Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Matematika Berbasis Alam: Menumbuhkan Rasa Ingin Tahu dan Cinta Lingkungan Januardi, Ega; Cholily, Yus Mochamad; Syaifuddin, Mohammad
International Journal of Progressive Mathematics Education Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/ijopme.v5i1.18998

Abstract

Purpose: This study aims to address the perception of mathematics as an abstract and tedious subject by examining the effectiveness of nature-based learning in fostering cognitive curiosity and environmental stewardship. Design/methodology/approach: A qualitative case study was conducted at SDN Bunga Bangsa, Bekasi (July-August 2025), involving 2 teachers and 10 fifth-grade students. Data were gathered through participant observation, semi-structured interviews, and documentation focusing on measurement, natural element calculation, and geometry. Findings: Results indicate that direct exploration of symmetry patterns and natural object measurement significantly enhances intrinsic curiosity. The approach effectively bridges abstract concepts with concrete reality while instilling sustainability ethics using stones, twigs, and leaves as media. Students demonstrated active engagement and sustained learning motivation. Practical implications: Educators can adopt this model as a practical guide for designing adaptive contextual curricula independent of formal classroom settings. Originality/value: This research offers a holistic pedagogical model integrating numerical intelligence with ecological character education, filling a literature gap regarding the psychological mechanisms of fostering environmental love in primary mathematics education.   Purpose: Penelitian ini bertujuan mengatasi persepsi matematika sebagai subjek abstrak dan membosankan dengan menguji efektivitas pembelajaran berbasis alam dalam menumbuhkan rasa ingin tahu kognitif serta karakter cinta lingkungan siswa. Design/methodology/approach: Menggunakan desain studi kasus kualitatif di SDN Bunga Bangsa, Bekasi (Juli-Agustus 2025). Subjek meliputi 2 guru dan 10 siswa kelas V. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi terhadap materi pengukuran, perhitungan elemen alam, dan geometri. Findings: Hasil menunjukkan bahwa eksplorasi langsung terhadap pola simetri dan pengukuran objek alami secara signifikan meningkatkan rasa ingin tahu intrinsik. Pembelajaran ini efektif menjembatani konsep abstrak dengan realitas konkret, sekaligus menanamkan etika keberlanjutan melalui penggunaan media batu, ranting, dan daun. Siswa menunjukkan keterlibatan aktif dan motivasi belajar yang berkelanjutan. Practical implications: Guru dapat mengadopsi model ini sebagai panduan praktis untuk merancang kurikulum kontekstual yang adaptif tanpa bergantung pada ruang kelas formal. Originality/value: Studi ini menawarkan model pedagogis holistik yang mengintegrasikan kecerdasan numerik dengan pendidikan karakter ekologis, mengisi kesenjangan literatur mengenai mekanisme psikologis penumbuhan environmental love dalam pendidikan matematika dasar.  
BELAJAR BERSAMA ALAM STUDI KONSEPTUAL TENTANG IMPLEMENTASI PENDIDIKAN ALTERNATIF DI SEKOLAH ALAM Januardi, Ega
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 2 April (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah Alam sebagai bentuk institusi pendidikan alternatif berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang menyatu dengan alam, kontekstual, dan holistik. Dalam pendekatan ini, alam tidak hanya dijadikan sebagai objek pembelajaran, melainkan juga sebagai sarana, ruang, bahkan subjek pembelajaran yang membentuk karakter dan cara berpikir siswa. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep pendidikan alternatif diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar di Sekolah Alam, prinsip, nilai, dan pendekatan pembelajaran yang menjadi dasar pelaksanaan pendidikan di Sekolah Alam dan untuk mengetahui tantangan dan keunggulan yang dihadapi dalam implementasi model pendidikan alternatif berbasis alam di Sekolah Alam. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif. Hasil dalam penelitian ini adalah pendidikan berbasis alam juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa. Nilai-nilai seperti tanggung jawab, disiplin, kepedulian terhadap lingkungan, dan kemampuan bekerja sama diajarkan secara langsung melalui berbagai kegiatan berbasis alam. Hal ini menghasilkan individu yang lebih peduli terhadap keberlanjutan lingkungan dan lebih siap untuk berkontribusi pada masyarakat dengan cara yang lebih bijaksana dan bertanggung jawab.
Integration of Learning Beyond the Classroom and Project-Based Learning in a Nature-Based Elementary School Januardi, Ega; Cholily, Yus Mochamad; Syaifuddin, Mohammad
Mimbar Sekolah Dasar Vol 12, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53400/mimbar-sd.v12i3.89085

Abstract

This study is motivated by the limited effectiveness of conventional teaching methods that continue to dominate elementary education practices, particularly in fostering students’ conceptual understanding and 21st-century skills. The main objective is to explore the integration of Learning Beyond the Classroom (LBC) and Project-Based Learning (PjBL) as innovative strategies to improve learning quality. Employing a qualitative approach with a case study design, the research involved four teachers and twelve students from a Nature-Based Elementary School selected purposively. Data were collected through observations, interviews, and documentation, and analyzed using the Miles and Huberman model. Validation was ensured through source triangulation and member checking. The findings indicate that the integration of LBC and PjBL significantly enhanced students’ critical thinking, collaboration, and conceptual understanding. Students also demonstrated improvements in metacognitive awareness, learning independence, and socio-emotional skills. Learning became more meaningful as activities were connected to real-life experiences, increasing student engagement and motivation. However, challenges emerged, including limited facilities, varying levels of teacher readiness, and technical constraints in online learning integration. Overall, the approach proved effective in enhancing the quality of elementary education. The implications emphasize the importance of teacher professional development, flexible and context-responsive curricula, and adequate infrastructure to support the sustainable implementation of contextual and experiential learning.