Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

GERAKAN MODERN ISLAM DI INDONESIA 1900-1942 Aritonang, Arthur
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 1 (2022): Agustus 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.56 KB) | DOI: 10.59830/voh.v5i1.42

Abstract

Buku ini ditulis oleh Deliar Noer yang merupakan seorang sejarawan dan pemikir Islam. Isi buku merupakan disertasi doktoralnya yang berhasil dipertahankan di Oxford University dan di kemudian hari diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Buku ini merupakan salah satu buku bacaan sejarah yang direkomendasi oleh pembaca untuk dibaca oleh kalangan akademisi atau peneliti, masyarakat sipil termasuk pemuka agama di Indonesia. Mengkaji mengenai Indonesia tidak terlepas dari peran serta umat Islam sebagai agama yang paling banyak pemeluknya di Indonesia bahkan di dunia. Dengan demikian setiap kali kita ingin melakukan penelitian mengenai hubungan Islam dan Kristen dalam dinamika perpolitikan di Indonesia masa kini, ada baiknya lebih dulu membaca buku ini yang membahas potret sejarah gerakan pembaharuan Islam dalam bidang pendidikan, sosial dan politik sebelum kemerdekaan Indonesia.
Iman, Rasio dan Kebenaran Aritonang, Arthur
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 6, No 2 (2024): Februari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59830/voh.v6i2.100

Abstract

Buku ini merupakan karya tulis dari Pdt. Dr. Stephen Tong, DLCE (Untuk selanjutnya akan disingkat ST). Ia adalah seorang cendekiawan Kristen dan pendiri gerakan Reformed Injili Indonesia. Tulisan ini dilatarbelakangi dimana lebih dari dua puluh lima tahun ST memikirkan tentang fungsi rasio dalam diri orang beriman. Apakah orang beriman tidak berpikir? Apakah orang yang berpikir tidak dapat beragama? Bagaimana kedudukan rasio di dalam terang Iman Kristen? Kesimpulan dari penelitian ini adalah iman bukanlah hanya sebatas perasaan (emosi) keagamaan yang Tuhan berikan ada di dalam diri manusia itu sendiri (Kejadian 2:7). Melainkan setiap umat kristen harus mengerti apa yang ia yakini supaya dapat mempertanggungjawabkan iman kristen kepada publik sebab dalam iman kristen sangat menganjurkan peran rasio difungsikan di dalam memahami keyakinan iman kristen (Matius 22:37b), tetapi tidak untuk memperilah rasio. Rasio harus tunduk dan dipimpin oleh kebenaran. Sebab kebenaran itu adalah Allah. Kebenaran memiliki kedudukan yang lebih besar atau lebih tinggi dari rasio manusia yang diciptakan Tuhan. Rasio yang dipimpin kebenaran akan mencerahkan pikiran kita inilah yang disebut dengan iman.
Teologi Perjanjian Baru Mengungkap Siapakah Yesus Sebenarnya: Teologi Perjanjian Baru Mengungkap Siapakah Yesus Sebenarnya Aritonang, Arthur
THEOLOGIA INSANI: Jurnal Theologia, Pendidikan, dan Misiologia Integratif Vol. 3 No. 1 (2024): Januari
Publisher : STAK Reformed Remnant Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58700/theologiainsani.v3i1.62

Abstract

Buku ini merupakan karya tulis dari Dr. Yan Antony. Ia mendapat gelar Th. D dari Trinity Theological Seminary Indiana, USA. Dalam studinya ia menaruh minatnya terhadap studi Biblika Perjanjian Baru. Tujuan Buku ini ditulis sebagai berikut: Pertama, untuk meresponi bahwa tidak sedikit mahasiswa teologi terpengaruh dari produk teologi liberal oleh karena buku-buku teologi di berbagai seminary di Indonesia berasal dari Barat. Kedua, mengungkap siapakah Yesus berdasarkan perspektif Alkitab. Ketiga, konsep keselamatan menurut Perjanjian Baru. Melalui kehadiran buku ini diharapkan setiap mahasiswa teologi di Indonesia yang baru belajar tema-tema teologi perjanjian baru memiliki kearifan untuk memfilter berbagai pengaruh dari produk teologi liberal serta memiliki pemahaman yang benar tentang pribadi/sosok Yesus dalam Perjanjian Baru.
Reformasi dan Theologi Reformed: Reformasi dan Theology Reformed Aritonang, Arthur
THEOLOGIA INSANI: Jurnal Theologia, Pendidikan, dan Misiologia Integratif Vol. 3 No. 2 (2024): Juli
Publisher : STAK Reformed Remnant Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58700/theologiainsani.v3i2.82

Abstract

The book by Rev. Stephen Tong discusses Reformation History and Reformed theology. The questions presented in this book are as follows: Why did Martin Luther need to reform? What is the uniqueness of Reformed theology? What is Augustine's contribution to the thought of Luther and Calvin? Fourth, how is the relevance of Reformed theology for the Church and Society? The results of this study are first, the Roman Catholic churches at that time had deviated or were no longer by the Bible such as increasing corruption in the church and the sale of letters of absolution. According to Martin Luther, these changes can only be corrected if the doctrine is returned to the Bible. Secondly, the concept of predestination is that only God's chosen will be saved; the next is church discipline. The Reformed Church is disciplined when congregation members commit acts against the gospel. Third, Augustinus' influence on Luther's thinking is that we are justified by faith, while for Calvin it is the sovereignty of God and His Grace. Fourth, for the Church, the concept of the Trinity, Christ is the only mediator, the Holy Spirit is Himself God and the Bible is the revealed Word of God. 
Sejarah Dogma Trinitas Aritonang, Arthur
Jurnal Teologi Trinity Vol. 3 No. 1 (2025): Regular Issue
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Trinity Parapat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62494/jtt.v3i1.44

Abstract

RINGKASAN SEJARAH FILSAFAT Aritonang, Arthur
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 8, No 2 (2026): Februari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59830/voh.v8i2.152

Abstract

Dr. Kees Bertens dalam bukunya hendak menguraikan sejarah perjalanan filsafat yang sudah melewati berbagai zaman, mulai dari Era Klasik Yunani-Romawi, Abad Pertengahan yang disebut dengan Era Keagamaan, Era Pencerahan (Renaisans), dan Era Modern. Tentunya dalam buku ini, Bertens mengakui bahwa keterbatasan untuk menjelaskan detail-detail informasi mengenai sejarah, tokoh-tokoh penting beserta dengan pemikirannya yang disajikan dalam buku ini. Namun demikian, Bertens tetap berusaha untuk menyajikan secara lebih sederhana, dengan memberikan garis-garis besarnya saja. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pertama, pemikiran Klasik Yunani seperti Socrates, Plato, maupun Aristoteles bisa dikatakan sangat mempengaruhi perkembangan pemikiran filsafat barat. Kedua, pada abad pertengahan akal mengalami perjumpaan dengan teologi di abad pertengahan era ini disebut Era Skolastik. Di masa ini akal digunakan untuk memahami kebenaran agama (kekristenan). Ketiga, sejak berakhir abad pertengahan (abad pencerahan) para filsuf mulai melepaskan filsafat dari teologi. Di Era ini rasio mendapatkan tempat penting bahwa pengetahuan sejati berasal dari rasio manusia. Sementara dipihak yang lain, munculnya filsafat empirisme yaitu pengetahuan berasal dari pengalaman manusia, sebab tanpa pengalaman rasio manusia itu lembaran kertas kosong. Sementara Immanuel Kant mendamaikan filsafat rasio dan filsafat empirisme bahwa ada pengetahuan yang berasal dari pengalaman dan ada juga pengetahuan yang berasal sebelum pengalaman itu ada. Keempat, pada transisi abad ke-18 menuju 19 filsafat hegel dengan metode dialektika, tesis, antitesis dan sintesis. Filsafat ini ingin menjelaskan sebuah perkembangan dan kemajuan itu berasal dari sebuah proses pertentangan ide dan gagasan. Kelima, masih pada abad yang sama lahirnya Filsafat positivisme yaitu pengetahuan yang benar harus berdasarkan sebuah fakta-fakta yang bisa yang dapat diverifikasi. Sementara itu, filsafat materialisme segala sesuatu diciptakan melalui benda/materi. Aliran filsafat ini menolak Tuhan, sebab keberadaan Tuhan tidak bisa dibuktikan. Keenam, filsafat eksistensialisme. Filsafat ini lahir sebagai reaksi atas corak filsafat sebelumnya yang menekankan sistem berpikir yang ketat dan logis dengan tokoh Søren Kierkegaard. Filsafat ini menekankan pada pengalaman dan kebebasan manusia. Pada perkembangan berikutnya, filsafat eksistensialisme tidak jarang beraliran atheis, seperti tokohnya Friedrich Nietzsche. Ateisme ini muncul apabila filsafat eksistensialisme bertemu dengan cara manusia menghayati dan memandang eksistensi agama.