Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Influence Of Social Comparison In Social Media On Self-Esteem In Early Adulthood Hasugian, Peronika Br; Brahmana, Karina M.
Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama
Publisher : STABN RADEN WIJAYA WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/pssa.v9i2.1998

Abstract

This study aims to determine the influence of social comparison on social media on self-esteem in early adulthood. Based on the results of research on the influence of social comparison on social media on Self Esteem in early adulthood in Medan City, the following conclusions can be drawn: The results of the study indicate that social comparison on social media has a significant and negative effect on self-esteem in early adulthood individuals. This means that the more often someone compares themselves to others on social media, the greater the likelihood of their self-esteem or self-esteem decreasing. Most respondents in this study had a high level of self-esteem, even though they also had a high level of social comparison. This shows that not all social comparisons have a direct negative impact, because some individuals are still able to maintain a positive view of themselves, perhaps due to other factors such as social support, personality, or strong internal values. When viewed based on the social comparison aspect, it is known that physical attractiveness and lifestyle are the two aspects that are most often compared by respondents when they use social media. This means that many respondents feel triggered to compare their appearance and lifestyle with what is seen in other people's posts. While aspects of personality and wealth are also compared, but not as much as these two aspects.
The Effect Of Work Life Balance On Workplace Well-Being Of Employees Of PT. Perdana Inti Sawit Perkasa Ginting, Kartika Estevania C.; Butarbutar, Freddy; Brahmana, Karina M.
Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama
Publisher : STABN RADEN WIJAYA WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/pssa.v10i1.2108

Abstract

This study aims to analyze the effect of Work-Life Balance on Workplace Well-Being among employees of PT Perdana Inti Sawit Perkasa. Work-Life Balance refers to the balance between work and personal life that can affect employee well-being in the workplace. Workplace Well-Being reflects the level of satisfaction, mental health, and organizational support perceived by employees in the work environment. This study uses a quantitative method with a survey approach, involving 31 respondents consisting of permanent and contract employees at PT Perdana Inti Sawit Perkasa. Data were collected through online questionnaires and analyzed using a simple linear regression test. The results of the study indicate that there is a significant influence between Work-Life Balance on Workplace Well-Being. Employees who have a good balance between work and personal life tend to have a higher level of well-being in the workplace. This study explains the importance of companies in implementing work flexibility policies, organizational support, and a conducive work environment to improve employee well-being. That way, companies can increase employee productivity and loyalty in the long term. The results of this study indicate that organizations, especially in a Limited Liability Company (PT), show a significant relationship between work-life balance and well-being in the workplace. PT Perdana Inti Sawit Perkasa should prioritize initiatives in promoting a healthy balance between work and personal life responsibilities to increase employee satisfaction and productivity.
Pengaruh Pola Asuh Otoriter terhadap Motivasi Belajar Remaja Ningrum, Anggraini M.; Brahmana, Karina M.
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk Mengetahui Pengaruh Pola Asuh Otoriter Terhadap Motivasi Belajar Remaja. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif yang dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, yang digunakan untuk meneliti populasi atau sampel yang sudah ditentukan. Dalam penelitian ini diperoleh data terakhir dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2020 populasi sebanyak 191,093 remaja usia 15-19 di Kota Medan. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah simple random sampling dengan menggunakan tabel penentuan sampel Isaac dan Michael dengan taraf kesalahan 5% didapatkan hasil sampel yang dibutuhkan sebesar 347 sampel remaja di Kota Medan. . Penelitian ini menggunakan random sampling. Teknik analisis data dalam peneltian kuantitatif mengunakan statistik. Sehingga penelitian ini menggunakan statistik inferensi. Berdasarkan uji parsial (uji-t) yang dilakukan pada variabel pola asuh otoriter menunjukkan bahwa pola asuh otoriter berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar remaja di kota Medan. Hasil dari nilai koefisien determinasi R2 sebesar 0,427 atau sama dengan 42,7% variabel dependen motivasi belajar remaja dipengaruhi variabel independen yaitu pola asuh otoriter, yang berarti ada variabel independen lain sebesar 57,4% yang lebih menjelaskan variabel dependen motivasi belajar remaja di luar penelitian ini.
Gambaran Loneliness pada Wanita Lajang yang Bekerja di Kota Medan Siagian, Grace Phatricia; Brahmana, Karina M.
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap orang akan menjalankan tugas perkembangan mulai dari anak-anak, remaja, dewasa hingga lanjut usia. Ada beberapa tugas perkembangan yang harus diselesaikan agar kehidupan dapat bahagia dan tidak mengalami permasalahan yang berarti, terutama bagi orang dewasa awal, karena masa dewasa awal merupakan masa puncak perkembangan bagi setiap orang. Istilah dewasa berasal dari kata kerja latin yang berarti tumbuh menjadi dewasa. Masa dewasa awal merupakan masa penyesuaian terhadap pola hidup baru dan harapan sosial baru. Dewasa awal diharapkan dapat memainkan peran-peran baru, seperti sebagai suami/istri, orang tua, dan pencari nafkah, keinginan-keinginan baru, mengembangkan sikap dan nilai-nilai baru sesuai dengan tugas-tugas baru. Masa dewasa awal merupakan masa transisi dari masa remaja menuju masa dewasa. Transisi dari ketergantungan menuju kemandirian baik dari segi ekonomi maupun kebebasan menentukan nasib sendiri dan pandangan terhadap masa depan lebih realistis. Secara hukum seseorang dapat dikatakan sebagai orang yang berada pada usia dewasa awal yaitu pada umur 21 tahun sampai dengan 30 tahun. Peralihan dari masa remaja ke masa dewasa diwarnai oleh perubahan yang terus menerus. Masa dewasa awal merupakan masa pencarian, penemuan, konsolidasi dan reproduksi, yaitu masa yang penuh permasalahan dan ketegangan emosional, masa isolasi sosial, masa komitmen dan ketergantungan, perubahan nilai. nilai-nilai, kreativitas dan adaptasi terhadap gaya hidup baru. Sebagai individu yang sudah dianggap dewasa, mereka mempunyai daya tahan tubuh dan kesehatan yang prima sehingga dalam melakukan berbagai aktivitas menunjukkan inisiatif yang kreatif, energik, cepat dan proaktif. Berdasarkan pendapat tokoh-tokoh di atas dapat disimpulkan bahwa masa dewasa awal merupakan masa dimana individu siap berperan dan bertanggung jawab serta menerima kedudukan dalam masyarakat, masa untuk bekerja, terlibat dalam hubungan sosial dan menjalin hubungan. Variabel dalam penelitian ini merupakan variabel tunggal yaitu Kesepian pada wanita lajang yang bekerja. Hal ini didasarkan pada pertimbangan jumlah penduduk yang relatif besar dan belum dapat diidentifikasi secara pasti. Oleh karena jumlah populasi masih berupa perkiraan dengan jumlah yang belum pasti, maka peneliti menggunakan penentuan populasi dengan menggunakan tabel Isac dan Michael dengan jumlah populasi yang tidak terhingga. Berdasarkan tabel ukuran sampel Isac dan Michael, jumlah responden untuk populasi tak terhingga dengan tingkat kesalahan 5% berjumlah 349 orang. Oleh karena itu, responden yang terlibat dalam penelitian ini adalah 349 orang wanita lajang yang bekerja di kota Medan. Uji normalitas ini dilakukan dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dengan bantuan IBM SPSS Statistics 20. Dasar pengambilan keputusan yang digunakan dalam uji normalitas pada penelitian ini adalah jika sig<0,05 maka sebaran data dapat dikatakan tidak normal. terdistribusi, dan sebaliknya jika sig>0,05 maka sebaran data dapat dikatakan berdistribusi normal.