Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH JALAN LINGKAR LUAR TERHADAP PERKEMBANGAN WILAYAH DI KOTA PALANGKARAYA DI TINJAU DARI TATA GUNA TANAH Andri Yulianto; Pratikso .; Kartono Wibowo
Prosiding Seminar Nasional Inovasi Dalam Pengembangan SmartCity Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Inovasi Dalam Pengembangan SmartCity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan kota mempunyai tujuan untuk keselarasan sosial dan ekonomi bagi kepentingan publik dan pribadi. Perencanaan kota yang baik, mengalokasikan sumber daya lahan dengan efisien. Keterpaduan rencana pembangunan jalan lingkar luar terhadap tata guna lahan pada koridor penataan ruang Kota Palangka Raya dapat memberikan manfaat, terciptanya sistem transportasi dan jaringan infrastruktur sebagai prasyarat utama yang harus diperhatikan.Tujuan penelitian ini untuk Mengidentifikasi potensi, kendala dan pengembangan wilayah untuk mendorong perkembangan Kawasan Jalan lingkar luar ditinjau dari Tata Guna Tanah dan Merencanakan pengembangan Pemetaan lahan di Kawasan Jalan Lingkar luar dalam kaitannya dengan keberadaan jalan lintas selatan poros Kalimantan ditinjau dari Tata Guna tanah. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian korelasional. Penelitian korelasional merupakan tipe penelitian dengan karakteristik masalah berupa hubungan korelasional antara dua variable atau lebih. Populasi dari penelitian ini adalah penduduk yang tinggal dan menetap di Kota Palangkaraya dengan jumlah populasi penduduk 252.102 jiwa dengan sampel sebanyak 100 responden. Analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi dengan bantuan SPSS v.20.Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil bahwa faktor-faktor wilayah yang mempengaruhi pembangunan jalan lingkar luar pada ruas jalan Simpang Runtu-Kujan adalah variabel fisik, sosial, ekonomi dan aksesibilitas. Besarnya nilai koefisien regresi masing-masing variable yaitu variabel fisik sebesar 0,127, variabel sosial sebesar 0,231, variabel ekonomi sebesar 0,325, dan variabel aksesibilitas sebesar 0,284.. Sedangkan variabel yang paling berpengaruh terhadap pembangunan jalan lingkar luar pada ruas jalan Simpang Runtu-Kujan adalah adalah variabel ekonomi dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,325. Kata kunci: Pembangunan Jalan,Pengaruh fisik sosial ekonomi, Uji Statistik
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI BENIGN PROSTATE HYPERPLASIA Fitra Pringgayuda; Andri Yulianto; Agus Safirwansyah
Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung Vol 8 No 2 (2020): JKPBL Vol VIII No.2 2020
Publisher : LPPM Sikes Panca Bhakti Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47218/jkpbl.v8i2.90

Abstract

ABSTRAK Tingkat kecemasan merupakan gangguan alam perasaan yang ditandai dengan perasaan ketakutan atau kekhawatiran yang mendalam dan berkelanjutan, tetapi tidak mengalami gangguan dalam menilai realitas dan kecemasan tersebut sangat berhubungan dengan komunikasi terapeutik. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya hubungan komunikasi terapeutik dengan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi BPH di rumah sakit Mitra Husada tahun 2020. Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien pre operasi BPH Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu Lampung sebanyak 60 orang dengan tehnik total sampling. Hasil uji statistik chi square didapat nilai p value = 0,00 (0,00<0,05), hal ini menyatakan bahwa ada hubungan yang signifikan antara komunikasi terapeutik dengan tingkat kecemasan. Disarankan kepada perawat untuk selalu mengaplikasikan komunikasi terapeutik dengan baik kususnya kepada pasien yang akan menjalani operasi BPH di rumah sakit Mitra Husada Pringsewu. Kata kunci : komunikasi terapeutik, tingkat kecemasan
RUMAH SEHAT DENGAN KEKAMBUHAN PADA PENDERITA ASMA Andri Yulianto
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 3, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : AKPER Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.867 KB) | DOI: 10.52822/jwk.v3i2.79

Abstract

Salah satu penyakit yang menjadi masalah kesehatan secara global didunia adalah asma. Di Provinsi Lampung tahun 2011 angka prevalensi penyakit asma 85% dengan kesembuhan/Cure Rate 59,64%. Kabupaten Lampung Utara merupakan salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Lampung dengan jumlah penduduk 616.194 jiwa. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya kekambuhan asma adalah kondisi rumah yang tidak sehat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan rumah sehat dengan kekambuhan pada penderita Asma di Wilayah Kerja Puskesmas Cempaka Kecamatan Sungkai Jaya Kabupaten Lampung Utara Tahun 2012. Jenis penelitian yang digunakan analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini penderita asma sebesar 110 orang, sampel didapat 53 orang, pengambilan sampel menggunakan random sampling metode lottre. Analisis penelitian menggunakan chi square.  Hasil uji statistik univariat didapat responden dengan kategori rumah sehat tidak memenuhi syarat sebesar 32 orang (60,4%), responden dengan kategori mengalami kekambuhan asma sebanyak 35 orang (66,0%). Hasil uji statistik chi square diperoleh ada hubungan yang bermakna antara rumah sehat dengan kekambuhan pada penderita Asma (p value < dari ά, 0,046 < 0,05). Diharapkan bagi petugas kesehatan di Puskesmas Cempaka untuk trus mensosialisasikan kriteria rumah sehat yang memenuhi syarat dan memodifikasi rumah yang telah ada secara terperinci dan jelas untuk menghindari terjadinya kekambuhan pada penderita asma. Kata kunci: Rumah sehat, Kekambuhan Asma. 
PERAN DUKUNGAN KELUARGA DALAM MENINGKATKAN KEBERHASILAN REHABILITASI PASIEN PASCA STROKE TERHADAP PROSES PEMULIHAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PRINGSEWU Andri Yulianto
Bagimu Negeri Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyebab utama kecacatan dan kematian di seluruh dunia. Di Indonesia, prevalensi stroke cukup tinggi, dengan angka yang mencolok di Provinsi Lampung. Rehabilitasi pasca-stroke memerlukan pendekatan komprehensif yang tidak hanya melibatkan intervensi medis, tetapi juga dukungan keluarga yang sangat penting dalam proses pemulihan. Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis peran dukungan keluarga dalam meningkatkan keberhasilan rehabilitasi pasien pasca-stroke di RSUD Pringsewu. Program pengabdian ini melibatkan edukasi dan pelatihan kepada keluarga pasien untuk meningkatkan pemahaman mereka mengenai pentingnya dukungan dalam rehabilitasi, baik secara fisik, emosional, maupun informasional. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sekitar 85% keluarga merasa lebih siap dan paham mengenai peran mereka dalam rehabilitasi. Pelatihan yang diberikan juga berdampak positif, dengan 78% keluarga lebih rutin melakukan latihan fisik bersama pasien. Selain itu, tingkat kepatuhan pasien terhadap rehabilitasi meningkat dari 50% menjadi 75% setelah keterlibatan aktif keluarga. Kualitas dukungan keluarga juga meningkat, dengan 90% keluarga merasa lebih siap memberikan dukungan yang efektif. Program ini membuktikan bahwa dukungan keluarga berperan besar dalam mempercepat pemulihan pasien dan meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani rehabilitasi. Oleh karena itu, penguatan peran keluarga dalam rehabilitasi pasca-stroke sangat penting untuk mencapai hasil pemulihan yang optimal.
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DILINGKUNGAN PERSYARIKATAN (PEMBERDAYAAN KADER AISYIYAH MELALUI PROGRAM PENCEGAHAN ULKUS DIABETIK PADA PASIEN DIABETES DENGAN PELATIHAN FOOT CARE DI AISYIYAH CABANG PRINGSEWU) Tiara; Reni Tri Subekti; Andri Yulianto
Bagimu Negeri Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ulkus diabetik merupakan komplikasi serius yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien diabetes. Kader kesehatan berbasis komunitas memiliki peran strategis dalam pencegahan dan deteksi dini ulkus diabetik. Tujuan:Mengoptimalkan pemberdayaan kader Aisyiyah melalui pelatihan foot care sebagai upaya pencegahan ulkus diabetik pada pasien diabetes di wilayah Aisyiyah Cabang Pringsewu. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di lingkungan persyarikatan Aisyiyah Cabang Pringsewu. Desain sebelum–sesudah (pre–post design) digunakan untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan. Instrumen penilaian pengetahuan didesain khusus untuk materi foot care, dan kepatuhan perawatan pasien diukur melalui observasi dan pencatatan insiden ulkus. Analisis statistik menggunakan uji beda berpasangan untuk skor pengetahuan dan uji chi‑square untuk perbandingan insiden ulkus, dengan taraf signifikansi α=0,05. Hasil:Pelatihan foot care berbasis pemberdayaan meningkatkan pengetahuan kader secara signifikan, dengan rata‑rata skor pre‑test 10,4 ± 2,1 menjadi post‑test 17,8 ± 1,5 (P < 0,001). Kepatuhan kader dalam mendampingi perawatan kaki pasien meningkat pesat, tercermin dari penurunan insiden ulkus diabetik pada pasien dari 24 % menjadi 8 %. Kesimpulan:Program pelatihan foot care yang memanfaatkan pemberdayaan kader Aisyiyah efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan perawatan, serta menurunkan insiden ulkus diabetik. Model ini direkomendasikan untuk direplikasi dalam skala yang lebih luas sebagai strategi pencegahan komplikasi diabetes berbasis komunitas.