Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Konstruksi Isu Politik Melalui Jurnalisme Satire Di Media Online: Analisis Pemberitaan Isu #2019Ganti Presiden di MOJOK.CO yulianti, nani; humeira, bintan
Jurnal Studi Jurnalistik Vol 1, No 2 (2019): Jurnal Studi Jurnalistik
Publisher : Fidikom UIN Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jsj.v1i1.13951

Abstract

Praktik jurnalisme identik dengan tanggung jawab media mengungkap kebenaran melalui bahasa. Kelugasan bahasa dalam menyampaikan pemberitaan menjadi penting untuk menyajikan fakta secara jelas. Penggunaan satire dalam praktik penulisan berita menjadi hiburan bagi pembaca. Akan tetapi disisi lain, gaya bahasa satire yang tidak lugas menunjukkan fakta rentan terhadap munculnya interpretasi yang tidak tepat oleh pembaca. Artikel ini bertujuan untuk melihat bagaimana penggunaan satire dalam kontruksi isu #2019GantiPresiden di media online Mojok.Co. Artikel ini menggunakan paradigma konstruktivis dan tehnik analisa semiotika untuk melihat bagaimana kontruksi isu yang dibangun oleh Mojok.Co tentang isu #2019GantiPresiden melalui penggunaan gaya bahasa satire. Artikel ini menunjukkan bahwa gaya bahasa satire digunakan Mojok.Co untuk menyerang kelompok pendukung isu #2019GantiPresiden secara umum, dan calon presiden yang beroposisi dengan kekuasaan. Penggunaan gaya bahasa satire sebagai praktik jurnalistik tampak jelas mengarah pada cara media membangun sentimen politik   pada kelompok lain daripada menyampaikan kebenaran atas fakta.
The Uses of Social Media in Journalism Practices: The Reversed-Agenda Setting on Television News Production Humeira, Bintan; Ramadhan, Andika
Jurnal Studi Jurnalistik Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Studi Jurnalistik
Publisher : Faculty of Da'wa and Communications Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jsj.v4i2.28964

Abstract

This article aims to examine the use of social media by television journalists in Indonesia (Kompas TV) in the broadcast production process and the implications for changing the influence of the media on the public agenda. This research uses an agenda-setting perspective in the internet era and an in-depth interview method with senior journalists and broadcast producers. The results show that using social by journalists includes pre-production to post-production activities. From the type of information source, journalists often use four social media accounts: social media accounts belonging to influencers, community leaders (politicians, observers, or academics), institutions, and communities. This study also shows that conversations on social media are a means for the press to find issues of public concern and ultimately affect news content. Furthermore, this study supports the concept of a reversed-agenda setting in that the media is no longer dominant in determining the public agenda. On the other hand, the public has the power to decide on their agenda, not depending on the media. Public opinion often influences media coverage. Moreover, the logic of the digital space that emphasizes user engagement as a measure of popularity makes taking sides with the public important to increase digital traffic and has the potential to provide economic benefits. In addition, this research also finds that journalists often access social media accounts belonging to mainstream media as a source of information rather than visiting news sites owned by the media. It shows that social media allows for a more significant intermedia agenda-setting effect.
Relasi Agen dan Struktur dalam Konstruksi Isu Disabilitas di Media Online Kuba, Qusyairi Sazali; Humeira, Bintan
Jurnal Studi Jurnalistik Vol. 3 No. 1 (2021): Jurnal Studi Jurnalistik
Publisher : Faculty of Da'wa and Communications Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jsj.v3i1.20051

Abstract

Media memiliki peran signifikan dalam membangun keberpihakan terhadap disabilitas. Keseriusan media online Tempo.co dalam membangun literasi tentang disabilitas tampak dari keberadaan kanal khusus disabilitas pada laman web Tempo.co. Kanal ini merupakan sebuah bentuk perhatian sangat penting dalam konstruksi isu disabilitas yang selama ini cenderung marjinal. Artikel ini ingin menjelaskan bagaimana konstruksi dan produksi isu disabilitas dalam media Tempo.co dilihat dari relasi antara struktur dan agen dalam ruang media. Riset ini menggunakan metode campuran (mix method) yang menggabungkan analisis konten kuantitatif dan kualitatif. Hasil temuan menunjukkan bahwa media mengontruksi isu disabilitas dalam tiga kategori, yaitu isu aksesibilitas, inklusifitas dan rehabilitas. Kategori dominan yang muncul adalah inklusifitas dan aksesibilitas. Selain itu, riset ini juga menjelaskan bahwa produksi isu disabilitas di media online Tempo.co menunjukkan praktik dialektis antara media sebagai struktur dan jurnalis sebagai agen. Relasi ini tampak dari relasi struktur media yang merujuk pada nilai ideologis media Tempo.co yang berpihak pada kelompok marginal dan peran jurnalis yang bertindak sebagai pengelola kanal yang sekaligus seorang dengan disabilitas. Artinya, jurnalis tidak bertindak hanya sebagai agen produksi isu, namun sekaligus bertindak sebagai agency yang menguatkan literasi dan membangun keberpihakan terhadap disabilitas di ruang media dan ruang publik sekaligus.
Konstruksi Isu Politik Melalui Jurnalisme Satire Di Media Online: Analisis Pemberitaan Isu #2019Ganti Presiden di MOJOK.CO Yulianti, Nani; Humeira, Bintan
Jurnal Studi Jurnalistik Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Studi Jurnalistik
Publisher : Faculty of Da'wa and Communications Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jsj.v1i1.21758

Abstract

Praktik jurnalisme identik dengan tanggung jawab media mengungkap kebenaran melalui bahasa. Kelugasan bahasa dalam menyampaikan pemberitaan menjadi penting untuk menyajikan fakta secara jelas. Penggunaan satire dalam praktik penulisan berita menjadi hiburan bagi pembaca. Akan tetapi disisi lain, gaya bahasa satire yang tidak lugas menunjukkan fakta rentan terhadap munculnya interpretasi yang tidak tepat oleh pembaca. Artikel ini bertujuan untuk melihat bagaimana penggunaan satiredalamkontruksi isu#2019GantiPresidendi media online Mojok.Co. Artikel ini menggunakan paradigma konstruktivis dan tehnik analisa semiotika untuk melihat bagaimana kontruksi isu yang dibangun oleh Mojok.Co tentang isu #2019GantiPresiden melalui penggunaan gaya bahasa satire. Artikel ini menunjukkan bahwa gaya bahasa satire digunakan Mojok.Co untuk menyerang kelompok pendukung isu #2019GantiPresiden secara umum, dan calon presiden yang beroposisi dengan kekuasaan. Penggunaan gaya bahasa satire sebagai praktik jurnalistik tampak jelas mengarah pada cara media membangun sentimen politik pada kelompok lain daripada menyampaikan kebenaran atas fakta.
Praktik Jurnalisme Lingkungan di Media Daring: Analisis Isi Isu Reklamasi Teluk Jakarta di Media Kompas.com Reynaldi, Rhoma DY; Humeira, Bintan
Jurnal Studi Jurnalistik Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Studi Jurnalistik
Publisher : Faculty of Da'wa and Communications Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jsj.v3i2.22984

Abstract

Media memiliki pengaruh penting dalam meningkatkan literasi masyarakat tentang kesadaran lingkungan. Namun, pemberitaan tentang lingkungan kurang mendapatkan prioritas dibanding berita politik dan ekonomi, dan bahkan isu lingkungan lebih banyak dibingkai sebagai komoditas politik daripada literasi lingkungan.Riset ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana isu reklamasi pantai utara Jakarta tampil dalam media daring Kompas.com berdasarkan kategorisasi yang dominan dan fungsi pemberitaan dalam perspektif jurnalisme lingkungan hidup. Untuk itu riset ini menggunakan perspektif teori jurnalisme lingkungan dan metode analisis isi kuantitatif .Hasi riset ini menunjukkan bahwa pemberitaan reklamasi pantai Jakarta selama tahun 2016 lebih banyak ditampilkan dalam kategorisasi isu hukum dan peraturan perundangan, dan lebih banyak menggunakan fungsi informasi sebagai fungsi pemberitaan dominan. Dengan demikian riset ini menunjukkan media lebih banyak menyajikan isu lingkungan dari perspektif hukum dalam konteks politik daripada literasi tentang persoalan lingkungan. Hal ini terjadi karena tahun 2016 merupakan tahun politik menjelang Pilkada DKI Jakarta di tahun 2017 sehingga isu lingkungan lebih ditampilkan sebagai komoditas politik, minim dalam penerapan prinsip jurnalisme lingkungan.
False Consciousness In Body Positivity Campaigns In Women's Lifestyle Media Fadhil, Ahmad Raihan; Humeira, Bintan; Kurniawan, Rizaludin
Jurnal Studi Jurnalistik Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Studi Jurnalistik
Publisher : Faculty of Da'wa and Communications Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jsj.v5i2.35384

Abstract

This article aims to discover how women’s lifestyle media constructs a false awareness about women’s bodies through body positivity discourse. Using media and gender perspectives, false consciousness, body positivity, and Roland Barthes’ semiotic analysis, this research finds that the media produces body positivity discourse as a narrative that ‘all bodies are beautiful, whatever their shape.’ Body positivity discourse refers to fat bodies as ‘normality’ to fight the stigma that fat bodies are not beautiful and are a problem for women. Body positivity evolved from the fat acceptance movement. This body positivity discourse is built on the construct that women must accept their body shape to live happily. The media produces the message through photos and texts that fat bodies are delicate as long as they are healthy. It ignores that medical obesity carries serious health consequences for many women. Thus, this research shows that instead of building women’s positive acceptance of their body shape, the media creates a misguided consciousness of fat bodies from a medical perspective.
The Implications of Crowdfunding on News Production and Distribution Practices in Indonesia's Online Media Humeira, Bintan; Aji, Rizka Sasongko
Jurnal Studi Jurnalistik Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Studi Jurnalistik
Publisher : Faculty of Da'wa and Communications Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jsj.v6i1.40637

Abstract

This article investigates the crowdfunding journalism model and its implications for the news production and distribution of Project Multatuli (PM), the first crowdfunding media in Indonesia. Therefore, this research utilizes a crowdfunding journalism perspective, a qualitative approach study, and triangulation methods for data collection (in-depth interviews, participant observation, and documentation). The results showed the following findings: First, PM uses a combination funding model of crowdfunding and donor agencies, rather than hybrid funding based on a traditional business model that relies on media owners and advertising. This combination funding model aims to be free from pressure from media owners as investors and profit orientation from advertising revenue. Second, PM creates a transparent, participatory and collaborative co-creation process with its members in content production. Third, PM 'resists' the logic of algorithms through clickbait to increase digital traffic which has implications for the speed and superficiality of coverage.  It is a form of PM's dedication to investigative journalism that is committed to in-depth coverage in order to maintain the credibility of the content. Lastly, PM distributes content through national, local and international media networks under creative license. Thus, the distribution strategy is more aimed at expanding the reach of literacy to the general public, rather than just increasing readership.