Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH FEAR OF MISSING OUT (FOMO) TERHADAP PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA REMAJA PENGGUNA MEDIA SOSIAL DI KOTA MEDAN Sitohang, Dina Imelda; Butarbutar, Freddy
Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama
Publisher : STABN RADEN WIJAYA WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/pssa.v10i2.1909

Abstract

Psychological Well-being merupakan kondisi individu yang tidak terbebani oleh tekanan atau permasalahan mental, yang mencakup perasaankebahagiaan, kepuasan hidup, rasa mencintai diri sendiri, hubungan yang bermakna dengan orang lain, kemampuan untuk mengatasi stres, serta kemampuan untuk tumbuh dan berkembang. beberapa studi menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan dapat menyebabkan efek negatif salah satunya terhadap tingkat Psychological Well-being akibat dari adanya fear of missing out (FoMO). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Fear of Missing Out (FoMO) terhadap Psychological Well-being pada remaja pengguna media sosial di Kota Medan. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 175 remaja pengguna media sosial di Kota Medan. Alat pengumpulan data menggunakan skala Fear of Missing Out (FoMO) yang telah dimodifikasi dari skala Fear of Missing Out (FoMO) milik wegman dan skala Psychological Well-being yang telah dimodifikasi dari skala milik Ryff. Skala FoMO memiliki pernyataan sebanyak 17 item dengan koefisien reliabilitas α = 0,877 dan skala Psychological Well-being memiliki 36 item pernyataan dengan koefisien reliabilitas α = 0,911. Teknik analisis data menggunakan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh negatif antara Fear of Missing Out (FoMO) terhadap Psychological Well-being pada remaja pengguna media sosial di Kota Medan (p = 0,000 < 0,05). Fear of Missing Out (FoMO) memberikan kontribusi terhadap psychological well being pada pengguna yaitu dengan nilai R2 = 0,284 (p < 0,01). Artinya Fear of Missing Out (FoMO) sebagai variabel prediktor memiliki kontribusi sebesar 28,4% terhadap psychological well being pada remaja pengguna media sosial di Kota Medan.
PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP KEMATANGAN KARIR MAHASISWA AKHIR PERGURUAN TINGGI SWASTA DI KOTA MEDAN Marbun, Novita Anggraini; Butarbutar, Freddy
Dharmas Education Journal (DE_Journal) Vol 3 No 1 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univesitas Dharmas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56667/de_journal.v3i1.1198

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pengaruh Dukungan Sosial Terhadap Kematangan Karir Mahasiswa Akhir Perguruan Tinggi Swasta Di Kota Medan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan regresi linear sederhana, dapat disimpulkan bahwa dukungan sosial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kematangan karir mahasiswa tingkat akhir di perguruan tinggi swasta di Medan. Uji hipotesis menunjukkan nilai signifikan (p = 0,001 < 0,05), sehingga hipotesis alternatif (H1) diterima dan hipotesis nol (H0) ditolak. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi dukungan sosial yang diterima mahasiswa, semakin tinggi pula tingkat kematangan karir yang dimilikinya.Selain itu, nilai koefisien korelasi (R = 0.560) menunjukkan adanya hubungan yang sedang antara dukungan sosial dan kematangan karir. Nilai R² = 0.313 mengindikasikan bahwa sekitar 31,3% variasi kematangan karir mahasiswa dapat dijelaskan oleh variabel dukungan sosial, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar penelitian ini. Nilai Adjusted R² = 0,311 memperkuat bahwa model regresi yang digunakan cukup memadai dalam menjelaskan variabilitas kematangan karir.Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya dukungan sosial baik dari keluarga, teman, maupun lingkungan akademik dalam menunjang kematangan karir mahasiswa.
The Effect Of Work Life Balance On Workplace Well-Being Of Employees Of PT. Perdana Inti Sawit Perkasa Ginting, Kartika Estevania C.; Butarbutar, Freddy; Brahmana, Karina M.
Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama
Publisher : STABN RADEN WIJAYA WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/pssa.v10i1.2108

Abstract

This study aims to analyze the effect of Work-Life Balance on Workplace Well-Being among employees of PT Perdana Inti Sawit Perkasa. Work-Life Balance refers to the balance between work and personal life that can affect employee well-being in the workplace. Workplace Well-Being reflects the level of satisfaction, mental health, and organizational support perceived by employees in the work environment. This study uses a quantitative method with a survey approach, involving 31 respondents consisting of permanent and contract employees at PT Perdana Inti Sawit Perkasa. Data were collected through online questionnaires and analyzed using a simple linear regression test. The results of the study indicate that there is a significant influence between Work-Life Balance on Workplace Well-Being. Employees who have a good balance between work and personal life tend to have a higher level of well-being in the workplace. This study explains the importance of companies in implementing work flexibility policies, organizational support, and a conducive work environment to improve employee well-being. That way, companies can increase employee productivity and loyalty in the long term. The results of this study indicate that organizations, especially in a Limited Liability Company (PT), show a significant relationship between work-life balance and well-being in the workplace. PT Perdana Inti Sawit Perkasa should prioritize initiatives in promoting a healthy balance between work and personal life responsibilities to increase employee satisfaction and productivity.