the issue of ambivalence, this study uses post-colonial theory, which is narrowed down by Homi's theory. K Bhabha which includes the concepts of ambivalence, mimicry, and hybridity.