Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS POTENSI PASAR IKAN KERAPU DI PULAU BONETAMBU KECAMATAN UJUNG TANAH KELURAHAN BARRANG CADDI KOTA MAKASSAR Karina Arfany Arfah
Gema Kampus IISIP YAPIS Biak Vol 12 No 2 (2017): Jurnal Ilmu Administrasi, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : IISIP YAPIS BIak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52049/gemakampus.v12i2.43

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Berapa Besar Potensi Pasar dan Ikan Kerapu Di Pulau Bonetambu Kecamatan Ujung Tanah Kelurahan Barrang Caddi Kota Makassar. Penelitian ini dilaksanakan di Pulau Bonetambu.Penentuan lokasi dilakukan secara sengaja dan waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Februari 2012. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data primer tersebut diperoleh dari hasil observasi dan wawancara dengan responden sedangkan data sekunder diperoleh dari kantor kelurahan Barrang Caddi. Metode pengumpulan sampel dilakukan secara berkelompok dengan jumlah sampel sebanyak 17 orang nelayan, 5 orang pedagang pengumpul dan 23 orang konsumen rumah tangga. Sehingga total sampel keseluruhan adalah 45 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan permintaan konsumen, pedagang pengumpul dan eksportir ikan kerapu memiliki potensi pasar yang besar. Dari tiga komoditas ikan kerapu (Sunu, Lumpur dan Macan) ukuran > 1 kg yang memiliki potensi pasar yang besar. Untuk kerapu hidup yang memiliki potensi pasar terbesar adalah kerapu sunu (Plectopormus leopardus) sedangkan kerapu mati yang memiliki potensi pasar yang besar adalah kerapu lumpur (Epinephelus coloides).
EFEKTIVITAS KINERJA PEGAWAI DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN PADA KANTOR URUSAN AGAMA (KUA) KECAMATAN BIAK KOTA Karina Arfany Arfah
Gema Kampus IISIP YAPIS Biak Vol 14 No 2 (2019): "Gema Kampus" IISIP YAPIS Biak
Publisher : IISIP YAPIS BIak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52049/gemakampus.v14i2.83

Abstract

Efektivitas dapat diukur melalui berhasil tidaknya suatu organisasi mencapai tujuan-tujuannya. Penelitian ini bertujuan untuk Efektivitas Kinerja Pegawai Dalam Meningkatkan Pelayanan Pada Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Biak Kota Kabupaten Biak Numfor. Teknik pengumpulan data yang digunakan seperti; observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kinerja pegawai pada Kantor Urusan Agama sudah berjalan dengan baik. Karena regulasi dari peraturan Kantor Urusan Agama adalah terwujudnya pelayanan yang efektif dan mengutamakan kepuasan masyarakat. Peningkatan Pelayanan pada Kantor Urusan Agama.
DIGITAL TRANSFORMATION AND PAPUAN MICRO BUSINESS COMPETITIVENESS IN BIAK NUMFOR Karina Arfany Arfah; Patma Tuasikal
Gema Kampus IISIP YAPIS Biak Vol 21 No 1 (2026): "Gema Kampus" IISIP YAPIS Biak
Publisher : IISIP YAPIS BIak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52049/gemakampus.v21i1.634

Abstract

Digital transformation has become an important determinant in strengthening the competitiveness of micro-enterprises amid changing consumer behavior and the rapid expansion of technology-based economies. This study aims to analyze how social media-based marketing strategies are implemented by Indigenous Papuan micro-entrepreneurs and how these strategies contribute to business competitiveness in Biak Numfor Regency. The study employs a descriptive qualitative approach focusing on Indigenous Papuan micro-enterprises operating in local culinary businesses, cultural handicrafts, and small-scale trade. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, while data analysis followed the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that digital transformation among Indigenous Papuan micro-enterprises remains in an early adaptation phase, yet it has positively contributed to market expansion, stronger customer interaction, local product identity reinforcement, and promotional efficiency. The most dominant platforms are WhatsApp Business, Facebook, and Instagram, which are used for visual promotion, direct communication, and product information dissemination. However, limited digital literacy, inadequate marketing content quality, internet access constraints, and weak business management remain major obstacles. The study implies that digital business mentoring, contextual social media marketing training, and affirmative policies are necessary to support Indigenous Papuan micro-enterprises in building sustainable competitiveness in both local and regional markets