Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

KONSELING INDIVIDU DENGAN SIKAP KECANDUAN GAME ONLINE MOBILE LEGEND PADA SISWA Mustamiin, Muhammad Zainal
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.875 KB)

Abstract

 Abstrak: Masalah penelitian ini adalah sikap kecanduan game online yang tinggi, untuk mencegah dan mengurangi kecanduang game online mobile legend, maka siswa kelas VIII di SMP Negeri 10 Mataram perlu diberikan arahan melalui konseling individu. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Apakah Ada Pengaruh Konseling Individu Terhadap Sikap Kecanduan Game Online Mobile Legend Di SMP Negeri 10 Mataram Tahun Pelajaran 2018/2019? Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Konseling Individu Terhadap Kecanduan Game Online Mobile Legend Pada Siswa Kelas VIII Di SMP Negeri 10 Mataram Tahun Pelajaran 2018/2019. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode angket sebagai metode pokok dan observasi, dokumentasi, dan wawancara sebagai metode pelengkap. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII di SMP Negeri 10 Mataram yang berjumlah 93 orang dengan sample berjumlah 7 siswa dari hasil angket yang telah disebarkan dan dihitung dari populasi. Dari hasil penelitian diperoleh Chi Kuadrat sebesar 0,0165 dengan taraf signifikansi ? = 0,05 yaitu 5% pada df (7-1) x (2-1) = 6 sebesar 1,943. Ini artinya Chi Kuadrat lebih kecil dari t-tabel (0,0165>1,943). Yaitu Hipotesis Ho yang diuji diterima dan Hipotesis Ha ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa: Tidak  Ada Pengaruh  Konseling  Individu  Terhadap Sikap   Kecanduan   Game   Online  Pada  Siswa  Kelas  VIII  Di  SMP  Negeri 10  Mataram Tahun Pelajaran 2018/2019. Artinya hasil penelitian ini ?Tidak signifikan?. Kata Kunci : Konseling Individu, Kecanduan Game Online  Abstract: he problem is that this research is an attitude of high online game addiction, to prevent and reduce the disadventages of online mobile legend games, so grade VIII students at Mataram State Middle School  need to be given direction through individual counseling. The formulation of the problem in this study is: Is There and Effect of Individual Counseling on the Attitude of Addiction to Mobile Legend Online Game in Mataram State Middle School 10 2018/2019. Data collection techniques in this study used the questionnaire method as the main methods. The population in this people with a sample of 7 students from questionaires that had been distributed and calculated from the population. From the result of the study obtained Chi Squared of 0.0165 with a significance level of ? = 0.05 which is 5% in df (7-1) x (2-1) = 6 of 1.943.This means that Chi Square is Greater that t-table (0.0165> 1.943) Namely the hypothesis that was tested was accepted and the Hypothesis Ha was rejected. Thus it can be concluded that: There is no Effect of Individual Counseling on the Attitude of Online Game Addiction to Class VIII Students in Mataram State Junior High School 10 in Academic Year 2018/2019, Meaning that the results of this study are ?Not Significant?. Keyswords: Individual Coundeling, Online Game Addiction   
TRADISI BEJANGO DALAM PERKAWINAN MASYARAKAT SASAK DI DESA SENGKERANG KECAMATAN PRYA TIMUR KABUPATEN LOMBOK TENGAH Mustamiin, Muhammad Zainal; SAMSUL, SAMSUL HADI
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol 3, No 2 (2017): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v3i2.816

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah pelaksanaan tradisi Bejango. (2) Nilai-nilai apa saja yang terkandung dalam tradisi Bejango. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui pelaksanaan tradisi Bejango dan (2) Untuk mengetahui nilai-nilai yang terkandung pada tradisi bejango. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan metode diskriptif. Informan penelitian ini adalah tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan masyarakat. Responden penelitian ini adalah kepala dusun dan kepala desa. Penentuan jumlah informan dan responden dilakukan dengan teknik purposive. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, dan observasi. Data  dianalisis dengan  menggunakan tehnik analsis kualitatif dengan proses reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah (1) Tradisi bejango sebagai salah satu rangkaian pernikahan dalam adat sasak sekaligus peningalan leluhur/nenek moyang bangsa sasak dilaksanakan melalui tiga tahap yaitu, tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap penutup. Kegiatan pada tahap persiapan antara lain penentuan/menyepkati waktu bejango, mengundang tokoh masyarakat dan keluarga terdekat, musyawarah, menyiapkan perlengkapan dan menyiapkan jaja. Sedangkan kegiatan pada tahap pelaksanaan antara lain kegiatan dirumah pengantin laki-laki, kegiatan dijalan menuju rumah pegantin perempuan dan kegiatan dirumah pengantin perempuan. Sementara kegiatan pada tahap penutup antara lain pembacaan do’a dan salaman. (2) Nilai-nilai yang terkandung pada tradisi bejango adalah nilai sosial budaya yang meliputi nilai kebersamaan, dan nilai silaturrahmi yang ditandai dengan kedatanagan keluarga pengantin laki-laki beserta rombongannya bejango kerumah keluarga pengantin perempuan. Sedangkan nilai budaya yang terkandung dalam tradisi bejango yaitu bagaimana kita diajarkan untuk selalu menjaga dan melestarikan setiap kebudayaan yang menjadi warisan nenek moyang kita, Karena dalam tradisi tersebut mengandung nilai-nilai yang sangat mendalam dan merupakan adat dan tradsisi yang harus tetap diperhankan kuhususunya bagi masyrakat di Desa Sengkerang.
TRADISI BEJANGO DALAM PERKAWINAN MASYARAKAT SASAK DI DESA SENGKERANG KECAMATAN PRAYA TIMUR KABUPATEN LOMBOK TENGAH Mustamiin, Muhammad Zainal; Samsul, Samsul Hadi
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol 3, No 2 (2017): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v3i2.817

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah pelaksanaan tradisi Bejango. (2) Nilai-nilai apa saja yang terkandung dalam tradisi Bejango. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui pelaksanaan tradisi Bejango dan (2) Untuk mengetahui nilai-nilai yang terkandung pada tradisi bejango. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan metode diskriptif. Informan penelitian ini adalah tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan masyarakat. Responden penelitian ini adalah kepala dusun dan kepala desa. Penentuan jumlah informan dan responden dilakukan dengan teknik purposive. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, dan observasi. Data  dianalisis dengan  menggunakan tehnik analsis kualitatif dengan proses reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah (1) Tradisi bejango sebagai salah satu rangkaian pernikahan dalam adat sasak sekaligus peningalan leluhur/nenek moyang bangsa sasak dilaksanakan melalui tiga tahap yaitu, tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap penutup. Kegiatan pada tahap persiapan antara lain penentuan/menyepkati waktu bejango, mengundang tokoh masyarakat dan keluarga terdekat, musyawarah, menyiapkan perlengkapan dan menyiapkan jaja. Sedangkan kegiatan pada tahap pelaksanaan antara lain kegiatan dirumah pengantin laki-laki, kegiatan dijalan menuju rumah pegantin perempuan dan kegiatan dirumah pengantin perempuan. Sementara kegiatan pada tahap penutup antara lain pembacaan do’a dan salaman. (2) Nilai-nilai yang terkandung pada tradisi bejango adalah nilai sosial budaya yang meliputi nilai kebersamaan, dan nilai silaturrahmi yang ditandai dengan kedatanagan keluarga pengantin laki-laki beserta rombongannya bejango kerumah keluarga pengantin perempuan. Sedangkan nilai budaya yang terkandung dalam tradisi bejango yaitu bagaimana kita diajarkan untuk selalu menjaga dan melestarikan setiap kebudayaan yang menjadi warisan nenek moyang kita, Karena dalam tradisi tersebut mengandung nilai-nilai yang sangat mendalam dan merupakan adat dan tradsisi yang harus tetap diperhankan kuhususunya bagi masyrakat di Desa Sengkerang.Kata Kunci : Nilai, Perkawinan, Bejango, Sosial Budaya
TRADISI BEJANGO DALAM PERKAWINAN MASYARAKAT SASAK DI DESA SENGKERANG KECAMATAN PRYA TIMUR KABUPATEN LOMBOK TENGAH Mustamiin, Muhammad Zainal; SAMSUL, SAMSUL HADI
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 3 No. 2 (2017): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v3i2.816

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah pelaksanaan tradisi Bejango. (2) Nilai-nilai apa saja yang terkandung dalam tradisi Bejango. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui pelaksanaan tradisi Bejango dan (2) Untuk mengetahui nilai-nilai yang terkandung pada tradisi bejango. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan metode diskriptif. Informan penelitian ini adalah tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan masyarakat. Responden penelitian ini adalah kepala dusun dan kepala desa. Penentuan jumlah informan dan responden dilakukan dengan teknik purposive. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, dan observasi. Data  dianalisis dengan  menggunakan tehnik analsis kualitatif dengan proses reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah (1) Tradisi bejango sebagai salah satu rangkaian pernikahan dalam adat sasak sekaligus peningalan leluhur/nenek moyang bangsa sasak dilaksanakan melalui tiga tahap yaitu, tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap penutup. Kegiatan pada tahap persiapan antara lain penentuan/menyepkati waktu bejango, mengundang tokoh masyarakat dan keluarga terdekat, musyawarah, menyiapkan perlengkapan dan menyiapkan jaja. Sedangkan kegiatan pada tahap pelaksanaan antara lain kegiatan dirumah pengantin laki-laki, kegiatan dijalan menuju rumah pegantin perempuan dan kegiatan dirumah pengantin perempuan. Sementara kegiatan pada tahap penutup antara lain pembacaan do’a dan salaman. (2) Nilai-nilai yang terkandung pada tradisi bejango adalah nilai sosial budaya yang meliputi nilai kebersamaan, dan nilai silaturrahmi yang ditandai dengan kedatanagan keluarga pengantin laki-laki beserta rombongannya bejango kerumah keluarga pengantin perempuan. Sedangkan nilai budaya yang terkandung dalam tradisi bejango yaitu bagaimana kita diajarkan untuk selalu menjaga dan melestarikan setiap kebudayaan yang menjadi warisan nenek moyang kita, Karena dalam tradisi tersebut mengandung nilai-nilai yang sangat mendalam dan merupakan adat dan tradsisi yang harus tetap diperhankan kuhususunya bagi masyrakat di Desa Sengkerang.
TRADISI BEJANGO DALAM PERKAWINAN MASYARAKAT SASAK DI DESA SENGKERANG KECAMATAN PRAYA TIMUR KABUPATEN LOMBOK TENGAH Mustamiin, Muhammad Zainal; Samsul, Samsul Hadi
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 3 No. 2 (2017): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v3i2.817

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah pelaksanaan tradisi Bejango. (2) Nilai-nilai apa saja yang terkandung dalam tradisi Bejango. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui pelaksanaan tradisi Bejango dan (2) Untuk mengetahui nilai-nilai yang terkandung pada tradisi bejango. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan metode diskriptif. Informan penelitian ini adalah tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan masyarakat. Responden penelitian ini adalah kepala dusun dan kepala desa. Penentuan jumlah informan dan responden dilakukan dengan teknik purposive. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, dan observasi. Data  dianalisis dengan  menggunakan tehnik analsis kualitatif dengan proses reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah (1) Tradisi bejango sebagai salah satu rangkaian pernikahan dalam adat sasak sekaligus peningalan leluhur/nenek moyang bangsa sasak dilaksanakan melalui tiga tahap yaitu, tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap penutup. Kegiatan pada tahap persiapan antara lain penentuan/menyepkati waktu bejango, mengundang tokoh masyarakat dan keluarga terdekat, musyawarah, menyiapkan perlengkapan dan menyiapkan jaja. Sedangkan kegiatan pada tahap pelaksanaan antara lain kegiatan dirumah pengantin laki-laki, kegiatan dijalan menuju rumah pegantin perempuan dan kegiatan dirumah pengantin perempuan. Sementara kegiatan pada tahap penutup antara lain pembacaan do’a dan salaman. (2) Nilai-nilai yang terkandung pada tradisi bejango adalah nilai sosial budaya yang meliputi nilai kebersamaan, dan nilai silaturrahmi yang ditandai dengan kedatanagan keluarga pengantin laki-laki beserta rombongannya bejango kerumah keluarga pengantin perempuan. Sedangkan nilai budaya yang terkandung dalam tradisi bejango yaitu bagaimana kita diajarkan untuk selalu menjaga dan melestarikan setiap kebudayaan yang menjadi warisan nenek moyang kita, Karena dalam tradisi tersebut mengandung nilai-nilai yang sangat mendalam dan merupakan adat dan tradsisi yang harus tetap diperhankan kuhususunya bagi masyrakat di Desa Sengkerang.Kata Kunci : Nilai, Perkawinan, Bejango, Sosial Budaya
KONSELING INDIVIDU DENGAN SIKAP KECANDUAN GAME ONLINE MOBILE LEGEND PADA SISWA Mustamiin, Muhammad Zainal
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2019): April
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/vis.v4i1.1980

Abstract

 Abstrak: Masalah penelitian ini adalah sikap kecanduan game online yang tinggi, untuk mencegah dan mengurangi kecanduang game online mobile legend, maka siswa kelas VIII di SMP Negeri 10 Mataram perlu diberikan arahan melalui konseling individu. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Apakah Ada Pengaruh Konseling Individu Terhadap Sikap Kecanduan Game Online Mobile Legend Di SMP Negeri 10 Mataram Tahun Pelajaran 2018/2019? Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Konseling Individu Terhadap Kecanduan Game Online Mobile Legend Pada Siswa Kelas VIII Di SMP Negeri 10 Mataram Tahun Pelajaran 2018/2019. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode angket sebagai metode pokok dan observasi, dokumentasi, dan wawancara sebagai metode pelengkap. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII di SMP Negeri 10 Mataram yang berjumlah 93 orang dengan sample berjumlah 7 siswa dari hasil angket yang telah disebarkan dan dihitung dari populasi. Dari hasil penelitian diperoleh Chi Kuadrat sebesar 0,0165 dengan taraf signifikansi ɑ = 0,05 yaitu 5% pada df (7-1) x (2-1) = 6 sebesar 1,943. Ini artinya Chi Kuadrat lebih kecil dari t-tabel (0,0165>1,943). Yaitu Hipotesis Ho yang diuji diterima dan Hipotesis Ha ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa: Tidak  Ada Pengaruh  Konseling  Individu  Terhadap Sikap   Kecanduan   Game   Online  Pada  Siswa  Kelas  VIII  Di  SMP  Negeri 10  Mataram Tahun Pelajaran 2018/2019. Artinya hasil penelitian ini “Tidak signifikan”. Kata Kunci : Konseling Individu, Kecanduan Game Online  Abstract: he problem is that this research is an attitude of high online game addiction, to prevent and reduce the disadventages of online mobile legend games, so grade VIII students at Mataram State Middle School  need to be given direction through individual counseling. The formulation of the problem in this study is: Is There and Effect of Individual Counseling on the Attitude of Addiction to Mobile Legend Online Game in Mataram State Middle School 10 2018/2019. Data collection techniques in this study used the questionnaire method as the main methods. The population in this people with a sample of 7 students from questionaires that had been distributed and calculated from the population. From the result of the study obtained Chi Squared of 0.0165 with a significance level of ɑ = 0.05 which is 5% in df (7-1) x (2-1) = 6 of 1.943.This means that Chi Square is Greater that t-table (0.0165> 1.943) Namely the hypothesis that was tested was accepted and the Hypothesis Ha was rejected. Thus it can be concluded that: There is no Effect of Individual Counseling on the Attitude of Online Game Addiction to Class VIII Students in Mataram State Junior High School 10 in Academic Year 2018/2019, Meaning that the results of this study are “Not Significant”. Keyswords: Individual Coundeling, Online Game Addiction   
HUBUNGAN PERILAKU PHUBBING DENGAN KUALITAS INTERAKSI SOSIAL SISWA SEKOLAH MENENGAH Jalil, Muhammad; Ahmad, Hariadi; Mustamiin, Muhammad Zainal
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v5i4.10333

Abstract

ABSTRACT Social behavior in school settings is an important indicator in shaping healthy interactions and students’ social adjustment. One emerging phenomenon is phubbing behavior, defined as the tendency to ignore direct social interactions due to excessive smartphone use. This phenomenon is important to examine in the student context because it has the potential to reduce the quality of social interaction amid the increasing use of digital technology in daily life. This study aims to determine the relationship between phubbing behavior and social relationships among eleventh-grade students at MA NW Penendem in the 2025/2026 academic year. The study employed a quantitative approach with a correlational design, using questionnaires to measure phubbing behavior and students’ social relationships. Data were analyzed using the Pearson Product Moment correlation test to determine the strength of the relationship between variables. The results showed a significant relationship between phubbing behavior and students’ social relationships, with a correlation coefficient (r) of 0.633, which is higher than the r-table value of 0.2609, and a significance value of 0.000 < 0.05. The relationship is negative, indicating that higher levels of phubbing behavior are associated with lower quality of students’ social relationships. These findings suggest that managing smartphone use is an important factor in maintaining the quality of students’ social interactions in school environments. ABSTRAK Perilaku sosial siswa di lingkungan sekolah menjadi indikator penting dalam membangun interaksi yang sehat dan penyesuaian diri. Salah satu fenomena yang semakin berkembang adalah perilaku phubbing, yaitu kecenderungan mengabaikan interaksi langsung karena penggunaan gawai secara berlebihan. Fenomena ini menjadi penting diteliti pada konteks siswa karena berpotensi menurunkan kualitas interaksi sosial di tengah meningkatnya penggunaan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku phubbing dengan hubungan sosial pada siswa kelas XI di MA NW Penendem Tahun Pelajaran 2025/2026. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, dengan pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner yang mengukur perilaku phubbing dan hubungan sosial siswa. Analisis data dilakukan menggunakan uji Pearson Product Moment untuk mengetahui keeratan hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara perilaku phubbing dengan hubungan sosial siswa dengan nilai korelasi r hitung sebesar 0,633 lebih besar dibandingkan r-tabel 0,2609, serta nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Hubungan yang terjadi bersifat signifikan dengan arah negatif, yang berarti semakin tinggi perilaku phubbing, maka semakin rendah kualitas hubungan sosial siswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengelolaan penggunaan gawai menjadi aspek penting dalam menjaga kualitas interaksi sosial siswa di lingkungan sekolah.