Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PASSIVE ACQUISITION OF PRESCHOOL CHILDREN IN SUNDANESE LANGUAGE Fitriyani, Risa
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.72 KB)

Abstract

In linguistic and acquisition theory, passive is a complex structure which is notacquired in child language. This construction is a late acquisition for about fourthage in English, the age of fifth in German and eighth in Hebrew. In Sundaneselanguage as one of language in Indonesia, passive structure was acquired and usedproductively earlier in an almost perfect construction of the age of three. Data inthis research showed that the child of 3,1 years old; 4,1 years old; 4,7 years old;and 5,0 years old which are used Sundanese language as their first language, canproduce passive constructions of the simple to the complex ones although there arestill many errors in the order of the constructions. Through analysis of 75 passivesentence as the data, this research described for three points in the statement ofresearch. Those are what the semantic roles which are include in the passiveconstruction are, how the stages of the passive production of the partisipants are,and what the similarities and differences between boys and girls in the productivityof passive constructions are. The result of reasearch showed that children acquiredpassive construction from the simple one based on the structure and meaning tothe more complex one. The stages are from the use of first passive’s first class inSundanese grammar of Coolsma (1985). For the similarities and differencesbetween boys and girls are that all children took the same stages of the passiveproduction either in semantic roles or verb class of passive but the girls tend to bemore verbalistic than boys. This was showed by the number of data and theaccuracy of their constructions. Boys are tend to say by the simple construction andusing the gesture. .Keywords: Passive structure, Sundanese Language, Semantic Role, the Stages of Language Acquisition
Determinan Etika Bisnis Islam Dalam Meningkatkan Pendapatan : (Studi Kasus Penjual Pakaian di Pasar Tradisional Karangkobar Banjarnegara) Fitriyani, Risa; Faozi, Mohamad
Quranomic: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 2 No. 2 (2023): Quranomic: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IIQ An Nur Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37252/jebi.v2i2.505

Abstract

Perkembangan ekonomi yang sangat pesat membuat persaingan bisnis semakin tinggi. Perilaku menyimpang masih banyak dijumpai di pasar tradisional seperti mengurangi jumlah takaran dan timbangan, mencampurkan kualitas baik dan kualitas buruk, serta tidak dermawan atau tidak ramah dalam melayani pembeli dengan menampilkan ekspresi wajah yang tidak ramah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif yang termasuk penelitian asosiatif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih. Hasil yang diperoleh adalah variabel keadilan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan. Variabel kejujuran secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan. Variabel perilaku secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan. Variabel keadilan, kejujuran, dan perilaku baik secara simultan berpengaruh terhadap pendapatan
Analisis Komparatif Penerjemahan Gaya Bahasa dalam Adegan Aksi Novel Bumi dan Earth Karya Tere Liye Fawwazdi, Aliffananda Dimas Agung; Fitriyani, Risa
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2025): (Desember) Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : CV Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jishum.v4i2.708

Abstract

Penelitian ini menganalisis secara komparatif penerjemahan gaya bahasa dalam adegan aksi novel Bumi karya Tere Liye kedalam versi bahasa Inggris, Earth. Kajian terhadap gaya bahasa sebagai sarana ekspresif ini berlandaskan pada teori Siswono (2014) yang memperbarui konsep Keraf (2009) dalam proses alih bahasa. Kajian difokuskan pada tiga aspek gaya bahasa kunci dalam adegan aksi: (1) struktur kalimat yang menciptakan ritme dan ketegangan, (2) hiperbola yang membangun intensitas dramatis, dan (3) metafora yang memperkaya gambaran mental. Setelah tinjauan awal ini pun ditemukan aspek gaya berikutnya yaitu, (4) personifikasi yang membangun koneksi emosional. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi strategi penerjemahan yang digunakan terhadap keempat aspek tersebut dan mengevaluasi dampaknya terhadap kesetaraan naratif serta efek estetis bagi pembaca. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik analisis komparatif, yang mengonfrontasikan data kutipan adegan aksi dari teks sumber (Bumi) dengan terjemahannya dalam teks sasaran (Earth). Hasil penelitian mengungkapkan variasi strategi dan dampak yang signifikan. Struktur kalimat pendek dan repetitif umumnya dipertahankan untuk menjaga ritme dan kesan urgensi adegan. Sebaliknya, banyak hiperbola khas penulis yang mengalami peredaman, sehingga mengurangi efek dramatis dan skalanya. Sementara itu, metafora justru sering ditangani melalui adaptasi kreatif, meskipun dengan tingkat keberhasilan yang beragam dalam menangkap dan memindahkan sensasi bunyi yang spesifik. Simpulan penelitian menegaskan pentingnya kepekaan penerjemah terhadap nuansa gaya bahasa yang kompleks.