Toatubun, Hamza
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBAGIAN WARISAN BAGI ANAK PEREMPUAN DITINJAU DARI HUKUM ADAT BYAK Toatubun, Hamza
Kyadiren Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Hukum KYADIREN
Publisher : P3M, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Biak-Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.627 KB) | DOI: 10.46924/jihk.v4i2.36

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana proses pembagaian warisan bagi anak perempuan ditinjau dari hukum adat Byak dan Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan hak waris anak perempuan dalam hukum waris adat Byak. Dengan menggunakan metode penelitian yuridis empiris. Sampel diambil dengan Purposif Sampling, sample yang dipilih adalah Kampung Inggiri Distrik Biak Kota. Analisa dilakukan secara deskriptif kwalitatif.Hasil penelitian yang diperoleh adalah, 1) Proses pembagaian warisan bagi anak perempuan ditinjau dari hukum adat Byak terjadi pada saat pewaris sudah meninggal, dimana jika pewaris meninggal kedudukan pewaris diambil alih secara otomatis kepada ahli waris yang merupakan bagian dari marga (keret) atau anak kandung dari si pewaris. Yang mana anak perempuan dapat diberikan harta warisan (Kayan) dengan syarat dilaksanakannya upacara adat (Wor) sebagai bentuk pengakuan adat namun mendapat bagian yang lebih sedikit dibandingkan anak laki-laki yang dianggap sebagai penerus keturunan (Keret) keluarga. 2) Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan hak waris anak perempuan dalam hukum waris adat byak adalah : Faktor ekonomi, faktor pendidikan, dan faktor sosial. dimana yang paling menonjol terlihat dari pendidikan karena peradaban dan perkembangan masyarakat lambat laun berkembang mengikuti pola pendidikan yang lebih maju dan agama sebagai landasan berpijak pergaulan dalam masyarakat.
Kei Traditional Marriages within Indonesia’s Legal Framework Jeujanan, Grasela Natalia; Toatubun, Hamza
Jurnal Ilmu Hukum Kyadiren Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Ilmu Hukum Kyadiren
Publisher : PPPM, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Biak-Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46924/jihk.v5i1.214

Abstract

This study examines the implementation of traditional Kei marriages in Indonesia and their interaction with the national legal system. The research employs a sociological juridical approach, utilizing library studies, structured interviews, and questionnaires for data collection. Kei traditional marriages, characterized by elaborate processions and rituals, reflect deeply-rooted cultural values such as reverence for ancestors, unity, and mutual cooperation. The patrilineal structure of Kei marriages aligns with recognized forms of customary marriage in Indonesia. Despite their distinctiveness, Kei marriages fundamentally uphold principles enshrined in national marriage law, including mutual consent and community involvement. The concept of pela gandong adds a unique dimension, emphasizing broader social cohesion. While Kei marriages effectively incorporate elements mandated by national law, ongoing dialogue is essential to address potential conflicts with evolving universal values like gender equality. This study demonstrates how indigenous traditions can enrich Indonesia’s cultural heritage while reinforcing the national legal framework, providing deeper context to the institution of marriage.
Kei Traditional Marriages within Indonesia’s Legal Framework Jeujanan, Grasela Natalia; Toatubun, Hamza
Jurnal Ilmu Hukum Kyadiren Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Ilmu Hukum Kyadiren
Publisher : PPPM, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Biak-Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46924/jihk.v5i1.214

Abstract

This study examines the implementation of traditional Kei marriages in Indonesia and their interaction with the national legal system. The research employs a sociological juridical approach, utilizing library studies, structured interviews, and questionnaires for data collection. Kei traditional marriages, characterized by elaborate processions and rituals, reflect deeply-rooted cultural values such as reverence for ancestors, unity, and mutual cooperation. The patrilineal structure of Kei marriages aligns with recognized forms of customary marriage in Indonesia. Despite their distinctiveness, Kei marriages fundamentally uphold principles enshrined in national marriage law, including mutual consent and community involvement. The concept of pela gandong adds a unique dimension, emphasizing broader social cohesion. While Kei marriages effectively incorporate elements mandated by national law, ongoing dialogue is essential to address potential conflicts with evolving universal values like gender equality. This study demonstrates how indigenous traditions can enrich Indonesia’s cultural heritage while reinforcing the national legal framework, providing deeper context to the institution of marriage.