Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Anak Usia Dini Dalam Pembelajaran Sains Sederhana Susdarwati
EL WAHDAH Vol. 6 No. 1 (2025): Juni
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/elwahdah.v6i1.6291

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk: 1) mendeskripsikan gambaran umum kemampuan berpikir kritis anak usia dini dalam pembelajaran sains sederhana, 2) mengidentifikasi perbedaan kemampuan berpikir kritis berdasarkan karakteristik gender dalam pembelajaran sains sederhana pada anak usia dini, dan 3) mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat perkembangan kemampuan berpikir kritis anak usia dini dalam pembelajaran sains sederhana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif analitis. Penelitian dilaksanakan di TK Dharma Wanita Gentong, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur dengan subjek penelitian ini adalah anak-anak kelompok B (usia 5-6 tahun) di TK Dharma Wanita Gentong yang berjumlah 20 anak, terdiri dari 8 anak laki-laki dan 12 anak perempuan. Teknik pengumpulan data yaitu observasi partisipatif, wawancara mendalam dan dokumentasi, dan catatan Lapangan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif dari Miles dan Huberman yang terdiri dari tiga komponen utama: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:1) kemampuan berpikir kritis anak usia dini dalam pembelajaran sains sederhana menunjukkan perkembangan yang positif dengan 65% anak berada pada kategori Berkembang, kemampuan membangun keterampilan dasar (observasi) menunjukkan perkembangan terbaik (95%), sedangkan kemampuan mengatur strategi dan taktik paling menantang (20%); 2) perbedaan gender untuk Anak perempuan lebih unggul dalam komunikasi dan ekspresi, sementara anak laki-laki lebih baik dalam aspek praktis dan manipulasi objek eksperimen,dan 3) faktor pendukung meliputi penggunaan bahan konkret, pertanyaan terbuka guru, waktu eksplorasi cukup, lingkungan kondusif, dan dukungan teman sebaya serta faktor penghambat mencakup keterbatasan waktu, jumlah anak per kelas besar, variasi bahan terbatas, teknik bertanya guru belum optimal, dan kurangnya dukungan orang tua.
Peningkatan Kemampuan SAINS melalui Kegiatan Pencampuran Warna pada Anak Usia 5-6 Tahun Susdarwati
EL WAHDAH Vol. 5 No. 1 (2024): Juni
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/elwahdah.v5i1.6148

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kemampuan sains melalui kegiatan pencampuran warna pada anak usia dini usia 5-6 tahun. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bersifat kolaboratif yaitu peneliti bekerjasama dengan guru kelas dalam pelaksanaan penelitian subjek penelitian ini adalah anak Kelompok B TK Aisyah Kuniran Ngawi yang terdiri dari 6 anak laki- laki dan 9 anak perempuan. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan sains melalui kegiatan pencampuran warna pada anak usia dini 5-6 tahun di TK Aisyah Kuniran Ngawi. Kriteria Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembangn Sangat Baik (BSB) pada kondisi pra siklus mencapai 13%, siklus I meningkat menjadi 46% dan siklus II mencapai 74%. Aspek kemampuan sains yang mengalami peningkatan meliputi kemampuan mengamati (observasi), kemampuan mengelompokkan (klasifikasi), kemampuan memprediksi, dan kemampuan mengkomunikasikan hasil percobaan.
Pengembangan Kemampuan Sains Anak melalui Metode Eksperimen Hujan Warna Susdarwati; Arwendis Wijayanti
EL WAHDAH Vol. 5 No. 2 (2024): Desember
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/elwahdah.v5i2.6247

Abstract

Tujuan penelitian ini antara lain : 1) untuk mengetahui bagaimana pengembangan kemampuan sains anak melalui metode eksperimen hujan warna; 2) untuk mengetahui kendala pengembangan kemampuan sains anak melalui metode eksperimen hujan warna. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah Guru Kelompok B dan anak Kelompok B TKIT Harapan Ummat Ngawi sejumlah 20 anak yang terdiri dari laki-laki sejumlah 9 anak dan perempuan sejumlah 11 anak. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian dan pembahasan: 1) pengembangan kemampuan sains anak melalui metode eksperimen hujan warna kelompok B TKIT Harapan Ummat Ngawi antara lain : a) tahap mengamati, anak mampu mengamati demonstrasi hujan warna yang dilakukan guru dengan sangat baik prosentase 95%; b) tahap menanya, anak aktif menanya terhadap yang diamati dengan baik prosentase 75%; c) tahap mencoba, anak antusias melakukan eksperimen hujan warna dengan sangat baik prosentase 95%; d) tahap mengkomunikasikan, anak dengan berani mengkomunikasikan hasil eksperimen dengan sangat baik prosentase 90%. 2) kendala pengembangan kemampuan sains anak melalui metode eksperimen hujan warna antara lain: 1) Terdapat media (pewarna makanan) yang kurang mendukung berjalannya eksperimen sains; dan 2) Anak belum mandiri dan masih membutuhkan bantuan guru dalam melakukan eksperimen prosentase 60%.