Fatrina, Novina Yeni
Unknown Affiliation

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Style : Journal of Fashion Design

Moslem Wear Terinspirasi dari Motif Tabuik Maysharah, Maysharah; Rahmanita, Nofi; Imelda, Desra; Fatrina, Novina Yeni
Style : Journal of Fashion Design Vol 3, No 2 (2024): Style: Journal of Fashion Design
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/style.v3i2.4218

Abstract

Tabuik is an annual celebration carried out by the pariaman people of west Sumatra, the tabuik ceremony anchors tabuik to the sea. There are many parts that have meaning, namely there are salapan flowers have eight (8) petals, four on the top and four on the bottom. Tabuik is a collaboration of custom and religion, so the meaning of the salapan flower is that the four petals symbolize religion. While the biliak-biliak tabuik are seveb rooms dedicated to niniak mamak, religious scholars, cadiak clever, community leaders, urang sumando, children and kamanakan. Then the seven are the components of society at the time. The concept of creating this work takes the form of salute flowers and biliaks in muskim wear clothing is clothing that is closed and loose, the process of embodiment of this work begins with exploration to produce sketches and designs, then after that the artist carriest out the process of embodiment by sewing the work. The resulting work which means it has space or can be filled by the user’s body. The color that is applied to the work is the color of the moodboard 
BUSANA TRADISI BATOBO SEBAGAI INSPIRASI BUSANA ART OF BEAT STYLE Salma, Raudhatul; Fatrina, Novina Yeni; Rahmanita, Nofi
Style : Journal of Fashion Design Vol 4, No 2 (2025): Style : Journal Of Fashion Desain
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/style.v4i2.5806

Abstract

Tulisan yang berjudul “Busana Tradisi Batobo Sebagai Inspirasi Busana Art of Beat Style”, merupakan suatu bentuk penggarapan karya busana. Karya ini mengangkat tradisi batobo yang ada di daerah Kuansing, Teluk Kuantan, yaitu situasi bergotong royong dalam mengerjakan lahan pertanian secara bergantian antara anggota tobo. Orang yang pergi batobo memakai pakaian yang berlapis-lapis yang berfungsi untuk mengurangi rasa panas dan melindungi tubuh dari miang. Pemakaian busana batobo dilengkapi juga dengan caping sebagai pelindung kepala serta memakai sepatu bot. Keunikan dari busana tradisi batobo ini memberikan tantangan baru bagi pengkarya untuk menciptakan busana yang fashionable, dan bisa dipakai untuk berbagai kesempatan dengan style art of beat. Busana art of beat ini dikombinasikan dengan kain batik yang berasal dari Kuantan Singingi yang identik menggunakan warna-warna yang cerah dan mencolok sehingga menambah kesan art of beat pada busana. Penciptaan karya ini menggunakan metode eksplorasi, perancangan, perwujudan hingga penyajian karya. Proses penciptaan karya busana menggunakan teknik standar butik dengan menggunakan pelapis (furing), rapi serta apik sehingga menghasilkan busana dengan 3 tingkatan yaitu busana ready to wear, ready to wear deluxe dan haute couture
BUSANA FEMININE ROMANTIC DALAM SONGKET RIAU Minur, Afifah Nahda; Kencana, Mega; Fatrina, Novina Yeni
Style : Journal of Fashion Design Vol 5, No 1 (2025): Style : Journal Of Fashion Desain
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/style.v5i1.6294

Abstract

Laporan karya dengan judul “Busana Feminine Romantic Dalam Songket Riau”, bertujuan untuk menciptakan karya ini dengan mengangkat dan mengenalkan Songket Riau dalam busana feminine romantic. Busana feminine romantic adalah salah satu basic fashion style yang identik dengan kesan kalem, manis, dan menggunakan warna-warna pastel yang dipadukan dengan Songket Riau, serta bahan yang digunakan adalah diamond satin, dan tille gliter. Busana yang dipakai oleh wanita remaja usia 17-25 tahun. Dalam perwujudannya, pengkarya menggunakan teknik semi butik, yaitu teknik yang jahitan dan penyelesaikannya lebih banyak dikerjakan dengan tangan. Metode penciptaan yang dilakukan, dimulai dari persiapan, perancangan, dan perwujudan, hingga penyajian karya dalam fashion show. Karya ini menggunakan trend soul searcher yaitu warna natural dalam nuansa pastel yang menyejukkan dan menenangkan, terdapat warna-warna berani untuk memberikan kesan gembira. Hasil dari rancangan sumber ide busana feminine romantic yaitu ready to wear, ready to wear deluxe, dan haute couture.