Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGAPLIKASIAN TEORI DOUBLE MOVEMENT PADA HUKUM ‘IDDAH UNTUK LAKI-LAKI Masyhuda, Ahmad Ali
HERMENEUTIKA : Jurnal Ilmu Hukum Vol 4, No 1 (2020): HERMENEUTIKA : Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/hermeneutika.v4i1.3272

Abstract

?iddah adalah bentuk masa penantian bagi seorang wanita untuk melakukan pernikahan lagi setelah berpisah dengan suaminya akibat cerai hidup maupun cerai mati. Hukum ?iddah untuk perempuan sudah dijelaskan dalam al-Qur?an. Akan tetapi, seiring berkembangnya zaman banyak konsep-konsep baru muncul. Hal ini mengakibatkan suatu problem yang menjadikan pertanyaan, apakah laki-laki harus melakukan ?iddah layaknya seorang wanita. Untuk menjawab persoalan ini diperlukan suatu kajian khusus yang membahas mengenai hal ini. dalam hal ini perlu penafsiran yang menggunakana metode hermeneutika al-Qur?an. Salah satu bentuk hermeneutika al-Qur?an adalah teori double movement yang digagas oleh fazlur Rahman. Dengan bantuan teori ini diharapkan bisa menjawab pertanyaan yang mempertanyakan, apakah laki-laki juga harus ikut ?iddah.
ANALISIS HADIS WANITA MEMAKAI PARFUM DAN KONTEKSTUALISASI KEKINIAN Masyhuda, Ahmad Ali
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr Vol 9 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr
Publisher : Lembaga Kajian dan Pemberdayaan Mahasiswa UIN Prof. KH. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jimrf.v9i2.4140

Abstract

The use of perfume is a common practice by both men and woman including when attending interests outside the home. However, in a hadith it is emphasized that women are prohibited from using perfume. Through this research the author tries to examine the hadith about the prohibition of perfume for women contextually. This research was carried out by searching and comparing similar traditions, considering the historical context and the purpose or maqashid of those traditions. From this study it can be concluded that the hadith that is understood contextually. Regarding the hadith about the prohibition of perfume for wome ifinterpreted textually becomes perfume is apart of bodily cleanliness, although in its use it is prohibited to overdo id